Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
Yeay Renang!


__ADS_3

"Dingin Bunda!" Emir takut masuk kolam karena barusan ia mencelupkan tangannya dan merasakan air kolam yang dingin.


"Iya dingin ya, gimana dong? Emir mau tetep renang apa enggak?"


Sebenarnya hari ini sudah pukul 08.00 WIB, tidak terlalu pagi juga, tapi memang airnya dingin.


"Mauu, Emil mau lenang!" Anak kicik masih memiliki keinginan yang kuat untuk berenang walaupun sebenarnya ragu mau nyemplung ke kolam atau tidak karena airnya dingin.


Merry pun mulai masuk ke kolam.


"Ayo turun bareng Bunda!" ajak Merry sambil mencoba meraih tubuh Emir yang sedang jongkok di pinggiran kolam.


"Dingin!" Emir masih ragu-ragu.


Merry terkekeh, anak ini memang takut air dingin. Semalam saja saat mau tidur setelah minum susu, saat diajak untuk menggosok gigi Emir lumayan sulit. Katanya, airnya dingin. Sepertinya Emir ini antara takut air dingin kalau enggak ya sulit mandi.


"Kalau udah nyemplung nggak akan dingin!" ucap Merry.


"Ayo, katanya mau belajar renang nggak pakai pelampung?" sambung Merry.


Seger juga nyemplung kolam pagi-pagi gini, batin Merry.


Merry sih jarang renang pagi gini karena harus kerja jadi bodyguard. Tapi karena Mommy Tyas hari ini memutuskan untuk di rumah saja, ya jadi Merry free. Heeh namanya juga bodyguard ala-ala.


"Ayo Bunda pegangin kok!" Merry berusaha meraih tubuh Emir membawanya ke dalam kolam yang kedalamannya hanya sepinggang Merry. Kolam ini memang dikhususkan untuk Chan dulu.


Sekarang sih Chan kalau mau renang di kolam sebelahnya yang untuk dewasa udah bisa. Lancar aja kayak kecebong renang. Rumah Mommy Tyas ini memang ramah anak karena beliau kan juga punya cucu kecil, itu si ketus Chan.


Akhirnya Merry dan Emir sudah sama-sama berada di dalam kolam. Kalau seperti ini sangat persis seperti seorang ibu yang sedang menemani anaknya renang. Ya, kurang Bapaknya aja sih! Daris mana Daris? Biar lengkap gitu! Tambah kembar juga dong biar semakin lengkap! Mantab!


"Enak kan? Seger ya?" tanya Merry pada Chan yang ternyata berubah happy setelah masuk kolam.


"Sekarang belajar renang ya!" Merry mulai mengajari Emir renang.


*


*


"Pinter ih anak Bunda!" ucap Merry spontan saat memuji keberanian Emir untuk belajar renang.

__ADS_1


"Udahan yuk renangnya!" ajak Merry untuk mengakhiri acara pertemuan renang hari ini. Duh, berasa kaya les renang aja!


Emir menggelengkan kepalanya, menandakan bahwa ia masih mau berenang.


"Udah lama kita!" Merry merasa waktu ini cukup lama untuk Chan. Merry juga tidak tahu sekarang jam berapa, di dekat kolam juga tidak ada jam.


Mommy Tyas datang dengan membawakan handuk untuk Merry dan Emir.


"Udah apa belum?" tanya Mommy Tyas sambil meletakkan kedua handuk itu ke kursi.


"Udah jam sepuluh nih!" lanjut Mommy Tyas.


"Udah jam sepuluh, udah dua jam kita renang! Udahan yuk! Nanti setelah dhuhur diajakin Oma jalan-jalan! Tapi sekarang harus udahan dulu!" rayu Merry pada Emir.


Anak kecil ini akhirnya mengangguk setuju. Entah karena memang mau sudahan renangnya atau karena dia memang nurut pada Merry, yaa tidak tahu.


"Setelah ini mandi ya!" tutur Merry saat mereka sudah di atas sembari mengering badan kecil Emir dengan handuk, lalu membungkus juga dengan handuk sehingga mirip seperti larva hehehe.


"Setelah ini minum dan makan yang anget-anget juga ya sayang!" Mommy Tyas yang memang masih berada di situ pun ikut menimpali.


