CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Masalah mendesak


__ADS_3

Jerry nampak bahagia, dia menatap Laras dari balik kaca pintu. "Akhirnya kamu bisa mendapatkan donor mata, semoga setelah ini kita bisa bersatu untuk selamanya," gumam Jerry.


Dreeat....Dreeeat...


Disaat Jerry tengah menatap wajah kekasihnya dari kejauhan, terasa getaran handphonenya dari dalam saku celana. Dia langsung mengambilnya dan mengangkat telpon tersebut.


"Selamat siang Pak!"


"Iya siang, ada apa meneleponku?"


"Begini pak, ada masalah besar di perusahaan. Banyak klien komplen tentang perusahaan kita."


"Komplen masalah apa? Perasaan semuanya baik-baik saja!"


"Anda sudah beberapa hari ini tidak masuk kerja, dan kesalah pahaman ini harus di selesaikan secepatnya. Atau para klien agar mundur dan menarik investasinya untuk pembangunan proyek kita yang ada di Surabaya."


"Biarlah, lagi pula itu bukan proyek satu-satunya!"

__ADS_1


"Tidak bisa seperti itu pak, kalau proyek kita gagal kemungkinan besar proyek yang lainnya akan sama. Dan perusahaan kita akan mengalami kebangkrutan dari masalah ini."


"Baiklah, saya akan menyelesaikannya! Kamu siapkan berkas-berkas yang di bahas dan kirimkan mobil ke rumah sakit Medika. Saya tunggu 20 menit untuk sampai ke sini," ucap Jerry sambil menutup telponnya.


Jerry nampak kesal karena dia harus pergi dan meninggalkan Laras sendiri. Jerry langsung masuk ke ruangan Laras dan duduk di sampingnya. "Sayang, aku pergi dulu yah! Aku janji tidak akan lama," ucap Jerry sambil menggenggam tangan Laras.


Hatinya merasa sedih harus meninggalkan Laras, tapi apalah daya perusahaannya lebih penting dari segalanya. Dia langsung mengecup kening Laras dan pergi meninggalkannya. "Aku mencintaimu!" Ucap Jerry sambil menoleh ke belakang.


Dia bergegas keluar dari ruangan Laras dan pergi meninggalkan rumah sakit. Tapi sebelum pergi Jerry telah memberikan amanat kepada dokter dan suster agar tidak mengizinkan siapa pun untuk menengok Laras, jika tidak ada izin darinya.


Dia langsung bergegas pergi dan meninggalkan rumah sakit tersebut. Terlihat tanpa disadari, sepasang bola mata tengah memantau Jerry dan tersenyum melihat kepergiannya. "Aku akan datang sayang, kamu akan menjadi miliki seutuhnya!" Gumamnya dengan mata yang menyeringai.


Jerry tengah berjalan dengan cepat, karena mobil kantor tengah menunggunya. Di perjalanan Jerry berpapasan dengan seorang lelaki yang menggunakan jaket hitam dan mengunakan masker untuk menutupi wajahnya. Dia menabrak tubuh Jerry dan tangannya mengarah ke saku celana. "Maaf mas, saya tidak sengaja!" Ucap lelaki itu.


Jerry yang terjatuh dan tak menyadari apa yang terjadi, dia nampak geram tapi dia tak ingin berkepanjangan. Dia langsung bangkit dan lelaki itu menjauh darinya, tangannya mengambil KTP dari dompet Jerry dan melemparkan dompetnya kembali. "Mas, dompetnya jatuh!" Ucap lelaki tersebut.


Jerry langsung menoleh dan mengambil dompetnya, dua langsung masuk ke dalam mobil dan pergi dari sana.

__ADS_1


Lelaki itu tersenyum menatap mobil Jerry yang semakin menjauh. "Selamat tinggal adikku sayang," ucap lelaki itu sambil membuka masker yang menghalangi wajahnya.


Terlihat wajah lelaki itu yang tak lain adalah Berin. Dia langsung pergi meninggalkan rumah sakit dengan hati tang bahagia. "Sebentar lagi Laras akan menjadi milikku untuk selamanya dan Jerry hanya akan menangisinya," batinnya dengan wajah dan senyuman yang cukup menyeramkan.


Beberapa hari kemudian...


Laras nampak telah sadarkan diri, dia langsung mencoba bangkit dan meraba-raba sekitarnya. "Mas, mas!" Ucap Laras.


Dokter pun menghampirinya dan tersenyum. "Akhirnya mbak telah sadar juga, mas Jerry pergi dulu untuk menyelesaikan pekerjaannya dan dia berpesan untuk menjaga mbak," ujar dokter tersebut.


Laras menganggukan kepalanya, dia merasa sedih karena harus berpisah dengan Jerry. Dua hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban dan membaringkan tubuhnya kembali.


"Mas, aku takut sendirian!" Gumam Laras.


Dokter langsung pergi meninggalkan Laras dan dia berpapasan dengan Berin. "Dok, saya diutus Jerry untuk menjemput Laras!" Ucap Jerry.


"Maaf pak, bukannya saya tidak percaya ta.." Ucap dokter itu terhenti.

__ADS_1


"Saya tahu dokter pasti cemas dengan kedatangan saya. Tapi saya punya bukti, dia memberikan KTP ini untuk menjemput Laras karena dia tahu dokter pasti akan menolak saya." Ucap Berin.


Dokter tersebut nampak percaya dan memberikan izin kepada berin. Berin dengan bahagia langsung masuk ke dalam ruangan Laras. Dia nampak menelan ludah saat melihat tubuh Laras yang tengah terbaring. "Aku pasti akan mendapatkannya!" Batin Berin sambil tersenyum.


__ADS_2