CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kebenaran


__ADS_3

Plaakkk...


Ririn nampak marah dan langsung menampar Benny dengan sangat keras. "Aku benar-benar tidak habis pikir, kenapa kamu melakukan ini semua!" Ucap Ririn dengan nada tinggi.


"Sayang, tolong kamu percaya sama aku, aku tidak pernah menikah dengan Sarah!" Ucap Benny dengan nada melas.


"Cukup, aku sudah muak dengan kamu!" Ucap Ririn sambil melenggang pergi.


Benny nampak kesal dan menampar Sarah dengan sangat keras. "Puas kamu sudah merusak rumah tanggaku!" Ucap Benny dengan tatapan tajam.


Sarah memegang pipinya dan meneteskan air matanya. "Kamu benar-benar keterlaluan, aku adalah istrimu keponakan dari Om Hardi!" Ucapnya sambil menangis.


Mereka semua nampak tertegun dan merasa heran dengan ucapan Sarah. "Kamu jangan ngawur, jelas-jelas kamu adalah Sarah bukan. istriku!" Ucap Benny dengan nada tinggi.


"Wajahku memang Sarah tapi aku bukan dia, aku adalah istrimu mas!" Ucapnya sambil memegang tangan Benny.


Benny langsung mengibaskan tangannya dan Sarah langsung terjatuh. "Kamu benar-benar wanita gila!" Ucap Benny.

__ADS_1


Pak Candra dan jeremi nampak menghampiri Sarah dan membantunya untuk berdiri. "Kamu kenal siapa aku!" Ucap Jeremi sambil melihat wajah Sarah.


"Aku tidak tahu siapa kamu, yang aku tahu hanya suamiku Benny!" Jawab Sarah sambil menangis.


"Tapi kenapa kamu ini, Sarah adalah wajahmu!" Ucap Jeremi dengan tatapan tajam.


"Aku melakukan operasi wajah untuk mendapatkan uang, untuk menyelamatkan nyawa anakku." Ucapnya sambil terduduk di lantai.


Siska langsung menghampiri dan menangis memeluk mamahnya. "Mah, jangan ceritakan lagi! Aku tidak mau terjadi apa-apa sama mamah!" Ucap Siska sambil menangis.


"Sayang, mamah akan menceritakan semuanya demi kebaikanmu. Kamu dan Berin adalah saudara kandung beda ibu." Ucap Sarah sambil menangis.


Benny nampak terduduk dan melihat wajah istrinya. "Jadi kamu benar istriku!" Ucap Benny tak percaya.


"Iya mas, anak kita sakit parah dan Sarah menawarkan untuk mendapatkan uang dengan cepat. Sarah mengoperasi wajahku yang mirip dengan wajahnya dan dia juga melakukan operasi wajah dengan wajah orang lain." Jawab istri Benny sambil menangis.


Benny memeluknya dengan erat dan meneteskan air matanya. "Sayang aku minta maaf, aku takut kamu akan nekad dan menyakiti Ririn." Ucap Benny.

__ADS_1


"Iya mas aku mengerti, sikapku waktu itu memang keterlaluan. Padahal dengan jelas, dia adalah istri pertamamu!" Ucapnya sambil menangis.


Jeremi mendekati Sarah. "Dan dimana Sarah sekarang?" Tanya Jeremi dengan raut wajah penasaran.


"Dia, sekarang ada di Jepara tapi anaknya ada di sini! Dia mengirimnya kemari untuk membalas sakit hatinya kepada kalian. Dan anak itu adalah anak dari musuh terbesarnya yaitu Riana." Ucapnya sambil menatap wajah Jeremi.


Jeremi nampak terkejut dan menggoyangkan tubuh Sarah. "Siapa nama anak itu?" Tanya Jeremi dengan raut wajah penasaran.


"Dia berna....!" Ucap Sarah terhenti saat sesuatu masuk ke dalam punggungnya.


Dor...Dor...


Terdengar suara 2 tembakan yang membuat mereka terkejut. Sarah langsung membulatkan matanya dan jatuh ke lantai dengan darah yang bercucuran. Dan begitupun juga dengan Siska yang terjatuh tak sadarkan diri.


Berin dan Jeremi langsung mengejar pelaku yang menembak mereka, sedangkan Pak Candra dan Benny langsung membawa mereka ke rumah sakit.


Jeremi dan Berin terus mengejar, tapi sayang mereka kehilangan jejak saat mobil menghalangi pandangannya. "Brengsek!" Gerutu Jeremi.

__ADS_1


"Siapa mereka, kenapa mereka menembak Siska dan mamah?" Tanya Berin dengan nada kesal.


__ADS_2