Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
Tiga Minggu Lagi


__ADS_3

Kling


Pak Daris:


Selamat malam calon istri❤️


Merry tersipu saat membaca pesan dari Daris.


Tuh orang emang, ih kaya anak abg deh! batin Merry sembari tersenyum dan menggeleng-geleng kan kepalanya.


Me:


Selamat malam


Calon suami! tambah Merry dalam hati, tapi tak berani menuliskan di pesan.


Ceklek


Tiba-tiba Mommy Tyas masuk ke kamar Merry secara tiba-tiba.


"Cie, chatting an sama Daris ya?" Mommy Tyas mendekat sembari menggoda Merry.


Merry tak menyadari saat Mommy Tyas masuk, dia tetap asyik senyum-senyum sambil memandangi handphone nya, jadilah saat ini Mommy Tyas menggodanya.


Merry langsung berusaha menormalkan ekspresinya, tapi tetap saja rona kebahagiaan di wajahnya tidak bisa disembunyikan.


Satu-satunya laki-laki yang berhasil mengikat Merry dalam ikatan cinta seumur hidup adalah Daris orangnya.


Merry tidak tahu apakah ini yang disebut jatuh cinta atau tidak, yang bisa ia rasakan adalah bahagia, siap berjuang, dan nyaman saat bersama Daris dan anak-anaknya.


"Mommy," sapa Merry seraya langsung berdiri.


Mommy Tyas tersenyum pada putrinya itu. Tidak bisa dipungkiri, hatinya juga bahagia mendengar kabar ini. Walaupun jujur dalam hatinya juga berat melepas Merry untuk bersama suaminya nanti. Merry yang setiap hari bersama dengannya, akan pergi dan hidup bersama suaminya.


"Sayang, Mommy nggak nyangka sebentar lagi kamu mau nikah!" ujar Mommy Tyas sembari memeluk Merry dengan erat. Akhir-akhir ini mereka berubah jadi mellow.


Merry menatap wajah Mommy Tyas dengan lekat dan sendu. Mommy Tyas pun juga menatap Merry dengan lekat. Tak bisa dibohongi, wajahnya menyimpan kesedihan seolah-olah akan kehilangan putrinya.


"Nanti kalau sudah menikah, sering-sering ke sini ya!" Berungkali Mommy Tyas mengingatkan demikian pada Merry.


Sebenarnya, jarak rumah mereka tidak begitu jauh, tapi tetap saja mereka tidak akan serumah lagi.


"Nanti kalau kamu sibuk nggak bisa ke sini, biar Mommy yang ke sana!" lanjut Mommy Tyas.

__ADS_1


"Pasti lah Mom, pasti Merry sering ke sini! Bareng anak-anak juga!" jawab Merry sembari tersenyum manis.


"Jadi istri yang berbakti ya sama suami, jadi istri yang kuat, jangan pernah berhenti mendoakan suami dan anak-anak kamu!" Berungkali juga Mommy Tyas menasehati Merry demikian.


Merry mengangguk paham. Jujur, setiap kali Mommy Tyas berbicara demikian, Merry masih saja tidak menyangka jika tiga minggu lagi dia akan melangsungkan pernikahan.


Rencana Daris yang akan melamar Merry keesokan harinya setelah Luham keluar dari rumah sakit tidak terlaksana. Rencana tersebut mundur dan berganti hari dua hari setelahnya. Alasan diundur karena lamaran tersebut akan menjadi lamaran yang resmi dan butuh waktu untuk mempersiapkan segalanya. Jadi, terhitung sudah lima hari Daris dan Merry bertunangan.


Daris yang sudah tak punya orang tua mengajak serta paman dan bibinya untuk menggantikan orang tuanya saat acara lamaran tersebut. Mulai dari Raya, Emir, Luham, dan Liam juga ikut. Jadilah, acara lamaran tersebut terasa meriah dan hangat walau hanya dengan kehadiran orang-orang terdekat.


Kerabat dekat Merry dari desa juga datang karena bagaimanapun Merry juga punya kerabat dekat dari orang tuanya. Namun, untuk urusan wali dalam pernikahan nanti akan digantikan oleh wali hakim karena wali nasabnya tidak ada.


Namun sayangnya, dalam acara tersebut Amar dan Chan tidak bisa hadir. Amar beralasan jika dirinya tidak enak badan, sehingga tetap stay di hotel agar pulih terlebih dahulu. Rencananya, dia akan pulang hari ini. Padahal, rencana awal untuk pulang adalah sehari sebelum pertunangan Merry.


"Nanti jadi keluar sama Daris kan?" tanya Mommy Tyas.


