CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Rumah baru


__ADS_3

Di kediaman Ririn...


Terlihat Ririn tengah bergegas keluar rumah dengan membawa koper yang cukup besar, dia memasukkannya ke dalam bagasi. Ia langsung melajukan mobilnya dengan raut wajah kesal. "Dasar wanita j****g, kenapa dia selalu membuat ulah. Dan aku juga tidak habis pikir, kenapa Berin tertarik dengan wanita seperti itu." Gerutu Ririn sambil menyetir mobil.


Disaat Ririn tengah sampai di tempat yang Berin beri, matanya tertuju kepada sosok perempuan yang tengah duduk di balik pohon besar. "Ternyata kamu disana!" Ucap Ririn menyunggingkan senyuman.


Ririn langsung menghentikan mobilnya, tepat di samping Laras. Dia langsung keluar dari mobil dengan wajah begitu kesal. "Dasar wanita j****g, ternyata kamu disini. Ayo cepat, ikut aku sekarang." Teriak Ririn sambil menjambak rambut Laras.


Laras nampak terkejut dan merasa kesakitan. "Sakit mah!" Rintihnya sambil memegang tangan Ririn.


Ririn tak mendengarkan ucapan Laras, dia langsung menariknya masuk ke dalam mobil. Laras hanya bisa pasrah, dan masuk ke dalam mobil. Setelah Laras masuk, Ririn langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang. "Kenapa kamu selalu membuat anakku bersedih?" Tanyanya dengan nada kesal.

__ADS_1


"Mah, aku tidak bermaksud untuk seperti itu. Mas Berin yang mencoba untuk memperkosaku!" Ucap Laras keceplosan salah menyebut nama.


Ririn tersenyum dan melihat kearah Laras. "Ternyata kamu sudah tahu semuanya, aku tidak menyangka gadis kampungan seperti kamu bisa mengetahui ini semua dengan cepat." Ucap Ririn sambil menyunggingkan bibirnya.


"Iya mah, aku mengetahuinya. Meskipun mas Berin melakukan kebaikan terhadapku untuk bisa meyakinkanku tapi hati ini tetap tidak bisa di bohongi." Ucap Laras sambil meneteskan air matanya.


Ririn tersenyum dan memberikan senyuman sinis. Dia memainkan jarinya di pedal stir dan hatinya merasa gemas dengan rupa polos Laras.


Setelah 20 menit menyetir, akhirnya Ririn menghentikan mobilnya di sebuah rumah yang cukup besar. Laras nampak terbelalak dan melihat kearah Ririn. "Ini rumah siapa mah?" Tanya Laras.


Laras menganggukan kepalanya dan keluar dari mobil, dia masuk ke dalam bersama Ririn. Dan disaat mereka membuka pintu, terlihat sosok lelaki tengah duduk di sofa dengan wajah yang penuh luka. Ririn yang terkejut melihatnya, langsung berlari sambil menangis. "Sayang kenapa kamu bisa seperti ini?" Tanyanya sambil memegang wajah Berin.

__ADS_1


Berin tak menjawab, dia menoleh ke arah Laras dengan tatapan mata tajam. "Bawa Laras ke kamar dan jangan biarkan dia pergi dari rumah ini." Perintahnya dengan tatapan mata penuh amarah.


Ririn menuruti perintah dari anaknya, dia langsung menarik tangan Laras dan membawanya ke dalam kamar. Ririn mendorong tubuh Laras ke dalam kamar dan menguncinya dari luar.


Laras hanya bisa pasrah, karena dia tahu tidak mudah untuk pergi dari sarang harimau. Dia menangis di balik pintu dan teringat akan Jerry. "Mas, aku minta maaf sama kamu. Aku tidak tahu, apakah aku bisa mempertahankan keperawanan ku kali ini." Batin Laras sambil meneteskan air matanya.


Di tempat lain...


Terlihat Jerry tengah geram, dia mencari keberadaan Berin dan mendapatkan alamat rumahnya. Jerry dengan rasa penuh kebahagiaan menuju alamat yang di berikan. "Sayang, tunggu aku!" Ucap Jerry sambil mencium foto di dalam handphonenya.


Jerry membawa beberapa orang kepercayaannya untuk mengawal dan menuju rumah Berin. Tak lama menunggu, akhirnya mereka sampai dan langsung keluar dari mobil dan mendobrak pintunya.

__ADS_1


Mereka semua masuk ke dalam rumah dan mencari kesetiap ruangan. "Laras di mana?" Teriak Jerry sambil membuka kamar satu persatu.


Mereka tak mendapatkan keberadaan Laras dan Berin. Jerry nampak kecewa dan memijat kepalanya. Terlihat seorang pengawal datang menghampirinya dan memberikan kabar buruk. "Bos, sepertinya mereka sudah meninggal rumah ini. Kami memeriksa lemari yang sudah bersih, tidak tersisa satu pakaian pun." Ucapnya.


__ADS_2