
Jerry nampak mengepalkan tangannya mendengar ucapan salah satu asistennya. "Brengsek!" Teriak Jerry dengan geramnya.
Jerry benar-benar tidak bisa memaafkan Berin untuk kali ini, dia menyuruh asisten pribadinya untuk menjatuhkan perusahaan Berin. "Kalian ingat, aku tidak suka mendengar kegagalan!" Ancam Jerry dengan tatapan tajam.
"Baik bos, kita akan melakukan sebaik mungkin!" Ucap mereka sambil beranjak pergi.
Di tempat lain...
Terlihat Laras masih duduk di pojok ruangan, dia terus menatap pintu karena takut akan kedatangan Berin. Ternyata dugaannya benar, knop pintu berdecit dan pintu pun terbuka.
Laras menatap pintu dan terus memperhatikan siapa yang datang. Detak jantungnya serasa berdegup kencang, saat melihat sosok lelaki masuk ke dalam dan menghampiri Laras.
Iya, lelaki itu adalah Berin. Dia masuk dan menghampiri Laras, senyuman lebar terpancar dari bibirnya. Sedangkan Laras seperti wanita yang defresi, dia berteriak ketakutan melihat Berin. "Pergi, aku benci sama kamu!" Teriak Laras dengan histeris.
Berin langsung memegang tangan Laras dan mencengkram dagunya. "Kenapa kamu jadi seperti ini? Aku adalah kekasihmu!" Ucap Berin sambil tersenyum.
__ADS_1
Laras tak bisa berbuat apa-apa, Berin mendekati bibir Laras dan sontak Laras langsung meludahinya. Berin nampak geram dan langsung menampar pipi Laras dengan sangat kencang.
Plakkk... "Dasar wanita tak tahu diri!" Ucap Berin sambil bangkit dan melepaskan tangan Laras.
Berin membuka sabuk dari celananya dan memecutkannya ke tubuh Laras. "Aku sudah berusaha baik sama kamu, tapi kamu tidak pernah menghargaiku. Jangan salahkan aku, salahkan Jerry karena dia telah membuat wajahku babak belur untuk kedua kalinya." Ucap Berin sambil terus mencambuk Laras dengan kencang.
"Aaagh, aaagh..." Rintih Laras menahan sakit akan cambukan demi cambukan.
Berin tersenyum puas melihat Laras menderita dan meneteskan air matanya. "Jerry andai saja kamu melihat kekasihmu, yang kesakitan karena ulahmu. Ha....ha..." Ucap Berin tersenyum puas.
"Hentikan mas, aku mohon!" Rintih Laras dengan nada pelan.
"Tidak, aku tidak akan pernah Sudi untuk melayani lelaki mesum seperti kamu." Teriak Laras menolak keinginan Berin yang sudah dia baca sebelumnya.
"Jadi kamu lebih memilih menderita, dari pada merasakan kenikmatan dunia yang akan aku berikan." Ucap Berin sambil mengangkat alisnya.
__ADS_1
Laras menggelengkan kepalanya dan mengepalkan tangannya. "Aku lebih memilih mati, dari pada aku melayani lelaki seperti kamu." Ucap Laras dengan nada di tekan.
Berin hanya tersenyum mendengar semua itu, dia langsung menghampiri Laras. "Kamu tenang saja, aku tidak akan pernah membuat kamu mari dengan mudah. Aku akan membuat hidup Jerry menderita melalui wanita yang dia cintai." Ucap Berin sambil menyentuh wajah Laras.
Laras hanya bisa pasrah, dia sudah tak berdaya untuk mempertahankan hidupnya. Berin bangkit dan menjauh dari Laras. "Kamu tenang saja, aku tidak akan memaksa kamu untuk melayaniku." Ucap Berin sambil tersenyum dan berjalan menjauh dari Laras.
Laras akhirnya bisa bernapas lega melihat Berin pergi dari kamarnya. Dia mencoba bangkit dan menahan rasa sakit di punggungnya. "Mas, kamu dimana? Aku mohon tolong aku!" Rintih Laras sambil bangkit dan pergi ke arah cermin.
Terlihat pakaian Laras sudah compang-camping, karena cambukan Berin yang sangat keras. Laras menatap wajahnya dari pantulan cermin dan dia hanya bisa menangis merasakan rasa sakit.
Beberapa hari kemudian...
Laras sudah mulai sembuh dari bekas cambukan yang di tinggalkan Berin. Dia tak bisa keluar dari kamar, makan pun hanya diberikan satu kali setiap hari. Hidupnya serasa bagaikan di neraka, dia merasa putus asa dan tak ingin hidup lagi.
Disaat Laras tengah meratapi nasibnya, terlihat pintupun terbuka. Laras mulai menjauh dan menatap terus kearah pintu. Dia penasaran siapa yang datang, dan juga ketakutan. Terlihat dua wanita cantik dengan tubuh yang ideal dan payudara besar masuk ke dalam ruangan dan tersenyum kearah Laras. "Jadi kamu wanita yang berani menolak mas Berin!" Ucap salah satu wanita itu dengan tatapan jijik.
__ADS_1
Laras hanya tersenyum mendengar ucapan wanita itu. "Kalian berdua siapa, jangan-jangan kalian adalah wanita penghibur yang sengaja di pesan Berin untuk memuaskan nafsu bejatnya!" Ucap Laras dengan nada meledek.
Kedua wanita itu nampak kesal, dan langsung menampar Laras dengan penuh kepuasan. Terlihat berin masuk ke dalam dan menghentikan mereka. "Hentikan! Jangan kotori tangan kalian yang mulus ini untuk memukul wanita seperti dia. Lebih baik kalian melayaniku dan memuaskan ku." Ucap Berin sambil merangkul kedua wanita itu dan mencium pipi mereka.