Nggak tahu ya Mom, coba deh Merry tanya dulu sama Pak Daris!" jawab Merry yang juga masih bimbang apakah dirinya jadi keluar bersama Daris atau tidak.


Me:


Pak, nanti jadi keluar?


Tanpa menunggu lama Daris langsung membalas pesan tersebut.


Pak Daris:


Sebelum Merry meminta Daris agar mengajak anak-anak, Daris sudah terlebih dahulu memberi peringatan bahwasanya mereka hanya pergi berdua.


"Heh, dasar!" Merry mengumpat pelan, tapi masih bisa didengar oleh Mommy Tyas.


"Kenapa? Ada apa?" tanya Mommy Tyas penasaran.


"Ini loh Mom, emang dasar Pak Daris, dulu aja alesan kalau nikah harus sama perempuan yang bisa sayang, baik, dan pengertian sama anak-anaknya! Nah, sekarang giliran udah mau nikah beneran, apa-apa maunya berdua dan ninggalin anak-anak di rumah!" jelas Merry dengan kesal.


Mommy Tyas terkekeh.


"Dulu Daddy juga gitu Mer!" Merry Tyas mengingat almarhum suaminya yang dulu juga seperti itu.


"Oh ya Mom?" tanya Merry yang tak menyangka.


Mommy Tyas mengangguk.


"Mereka juga pengen punya waktu berduaan, udah tenang aja!" jawab Mommy Tyas.

__ADS_1


Merry jadi terkekeh.


"Oh ya Mer, Mommy amati selama ini, sejak kamu kenal dengan keluarga Daris kamu berubah jadi wanita yang hangat loh!" ujar Mommy Tyas.


Merry mengerutkan dahinya, ah masa sih?


"Beneran loh, kamu udah nggak kaku banget! Kamu terlihat lebih keibuan!" lanjut Mommy Tyas berusaha meyakinkan.


"Syukurlah kalau gitu Mom! Kalau Merry sih nggak pernah nyadar kalau berubah keibuan, kan katanya yang bisa menilai diri kita kan bukan diri sendiri, melainkan orang lain!" jawab Merry.


"Padahal Merry juga nggak setiap hari bareng anak-anak, tapi kenapa Merry berubah jadi keibuan ya Mom?" tanya Merry dengan bingung.


Mommy Tyas tersenyum mendengar pertanyaan putrinya.


"Kamu memang belum setiap hari bersama mereka, kamu juga belum setiap saat bersama mereka! Tapi, baik dalam hati ataupun perbuatan, kamu sudah menganggap mereka seperti anak kamu sendiri, anak yang kamu lindungi dan sayangi! Kamu juga udah berusaha agar menjadi ibu yang baik bagi mereka, jadi secara alami kamu berubah menjadi keibuan!" jelas Mommy Tyas.


Merry menyimak penjelasan Mommy Tyas yang memang benar adanya. Entah mengapa orientasi hidupnya saat ini hanya untuk anak-anak. Merry ingin yang terbaik untuk anak-anaknya.


"Mommy benar, Merry hanya ingin jadi ibu yang baik!" jawab Merry dengan pelan.


"Iya, Mommy tahu itu dan Mommy yakin kamu pasti bisa!" ujar Mommy Tyas.


"Oh ya, nanti Amar dan Chan pulang loh!" seru Mommy Tyas.


"Oh iya ya Mom, mereka pulang hari ini kan?" sahut Merry dengan bahagia. Merry juga rindu dengan Chan.


"Iya, mungkin mereka akan tetap di sini sampai hari pernikahan kamu!" ucap Mommy Tyas.


Merry semakin bahagia. Menuju hari bahagianya, memang akan lebih indah jika ada orang-orang terdekat yang bersamanya.


"Biar sekalian Amar bantu mempersiapkan pernikahan kamu!" ucap Mommy Tyas sambil cekikikan.


"Ya ampun Mommy, itupun kalau Kak Amar mau!" jawab Mommy sambil cekikikan. Biasanya Amar adalah orang yang paling excited dalam mempersiapkan segala hal, walaupun juga menggunakan bantuan jasa Event Organizer.


"Kamu bentar lagi nikah, tugas Mommy tinggal nunggu Amar nyusul nikah lagi!" ucap Mommy Tyas sembari terkekeh pelan.


Entah, putranya itu belum pernah mengenalkan wanita padanya. Mommy Tyas juga bukan tipe ibu yang suka menjodoh-jodohkan putranya, biarkan dia mencari sendiri. Sebagai ibu, yang penting Mommy Tyas selalu mendoakan yang terbaik untuk putranya.


------------------------------------------------


Wah wah, tiga minggu lagi? Dahlaah, Author mau siap-siap jadi Bridesmaids nya mereka🤭


Jangan lupa like, komen, vote yaa!!❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2