CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Perasaan Berin


__ADS_3

Berin merasa kesal, dan tak terasa menarik tangan Laras dengan cukup keras. Terdengar rintihan Laras yang membuat Berin terbangun dari lamunannya. "Aw, sakit!" Rintih Laras.


Berin langsung menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Laras. Ia nampak terkejut dan langsung melihat tangan Laras. "Sayang, aku minta maaf! Aku benar-benar tidak sengaja," ucap Berin sambil mengusap tangan Laras yang terlihat merah.


"Tidak apa-apa mas, tapi kenapa kamu seperti ini?" Tanya Laras sambil melihat kearah berin.


"Ah, tidak apa-apa. Aku hanya sedang ada masalah. Ayo kita makan, kita makan di tempat yang dekat saja!" Ajak Berin sambil tersenyum.


Laras menganggukan kepalanya dan mengikuti langkah Berin. "Aku tahu kamu orang yang baik, tapi sampai kapanpun aku tidak bisa mencintaimu seperti mencintai mas Jerry." Batin Laras sambil melihat kearah berin yang tengah berjalan.


Akhirnya mereka sampai ke tempat makan terdekat, mereka duduk di salah satu meja dan memesan beberapa makanan. "Kamu mau makan apa sayang?" Tanya Berin.


"Aku mau coba makan gudeg, sepertinya terlihat lezat sekali," ucap Laras sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah, kamu tunggu sebentar aku pesan dulu!" Ucap Berin sambil beranjak dari tempat duduknya.


Terlihat berin menunjukan jarinya ke beberapa makanan, Laras hanya memandanginya dari kejauhan. "Aku tahu kamu sana baiknya dengan mas Jerry, tapi cintaku telah mentok untuknya." Batin Laras.


Akhirnya Berin kembali ke tempat duduknya dan membawa dua piring makanan di tangannya. "Silahkan tuan putri, ini pesanan anda!" Ucap Berin sambil memberikannya kepada Laras.


Pipi Laras nampak memerah, dia tersipu malu dengan ucapan berin. Sikapnya yang selalu perhatian membuatnya nyaman, tapi dengan sikap ini juga dia menjadi kesal dan geram karena bagaimanapun Berin meniru tingkah Jerry dan perhatiannya. Dan itu semua yang membuat Laras tidak bisa melupakan Jerry dan tidak bisa memaafkan Berin yang telah memisahkannya.


"Bagaimana, apakah kamu menyukai makanannya?" Tanya Berin sambil tersenyum.


"Iya mas, makanannya enak sekali!" Ucap Laras sambil terus menyantap makanannya.


"Makannya pelan-pelan nanti kamu tersedak!" Ucap Berin sambil terus memandangi wajah Laras.

__ADS_1


Laras menganggukan kepalanya sebagai jawaban, tanpa berhenti makan. Berin terus memandangi wajah Laras dan tak bisa mengalihkan pandangannya. "Andai saja kamu tahu, kalau aku bukan Jerry. Mungkinkah kamu akan menerimanya, atau malah kamu pergi menjauh dariku!" Batin Berin sambil terus memandangi Laras.


Hati Berin terus bergejolak, benci yang tadinya ada di hati sekarang berubah menjadi cinta. Cinta Berin terhadap Laras sudah cukup besar. Wanita-wanita yang selalu memuaskan nafsunya, hanya menjadi pelampiasan karena dia tidak bisa menyalurkan kepada Laras.


Berin tak berani menyentuhnya, seperti kepada wanita lain. Laras nampak istimewa di hatinya, dan dia tidak akan membiarkan siapapun mengambilnya dari tangan berin. Meskipun itu kekasihnya, Jerry. "Aku lebih rela, persaudaraanku hancur dibandingkan aku harus kehilangan dirimu." Batin Berin sambil meneteskan air matanya.


Laras yang terlihat selesai makan langsung melihat kearah berin yang tengah melamun dan meneteskan air matanya. Dia menghapus air mata Berin dan membuat Berin terkejut. "Kamu kenapa mas?" Tanya Laras sambil melihat wajahnya.


Berin langsung melihat kearah Laras, dan menggenggam tangannya. "Sayang kamu percayakan sama aku?" Tanya Berin.


Laras menganggukan kepalanya dan mengerutkan keningnya karena merasa heran dengan pertanyaan Berin. "Iya, memangnya kenapa?" Tanya Laras kembali.


"Menikahlah denganku, aku mohon!" Ucap Berin dengan tatapan sendu dan penuh harapan.

__ADS_1


__ADS_2