Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
Kepulangan Merry


__ADS_3

Ternyata, saat Mutiara jadi pelakor dalam rumah tangga Merry dan Daris, saat itu Mutiara sedang hamil.


Pria yang menghamilinya enggan bertanggungjawab. Maka dari itu di dalam otaknya ada niat terselubung agar Daris yang bertangungjawab.


Pria itu adalah orang yang tidak Mutiara kenal. Saat itu mereka berada di club. Mutiara yang sedang mabuk tidak dapat mengendalikan diri, hingga akhirnya terjadilah kejadian tersebut.


Amar yang tentu saja mencari tahu tentang siapa Mutiara mengetahui jika pria yang menghamili Mutiara ternyata karyawan di kantornya.


Tentu saja Amar tidak tinggal diam. Dengan segala kekuasaan yang ia punya, ia berhasil membuat pria itu bertangungjawab atas kehamilan Mutiara.


Lalu, tanpa sepengetahuan Merry dan Daris, Mutiara menikah dengan pria itu. Itulah mengapa Mutiara menghilang dari hidup Merry dan Daris.


Sejujurnya Mutiara hanya butuh ayah untuk sosok anak yang ada di kandungannya.


Dengan bantuan Amar, Mutiara sangat bersyukur, pria itu akhirnya mau bertangungjawab. Tentang permasalahan ini hanya Amar dan Mommy Tyas yang tahu.


Mutiara berusaha merebut Daris agar diam-diam Daris mau bertangungjawab atas anak yang dikandungnya.

__ADS_1


Tentu saja Amar tidak tinggal diam. Ini akan menyakiti hati Merry. Kebahagiaan Merry segalanya bagi Amar.


Mutiara juga sadar, tidak seharusnya dia mengorbankan perasaan wanita lain demi keegoisannya. Mutiara merasa bersalah kepada Merry dan Daris.


Mutiara juga sangat berterimakasih pada Amar. Dia sangat berhutang budi kepada keluarga Amar.


**


"Selamat datang di rumah, Bunda!" teriak Luham dan Liam saat Daris membuka pintu rumah.


Luham, Liam, Raya, dan Bi Sami membuat kejutan dengan membuat dekorasi selama datang yang dihiasi dengan bunga dan balon.


Mommy Tyas dan Amar yang juga berdiri di belakang mereka ikut tersenyum melihat antusias mereka menyambut kedatangan Merry.


Sedangkan Emir tentu saja langsung berlari ke arah balon-balon itu. Dia sangat senang. Katanya rumahnya cantik seperti ada yang sedang berulang tahun.


Raya yang sedari tadi membawa buket Mawar merah di tangannya berjalan ke arah Merry.

__ADS_1


"Buket Mawar yang spesial ini juga untuk orang yang spesial!" ucap Raya sembari memberikan buket mawar itu kepada Merry.


Merry menerimanya dengan perasaan penuh haru.


"Makasih ya Raya!" jawab Merry sambil berpelukan dengan Raya.


Raya sangat menyayangi Merry. Baginya, Merry bukan hanya sosok kakak ipar. Raya telah menganggap Merry sebagai seorang ibu.


Selama ini Merry bukan hanya memerankan menjadi sosok ibu yang baik bagi Luham, Liam, dan Emir. Namun, Merry juga bisa menjadi seperti sosok ibu yang baik bagi Raya.


Berusaha selalu ada saat Raya membutuhkannya. Dan kenyataannya, memang Raya selalu membutuhkan sosok Merry di hidupnya.


"Makasih juga ya anak-anak Bunda yang ganteng ini. Bi Sami makasih ya!" ujar Merry.


"Bunda tenang saja ya, jangan takut kalau ada orang yang mau menjahati Bunda. Nanti orang itu akan berhadapan dengan Liam!" ucap Liam.


"Iya, Bunda. Awas saja kalau ada yang jahat sama Bunda. Luham tidak akan memberi ampun untuk orang itu. Enak saja dia menyakiti Bundanya kita!" sahut Luham.

__ADS_1


Mereka bergaya seperti pahlawan untuk bundanya. Mereka tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali. Mereka tidak ingin kehilangan bundanya.


__ADS_2