Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami
HALAL!!


__ADS_3

"Saya terima nikah dan kawinnya Merry Batari binti Bapak Budiono (Almarhum) dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!" dalam satu tarikan nafas, kini Merry dan Daris telah sah menjadi sepasang suami istri.


Mereka sudah halal.


"Sah sah," ucap para saksi dan para undangan yang ada di tempat itu.


Mommy Tyas meneteskan air mata haru karena putrinya kini resmi menjadi seorang istri.


Merry mencoba menetralisir kegugupannya. Sungguh, hari ini adalah hari ter deg degan baginya.


Lelaki yang duduk di sebelahnya kini telah menjadi suaminya dan imamnya.


Merry sedikit bingung karena sedari tadi Daris hanya diam seolah-olah mereka tak kenal.


Apakah Daris sedang malu dan nervous?


Setelah menandatangani dokumen pernikahan dan menerima buku nikah, penghulu meminta Merry untuk salim mencium tangan Daris.


Merry dan Daris sudah berdiri berhadapan. Merry menundukkan pandangannya karena malu malu dan nervous. Dia juga tak menyangka lelaki di hadapannya ini adalah suaminya.


"Mer!" panggil Daris pelan.


Merasa dipanggil, Merry dengan pelan memandang Daris. Merry dapat melihat bibir Daris melengkung tersenyum padanya. Refleks Merry ikut tersenyum kepada Daris.


Daris memberikan tangannya agar disalami oleh Merry.


Merry tergelak, mendadak linglung saat melihat tangan Daris.


"Nggak mau salim sama suaminya ya?" tanya Daris dengan pelan sembari menggoda Merry.


Pipi Merry memerah, haduh cuma gini doang Merry udah salting.


"Oy, ayo buruan dicium tangan suaminya Teh Merry, jangan lama-lama ih!! Buruan mau difoto nih, udah capek tangan gue!" teriak seorang remaja lelaki yang berhasil membuat semua orang mendadak fokus pada remaja itu.


Terkejut karena langsung menjadi pusat perhatian, remaja itu langsung nyengir sambil dada-dada merasa dirinya seorang bintang yang sedang disorot media.


Remaja itu adalah keponakan Amar, remaja yang badung banget. Sebenarnya sama sih sifatnya dengan Amar, hanya saja sekarang Amar sedang menjaga image saat di luar.


Merry tersenyum pada ponakannya itu.


"Dasar bocah badung!" gumam Merry pelan.


"Makanya buruan salim sama suaminya!" sahut Daris yang ternyata tetap memperhatikan Merry.


Aih, malu! batin Merry karena ternyata dari tadi terus diperhatikan oleh Daris.


Merry adalah pusat perhatian Daris saat ini.


Munafik jika Daris tak mengakui jika istrinya cantik. Merry sangat cantik dan anggun.

__ADS_1


Auranya juga terpancar luar biasa, membuat Daris berbangga hati karena wanita di depannya ini adalah istrinya.


Walaupun, saat ini ada pikiran yang sangat mengganjal hati dan otaknya.


Akhirnya, dengan hati yang bahagia, Merry menyalami tangan Daris dengan tulus dan khusyuk.


"My Jannah!" ucap Merry dalam hati.


Setelah bersalaman, tiba-tiba terdengar suara teriakan lagi.


"Cium Om, cium istrinya! Udah halal gitu!!!" Lagi-lagi bocah badung itu bikin ulah.


Padahal, tamu di sini adalah tamu elit, tapi remaja itu berlagak seolah-olah semua tempat sama.


Ternyata ucapan remaja itu membuat Daris terkekeh, sedangkan Merry panik dan malu kalau harus benar-benar dicium Daris.


"Ayo cium-cium!" Tiba-tiba tamu undangan ikut bersorak menyuruh Daris untuk mencium Merry.


Merasa mendapat tantangan dari para tamu undangan, Daris berniat ingin menggoda Merry juga.


"Mau dicium dahi, pipi, apa langsung bibir?" goda Daris dengan pelan.


Merry langsung melotot, pipinya merah padam. Nggak malu apa Daris ngomong gitu di depan Pak Penghulu.


Eh lihat aja, Pak Penghulu dan para saksi yang berdiri di dekat mereka jadi senyum-senyum terus sedari tadi.


"Asal jangan langsung ke kamar dulu Mbak Mas, kasihan tamunya masih pengen foto-foto bareng pengantinnya!" Yah, Pak Penghulu jadi ikut menggoda.


