
"Kenapa murung banget wajah Lo Bos?" tanya Al saat mereka berada di dalam mobil. Mulai dari masuk mobil sampai sekarang wajahnya terlihat ditekuk.
"Kalah sama anak-anak ya semalam?" tanya Al sambil cekikikan usil.
"Udah gue tebak pikiran Lo pasti mengarah ke sana. Kasihan nasib jomblo!" ejek Daris.
Al terkekeh. Siapa juga yang awalnya usil, eh, siapa juga yang akhirnya kena usil.
"Kalau gue udah nggak jomblo, udah dipastikan hari itu adalah waktu dimana Lo udah berganti status jadi kakak ipar gue!" ujar Al dengan percaya diri.
Daris tertawa meremehkan. "Kayak yang udah diterima aja cintanya sama Raya!"
"Eits, jangan salah, tinggal tunggu tanggal mainnya aja!" jawab Al.
"Boro-boro diterima, Lo jujur ke Raya aja belum!" ejek Daris lagi.
"Nggak takut keduluan cowok lain?" tanya Daris.
__ADS_1
Al menggeleng dengan santai. " Udah lah biarin aja kalau sekarang dia deket atau punya pacar. Belum tentu juga nantinya mereka serius. Ya mungkin sekarang cowok itu jadi pacarnya Raya, kan cuma pacar. Lah gue, nanti gue yang jadi suaminya!"
Daris menghela napas. "Percaya diri banget Lo. Gimana kalau ternyata cowok itu serius. Dia datang ke gue untuk minta izin serius dan menikahi Raya?"
Al langsung terdiam.
"Udah Lo fokus nyetir. Jangan galau sekarang. Ntar aja Lo renungin semuanya!"
Al tersenyum tipis.
"Apapun asal yang terbaik untuk Raya!" ucap Al pelan, tapi Daris masih bisa mendengarnya.
"Lo udah tahu kan semua ceritanya?" ujar Daris mengganti topik pembicaraan.
Al tertawa mengejek. "Tentang perselingkuhan Lo sama Mak Lampir?"
Daris melempar botol kosong yang ada di dalam mobil ke arah Al.
__ADS_1
"Aw aw, apa sih, kalau marah tandanya bener nih?" Al tertawa dan semakin gencar mengejek Daris.
"Lo kira gue laki apaan nyelingkuhin istri gua? Nggak mungkin lah gua membuang berlian demi batu kali!" jawab Daris.
Al semakin tertawa kencang. "Gua tuh heran deh sama Lo. Kenapa sih semua permasalahan itu karena Lo. Pasti karena wanita. Kenapa nggak sekali-kali gantian karena pria yang mungkin deket sama bini Lo. Pasti semuanya karena Lo. Emang bener-bener istri sholehah ya bini Lo!"
"Ya gue nggak tahu. Masalah itu tiba-tiba muncul. Emang Lo pikir gue sengaja gitu bikin masalah? Ya enggak lah, gila kali Lo!" jawab Daris.
"Sebenernya tampang juga masih cakepan gue, lebih muda gue. Heran deh kenapa masalah karena wanita mulu. Oh, atau mungkin karena duit Lo lebih banyak dari gue kali ya, hahaha!" ujar Al.
"Udah cepet diberesin urusan Lo sama Mak Lampir. Masalahnya nggak usah diawet-awet, gua khawatir nanti Lo jadi reunian sama mantan. Ntar kalau udah gitu ganti istri Lo yang diambil sama Pak Amar. Wkwk dijamin Lo pasti nyesel!" ejek Al.
Wajah Daris sangat masam. "Enak aja. Nggak lah, nggak ada reuni. Bini gue itu cuma punya gue selamanya. Nggak ada orang lain yang bisa ambil. Enak aja!" ujarnya dengan posesif.
Istrinya yang cantik, tegas, dewasa, keibuan, pengertian, dan sabar mau diambil orang lain? Enak saja.
Daris dan Merry itu sudah satu paket, tidak dapat dipisahkan. Hanya maut yang dapat memisahkan mereka berdua.
__ADS_1
Bisa nangis darah Daris melihat Merry bersanding dengan pria lain. Oh tidak!!