CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kesalahpahaman


__ADS_3

Jerry mengajak Laras untuk kerumahnya, meskipun Laras terus menolak tapi Jerry tetap kekeh dalam prinsipnya. Akhirnya Laras setuju dan mereka langsung masuk ke dalam mobil. Jerry langsung melajukan mobilnya sambil tersenyum melihat kearah Laras.


1 jam kemudian...


Akhirnya mereka sampai di depan rumah Pak Candra, mereka langsung masuk ke dalam dan Jerry membantu Laras dari belakang.


Setelah sampai di rumah, Jerry menyuruh Laras untuk duduk di ruang tamu, dan Jerry pergi ke kamarnya untuk mengganti pakaian.


Di rumah nampak sepi, tak ada siapapun disana. Terlihat berin baru saja datang dan tertegun melihat Laras yang tengah duduk di sofa. "Siapa wanita itu?" Gumam Berin sambil terus bertanya-tanya.


Berin menghampirinya dan melihat wajahnya, dia terus menatap wajah cantik dan mempesona itu. "Maaf mbak, anda siapa?" Tanya Berin sambil duduk di depannya.


Laras nampak terkejut dan dia merasa gugup. "Maaf mas, saya Laras dan pasti anda majikan disini!" Ucap Laras sambil tersenyum.

__ADS_1


"Oh ternyata namamu Laras! Iya saya majikan disini, ada urusan apa disini!" Ucap Berin sambil terus memandangi paras Laras.


"Say..!" Ucap Laras terhenti karena di dahului ucapan Berin.


"Oh iya saya tahu, kamu pasti ke sini untuk memijatkan! Kebetulan sekali saya sedang tidak enak badan, bisakah kamu memijat saya dulu!" Ucap Berin mendahului Laras.


"Maaf mas, tapi sa..." Ucap Laras terhenti kembali.


"Ah, sudahlah dari pada nganggur dan menunggu lama lebih baik kamu memijat aku dulu!" Ucap Berin sambil duduk mendekati Laras.


Laras langsung memijat bahunya, dia nampak meneteskan air matanya saat di pandang rendah karena dia tidak bisa melihat. "Mungkinkah mas Jerry juga seperti itu!" Batinnya.


Berin nampak menikmati pijatan Laras yang lembut. "Kamu pandai sekali memijat, bagaimana jika bayarannya aku naikan menjadi 3× lipat. Asalkan kam..." Ucap Berin sambil memegang tangan Laras.

__ADS_1


Laras nampak kesal dan mengibaskan tangannya. "Cukup, saya mengerti maksud anda!" Ucap Laras sambil berdiri dan beranjak pergi.


Terlihat Jerry sedang menuruni tangga, hatinya yang merasa bahagia menyertainya. Tiba-tiba pandangannya tertuju pada satu kejadian yang membuat jantungnya sesak. "Berin!" Gumam Jerry sambil berlari menghampirinya.


Berin nampak kesal dan dia langsung mendorong tubuh Laras. "Dasar wanita tidak tahu diuntung, sudah bagus aku masih tertarik padamu meskipun kamu Bu.." Ucap Berin terhenti saat pukulan mendarat di pipinya.


Berin nampak terkejut saat melihat orang yang memukulnya. "Jerry, apa yang kamu lakukan?" Tanya Berin dengan nada kesal.


"Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kamu lakukan kepada Laras!" Bentak Jerry dengan nada tinggi.


Berin nampak terdiam, dia merasa bersalah karena telah membuat Jerry marah. "Jerry aku bisa jela..." Ucap Berin terhenti saat Jerry menghujani pukulan kepadanya.


Jerry nampak kesal dengan perlakuan Berin kepada Laras. Dia sampai tak sadar dan gelap mata. Ririn dan keluarga nampak terkejut melihat pemandangan yang tidak mengenakkan. "Hentikan!" Teriak Ririn sambil berlari.

__ADS_1


Jerry tak menghiraukan perkataan Ririn, dia terus memukul Berin yang sudah tak berdaya. Ririn langsung memeluk berin dan Jerry menghentikan pukulan. "Bunda!" Ucap Jerry dengan nada pelan.


Ririn nampak kesal dan menatap Jerry dengan tatapan tajam. "Ayo pukul lagi, biar kamu puas!" Ucap Ririn dengan mata yang merah penuh amarah.


__ADS_2