
Nadia tersenyum, melihat 4 penjahat yang lari terbirit-birit. Ia mengetahui, bahwa yang menyuruhnya pastilah Jeremi. Sambil berjalan, Ia merenggangkan otot-ototnya dengan bahagia.
"Berapa pun lelaki yang akan meniduri ku, aku pasti bisa melayani mereka semua. Kecuali aku mendapatkan cinta sejati dan aku yakin cinta sejati itu adalah kamu Jeremi." Ucapnya dengan tatapan tajam.
Nadia kembali ke kediaman keluarga Candra. Tapi rumah masih sepi dan Ia berjalan masuk ke dalam. Ia berjalan menuju kamar Jeremi dan mencari sesuatu. Ia menatap album foto Jeremi dari usia muda sampai sekarang.
Nadia menatapnya dengan linangan air mata. "Sayang, kenapa kita harus jadi seperti ini? Di saat kita bertemu, kamu menyelamatkan hidupku dari lelaki hidung belang. Tapi setelah aku jatuh cinta, kenapa takdir begitu kejam dan mempersatukan kita dalam ikatan saudara." Lirihnya.
Kalian pasti tahu, apa yang di maksud oleh Nadia? Dan siapa Nadia sebenarnya. 😁😁
Nadia menghapus air matanya, saat foto Jeremi bersama dengan Riana. "Semua ini salah kamu, kenapa kamu hadir di dalam hubungan kami. Kamu memang berjasa karena telah menolongku, tapi kamu juga adalah alasan untuk hidupku yang berantakan." Teriaknya sambil merobek foto Riana.
Nadia nampak histeris, Ia menangis sambil berteriak. Ia merasa hidupnya telah hancur dan cintanya tidak akan mungkin bisa bersama. "Jeremi, seharusnya kamu memilih aku. Regina tidak pantas untukmu, Dia hanyalah wanita murahan." Lirihnya sambil mengelus foto Jeremi.
Nadia membaringkan tubuhnya di atas ranjang dan mengelus bantal dan guling. "Jeremi bantal dan guling ini selalu kamu sentuh, tapi kenapa kamu tidak pernah ingin menyentuhku. Aku sudah banyak berkorban untukmu, termasuk merasakan sakit setelah melakukan operasi wajah sebanyak 2 kali." Ucapnya.
Nadia semakin terobsesi, Ia benar-benar bernafsu pada tempat tidur Jeremi. Ia melakukan aksi yang tidak wajah terhadap guling yang sudah di tempel dengan foto Jeremi.
__ADS_1
"Jeremi, sentuhlah aku sepuas hatimu. Mungkin hari ini aku hanya merasakan guling, tapi suatu hari nanti kamu yang akan melakukan ini." Ucapnya sambil mengelus guling ke seluruh tubuhnya.
...
Di tempat lain...
Terlihat Ririn sudah duduk di kursi kejayaan. Ia menjadi kesayangan suaminya, sekaligus ratu di tempat itu. Meskipun Ia terlihat bahagia, tapi batinnya benar-benar terluka. Setiap malam, Ririn selalu melayani suaminya dengan tidak wajar. Tubuhnya serasa remuk dan terlihat memar di sekujur tubuhnya.
Ia akhirnya memutuskan untuk balas dendam kepada Nadia. Ia mendekati suami yang tengah bersiap untuk pergi ke kantor. "Mas...!" Sapanya bergelayut manja.
"Apa sayang?"
"Itu semua tidak mungkin, aku tidak menyukai Nadia." Jawab Rendra sang suami.
Ririn nampak terdiam, Ia duduk di atas ranjang sambil menundukkan kepalanya. Rendra yang begitu mencintai Ririn, langsung menghampiri dan mengelus rambutnya.
"Sayang, kamu kenapa? Apakah kata-kata ku telah melukaimu?" Tanyanya dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
"Mas...! Aku ingin Nadia berada disini, meskipun kamu tidak mencintainya. Anggap saja ini adalah permintaanku. Karena sebelumnya, aku tidak pernah meminta apapun." Jawab Ririn dengan sayu.
"Baiklah, kalau itu yang kamu mau! Aku akan menyuruh anak buah ku untuk membawanya kemari. Asalkan kamu tidak cemberut seperti ini, aku tidak suka melihatnya." Jawab Rendra sambil mencubit pipi Ririn.
Ririn bahagia dan langsung memeluk Rendra. "Terima kasih sayang, aku sangat mencintaimu." Ucap Ririn.
"Benarkah, kalau begitu bagaimana kita mulai lagi?" Ucap Rendra dengan tatapan tajam.
"Mas, hari ini aku begitu lelah. Dan kemarin malam, kamu terlalu jahat. Semua tubuhku terasa sakit dan banyak memar di sekujur tubuhku." Jawab Ririn.
"Maaf sayang, aku tak bisa menahan. Semakin kamu menggoda, semakin itu pula aku ingin mengeluarkan semua hasrat ku." Tuturnya.
"Tapi sebaiknya kamu mengurangi semua itu, kamu mau jika aku mati karena cintamu yang berlebihan." Ucap Ririn dengan nada manja.
"Tidak...aku tidak mau kehilanganmu. Kamu adalah wanitaku dan baru pertama kali aku merasakan jatuh cinta kepada wanita dengan tulus. Iya, lain kali aku akan bermain dengan lebih lembut, hingga kamu benar-benar puas." Ucap Rendra.
"Iya, sayang aku percaya sama kamu. Aku yakin, kamu tidak akan pernah menyakitiku lagi." Jawab Ririn sambil tersenyum.
__ADS_1
Hai semua, author ucapin terima kasih atas semua dukungannya. Dan author mau kasih, rekomendasi novel baru yang judulnya Cinta Segitiga bodyguard Cantik. Jangan lupa mampir yah, dan selalu dukung karya-karya author.