CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Permohonan maaf


__ADS_3

Terlihat air mata nampak mengalir di pipi Sarah, dia bangkit dari tempat duduknya dan menatap ke arah keluarga Pak Candra. "Puaskah kalian sekarang?" Teriak Sarah dengan mata yang merah.


"Sebenarnya apa kesalahan ku? Aku hanya jatuh cinta seperti kalian, apakah itu semua kesalahan?" Lanjutnya Sarah sambil berteriak.


"Tolong nona tenang, ini pengadilan!" Ucap pak pengacara.


"Kalau saya diam, apakah hukuman saya akan berkurang?" Tanya Sarah sambil menatap pengacaranya.


Pengacara terdiam, Sarah melanjutkan kata-katanya yang selama ini dia pendam. "Pak hakim yang terhormat, izinkan saya untuk mengucapkan kata perpisahan kepada lelaki yang saya cintai." Ucap Sarah dengan tatapan sendu.


Pak hakim berunding dan mengabulkan permintaan Sarah. Sarah tersenyum puas dan terlihat senyuman itu membuat semua orang merinding. "Kalian tahu, aku disini adalah korban! Korban dari ketidak adilan dunia dan juga korban dari cinta. Selama ini aku sudah berusaha mengubur cinta ini untukmu, tapi sayangnya aku tidak bisa. Cintaku terlalu dalam, hingga akhirnya aku menjadi seperti ini." Rintihnya sambil menangis.


Jeremi tidak tega melihat adiknya seperti ini, dia mendekati Sarah dan langsung memeluknya. "Sar, kakak juga sayang sama kamu! Andai saja waktu bisa terulang kembali, aku akan selalu ada untukmu dan menjadi teman curhatmu." Ucap Jeremi.

__ADS_1


Sarah memeluk Jeremi dengan erat, kehangatan yang selama ini dia rindukan akhirnya di rasakan nya. "Kak, aku minta maaf atas semua kesalahanku. Aku akan terima semua hukumannya, karena itu semua adalah perbuatan ku." Ujar Sarah.


"Iya, Sarah kakak akan selalu memaafkan mu karena kamu adalah adikku satu-satunya." Ujar Jeremi sambil meneteskan air matanya.


Sarah tersenyum dan terlihat wajahnya bahagia. "Kak, semoga bisa bahagia setelah ini! Kalian harus berhati-hati dengan Ririn dan Benny." Ujar Sarah sambil menatap wajah Jeremi.


"Iya, aku sangat menyayangimu!" Ucap Jeremi sambil mengecup kening Sarah.


Sarah dan Jeremi bangkit. "Kak, bolehkah aku menemui Om Candra?" Tanya Sarah.


Jeremi menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Mereka pergi menghampiri Pak Candra dan Sarah langsung memeluknya. "Om, maafkan aku! Karena ulahku kalian menjadi menderita." Ujar Sarah sambil menyodorkan tangannya.


Pak Candra nampak memalingkan wajahnya, dua benar-benar tak bisa memaafkan Sarah. Karena dia juga, Pak Candra kehilangan Riana dan juga cucunya.

__ADS_1


Sarah mengerti dengan arti bungkam Pak Candra, dia tersenyum dan mengangguk kepalanya. "Tidak apa-apa Om, aku tidak akan memaksa. Aku tahu kesalahan ku tidak bisa begitu saja di maafkan, tapi setidaknya aku telah mencoba. Aku ingin di sisa umurku ini, beban ku berkurang. Oh iya Om, kalian saat ini belum bisa bahagia dengan tenang, karena musuh kalian masih ada dan di sekitar kalian." Ujar Sarah sambil pergi.


Pak Candra terkejut dengan ucapan Sarah. "Tunggu! Apa maksudmu?" Ucap Pak Candra dengan nada kesal.


Sarah tak menjawab, dia hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Dia berjalan kembali menuju Sindy, Sarah langsung terduduk di lantai dan menggenggam kaki Sindy. "Sayang, mamah minta maaf! Mamah menyesal karena telah membuat kamu terpisah dari keluarga mu." Ujar Sarah sambil menangis.


Sindy nampak mundur dan melepaskan genggaman tangan di kakinya. "Lepaskan! Seharusnya mamah menyesal dari dulu. Aku sayang sama mamah tapi kenapa mamah melakukan semua ini kepada ku. Mamah jadikan pelampiasan karena kebencian mamah terhadap keluarga ku. Mamah siksa aku, disaat mamah kesal dan selalu mengucapkan kata-kata kotor kepadaku." Ujar Sindy sambil meneteskan air matanya.


"Maafkan mamah, saat itu mamah di butakan dendam dan cemburu kepada mamahmu." Ujar Sarah sambil menangis.


"Nasi sudah menjadi bubur, semuanya sudah terlanjur mamah lakukan dan sekarang mamah menjalani hukuman yang setimpal atas semua kejahatan yang telah mamah lakukan." Ujar Sindy sambil menangis.


"Iya, sayang mamah akan menjalani semuanya. Tapi setidaknya mamah ingin kamu maafin mamah." Ujar Sarah sambil menatap wajah Sindy.

__ADS_1


__ADS_2