Tiba-tiba pandangan Merry mengarah pada kembar dan Emir yang sedang dipegangi oleh kerabat Daris. Kalau Emir nggak dipegang, bisa-bisa anak itu lepas kendali dan lari ke bundanya.


Merry dapat melihat jelas kalau kembar ikut senyum-senyum, astaga emang ngerti ya anak-anak itu?


Pandangan Merry kembali fokus pada Daris.


"Aku cium ya?" tanya Daris.


Ish, pake nanya lagi, gue kan jadi malu mau jawab apa! gerutu Merry dalam hati.


Merasa tak mendapat respon dari Merry, Daris langsung nyosor mencium kening Merry.


Merry terkejut, hatinya berdebar kencang.


"Cie cie, uhuy!" Riuh terdengar sorakan dari para tamu undangan.


Bibir Merry secara otomatis tersenyum, tak bisa dikendalikan lagi.


Setelah cukup lama Daris mencium keningnya,


"Sekarang nyium dahi aja dulu, takut tamunya pingsan karena nggak kuat lihat kegemoyan kita!" ujar Daris pelan sembari bercanda.

__ADS_1


Sontak Merry tertawa mendengar perkataan Daris.


*****


"Selamat ya sayang, Mommy selalu berdoa agar kalian selalu bahagia dunia akhirat!" ujar Mommy Tyas di depan pasangan suami istri baru itu.


"Aamiin, makasih doanya ya Mommy! Doa Mommy selalu Merry harapkan, selalu!!" jawab Merry dengan senyum penuh haru.


"Iya sayang, doa Mommy nggak akan pernah putus untuk anak-anak Mommy!" ucap Mommy Tyas.


"Daris, Mommy titip anak Mommy ya! Bimbing dia menjadi istri yang sholehah! Jaga dia!!" Mommy Tyas beralih berbicara dengan tulus pada Daris.


"Iya Tante, itu memang tugas saya!" jawan Daris dengan sopan pada ibu mertuanya itu.


"Mommy Daris, panggil Tante! Kamu suami anak Mommy, jadi kamu juga anak Mommy!" protes Mommy Tyas.


Daris terkekeh, tadi dia memang sengaja masih memanggil tante. Dirinya masih tak menyangka telah menjadi menantu dari keluarga Syah.


"Iya Mom-mommy!" ujar Daris terbata-bata. Masih belum biasa.


"Selamat ya kalian, semoga selalu bahagia!" sahut Amar yang juga berada bersama Mommy Tyas.


"Iya Pak, aamiin!" jawab Daris.


Tiba-tiba Amar memeluk Daris secara gentle, sambil berbisik.


"Jaga Merry, jangan Lo sakiti, sekali Lo sakiti dia, gue jamin Lo bakal kehilangan Merry untuk selamanya!!" bisik Amar pelan, tapi menekan. Perkataannya bukan sekedar basa-basi, tapi peringatan besar untuk Daris.


Setelah mereka berpelukan secara gentle, Daris tersenyum miring. Sebagai sesama pria, Daris tahu jika Amar pasti punya rasa pada Merry. Tidak mungkin murni menganggap Merry sebagai adik. Daris tak suka akan hal ini.


"Mer, Lo jangan jadi istri durhaka! Udah cukup Lo jadi adik gue yang durhaka aja!!" ujar Amar dengan bercanda pada Merry.


"Enak aja, gue adik yang baik ya! Justru Lo kakak yang durhaka!" protes Merry karena tak terima dicap sebagai adik yang durhaka.


"Terserah Lo deh, gue ngalah aja, gue kan Kakak yang baik!" Amar masih berbicara seolah dirinya memang kakak yang terzolimi.


"Gaya Lo, huf kebanyakan gaya!" ucap Merry dengan malas.


Bagi siapapun yang dekat dengan keluarga Syah, kehangatan keluarga seperti ini bukanlah hal yang asing.


Namun, bagi orang yang tidak cukup dekat atau jauh, mereka hanya mengenal jika keluarga Syah adalah keluarga yang baik, dermawan, tidak sombong, punya anak perempuan Merry Batari yang dingin, cuek, dan tegas. Pastinya juga mempunyai anak lelaki Amar Syah yang seorang CEO hebat dan suskes, tapi juga baik dan dermawan.


Daris, yang saat ini menjadi orang baru dalam keluarga Syah lambat laun mulai masuk dan mengerti bagaimana isi kehangatan keluarga Syah.


------------------------------


Udah sah aja nih Merry sama Daris🤣🤣


Aduh aduh, semoga SAMAWA yaa aamiin..

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen ya❤️❤️


__ADS_2