CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kegilaan Sarah


__ADS_3

"Gila, kamu benar-benar gila!" Teriak Jeremi.


"Iya, aku memang gila! Apa kesalahan ku, aku hanya ingin cintamu tidak lebih." Teriak Sarah dengan cukup keras sambil menangis.


Semua orang nampak tertegun, termasuk dengan Sindy. Dia baru mengetahui kebenarannya, jika Sarah mencintai Papahnya yaitu Jeremi sekaligus kakak kandung Sarah. "Mah, tolong hentikan semua ini! Aku sayang sama mamah meskipun kamu bukan ibuku. Meskipun mamah selalu berbuat jahat kepadaku, aku terima dan aku ingin kita menjadi keluarga." Ucap Sindy yang merasa iba kepada Sarah.


Sarah tersenyum sambil menyunggingkan bibirnya, dia menatap sindy dengan tatapan tajam. "Aku tahu, dari dulu kamu selalu menginginkan kasih sayang dariku tapi maaf rasa sayangku hanya untuk Jeremi. Dan kamu sebagai anaknya justru aku sangat membencimu, karena kamu anak dari Riana." Ujar Sarah.


Sindy nampak menangis dan air matanya tak bisa di bendung lagi. Rama mendekatinya dan memeluk Sindy agar lebih tenang.


"Sarah, apakah kamu masih ingat dengan jasa-jasa Riana yang telah mempertemukan kita?" Tanya Jeremi sambil melihat kearah Sarah.


"Iya, aku mengingatnya! Riana memang orang baik, tapi hal itu juga yang telah membuat aku benci kepadanya." Jawab Sarah dengan tatapan kosong.


"Apa maksudmu?" Tanya Pak Candra sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Kamu masih ingat, saat kita pertama kali bertemu?" Tanya Sarah sambil melihat kearah Jeremi.


Jeremi menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Sarah tersenyum dan menurunkan senjatanya. "Pertemuan itu adalah pertemuan pertama sekaligus aku jatuh cinta di pandangan pertama. Aku jatuh cinta sama kamu, karena kamu bagiku adalah super Hero. Dan aku telah berjanji kepada diriku sendiri, akan menjadikan mu suami di masa depan." Ujar Sarah sambil tersenyum dan memainkan pistolnya.


Semua orang nampak terdiam dan mendengarkan cerita Sarah. Sarah melanjutkan kembali ceritanya dengan tatapan sendu. "Sebelumnya aku benci Riana karena sifatnya yang angkuh, tapi setelah kejadian itu aku bisa menerima Riana sebagai teman. Tapi sayangnya, rasa cemburu ini terus menerus mengejar ku. Cemburu dari takdir, orang yang mengasihi dan termasuk kamu Jeremi." Ucap Sarah sambil menatap Jeremi.


"Sar, kita mulai semuanya dari awal. Walau bagaimanapun kamu tetaplah adikku, dan aku sangat menyayangimu." Ucap Jeremi sambil berjalan menghampiri.


"Sayang!" Ucap Sarah sambil tersenyum ketir.


"Iya, aku sayang sama kamu. Setelah apa yang kamu lakukan, aku akan tetap memaafkan mu." Ujar Jeremi dengan nada lembut.


"Aku tidak bisa, kamu adalah adikku. Didalam tubuh kita mengalir darah yang sama, darah dari kedua orang tua kita." Ucap Jeremi sambil mencoba menenangkan.


Sarah tak terima dengan jawaban yang keluar dari mulut Jeremi, tubuhnya gemetar karena menahan amarah di hatinya. "Kalau begitu lebih baik kamu mati!" Ucap Sarah sambil menarik pelatuknya.

__ADS_1


Dor..Dor...


Terdengar suara tembakan yang membuat mereka terkejut, tubuh Sarah mulai ambruk dan terjatuh ke lantai. Ternyata di belakang Sarah sudah ada polisi yang memberikan tembakan bius kepada Sarah.


Semua orang yang ada di sana nampak menghela nafas panjang. Dan polisi langsung menghampiri mereka. "Selamat siang Pak!" Sapanya.


"Siang pak, terima kasih atas kedatangannya!" Ucap Jeremi sambil berjabat tangan.


Semua orang yang ada di sana nampak terdiam dan mengerutkan keningnya. Mereka tidak mengerti dengan apa yang terjadi.


"Cepat borgol wanita itu dan bawa dia ke mobil." Ucap salah satu polisi.


Polisi lain langsung memborgol Sarah dan membawanya pergi. "Terima kasih atas kedatangannya, karena bapak nyawa kami jadi tertolong." Ucap Jeremi sambil tersenyum.


"Iya pak, itu memang sudah tugas kami. Dan ini semua berkat laporan bapak dan kami bisa datang tepat waktu." Jawab Pak polisi.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah tahu akan kejadian ini?" Tanya Pak Candra sambil melihat kearah Jeremi.


"Iya pah, aku tahu tidak akan semudah itu Sarah menyerah. Apalagi Sarah melakukan penukaran hasil tes DNA, tapi aku sudah menyiapkan semuanya. Dan aku yakin Sarah pasti akan datang, dan kita dengan mudah bisa menangkapnya." Ucap Jeremi sambil tersenyum puas.


__ADS_2