*


*


Mau kemana coba, nanti sore Emir udah dijemput, kalau mau ngajak ke tempat lain waktunya kurang panjang. Jadi, ya sudah ke mall nggak papa yang penting nanti anak ini pulang ada yang dibawa pulang oleh-olehnya untuk dia dan si kembar.


"Belum bangun ya?" tanya Mommy Tyas pada Merry saat mereka ngintip dari luar pintu kamar Merry.


"Belum nih, kasihan mau bangunin!" Melihat Emir yang tidur nyenyak seperti itu membuat Merry tidak tega untuk membangunkan. Tapi, kalau nggak dibangunkan nanti ujung-ujungnya mereka nggak jadi jalan dong! Keburu dijemput!


"Bangunin aja atau gimana Mom?" Bunda baru itu rupanya bingung harus bagaimana pada anaknya.


"Coba bangunin pelan-pelan!" jawab Mommy Tyas.


Akhirnya Merry masuk ke kamarnya dan duduk di pinggir ranjang.


Merry menghapus keringat di dahi Emir dengan pelan. Merry tersenyum samar melihat Emir yang tidur dengan memeluk guling Merry dengan erat. Untungnya anak ini nggak suka ngompol, pinter kalau mau bobo mau pipis dan nggak pakai pampers juga.


Mimpi apa sih anak ini? Mimpi kemana juga sekarang? batin Merry dengan senyum samar yang masih bertahan di bibirnya.

__ADS_1


Merry mengelus pelan kepala Emir, sehingga Emir langsung menggeliat pelan dan bibirnya bergerak seperti anak bayi yang sedang meminum susu dari dot hehe, rupanya anak ini bisa merasakan sentuhan tangan Merry.


Merry tersenyum geli, lutunaa anaknya Pak Daris ini. Merry masih terus mengelus kepala Emir sampai akhirnya Emir membuka matanya dengan malas.


"Hai," sapa Merry sambil menghentikan aksi mengelus kepala Emir.


Emir yang baru membuka matanya langsung mendapati Bunda Merry yang ada di depannya bahagia tak terkira. Anak kecil itu tersenyum sambil mengucek-ngucek matanya.


"Ayo bangun, katanya mau jalan-jalan?" Merry langsung mengingatkan Emir bahwa mereka ada rencana untuk jalan-jalan.


"Beli lobot kaya punya Kakak Chan?" Emir langsung menagih robot-robotan seperti milik Chan. Tadi Emir suka sekali main robot-robotan milik Chan.


"Iya, nanti Kak Luham dan Kak Liam dibelikan juga ya!" Merry berencana untuk membelikan Luham dan Liam juga karena setahu Merry mereka juga suka.


Walaupun sebentar lagi mereka juga pergi bersama Mommy Tyas. Tapi, untuk apa pun yang akan dibeli oleh Emir tetaplah Merry sendiri yang ingin membayar. Merry ingin memberikan sesuatu untuk Emir dari hasil kerja kerasnya selama ini. Mommy Tyas pun menghargai keputusan Merry.


Mommy Tyas yang masih berdiri di tempat semula tersenyum melihat kedekatan mereka.


"Memang tidak salah lagi, pantas menjadi ibu dan anak!" ucap Mommy Tyas pelan pada dirinya sendiri sembari tersenyum lebar.


Setelah bermonolog sendiri, Mommy Tyas melangkahkan kakinya mendekat pada Merry dan Emir.


"Cucu Oma udah bangun dong!" ucap Mommy Tyas yang sedang berdiri di samping ranjang.


"Dimandiin nggak Mom?" tanya Merry pada


Mommy Tyas.


"Emil nggak mau mandi!" Tepat, ternyata Emir memang susah mandi.


"Ya udah nggak usah mandi deh! Tetep ganteng gitu kaya aktor Hollywood!" ujar Mommy Tyas sambil tertawa kecil.


"Versi kecil yang Mom!" sahut Merry sambil tertawa juga.


Merry tidak sadar saat berkata demikian berarti dia juga memuji Daris setampan aktor Hollywood juga. Bukannya Emir ini duplikat dari Daris?


Ih Merry deeh!!


Emir juga ih, muka bantal gini aja tetep cakep.

__ADS_1


__ADS_2