
Ririn menghampiri Nadia yang sudah tak sadarkan diri. mengambil segelas air dan langsung mengguyurkan di wajahnya.
Nadia terbangun dengan nafas yang sesak, matanya nampak merah dan ia segera mundur.
"Ampun...! Ampuni saya..." Pintanya memohon dan bersujud.
Ha...ha...ha...
Ririn yang melihat segera tertawa bahagia. Nadia yang berada dalam sujud nya seketika tersadar karena merasa familiar dengan suaranya.
"Ririn...!" Ucapnya sambil membulatkan mata.
Ririn pun menyunggingkan senyumnya. "Iya ini aku sahabatku! Selamat datang di duniaku!" Jawabannya.
Nadia seketika merasa tak percaya karena melihat Ririn nampak baik-baik saja. Dulu dia sengaja memasukkan Ririn ke dalam pelukan Rendra agar dia sangat menderita dan tidak menjadi pengganggu untuk hidupnya.
"Sepertinya kau di perlakukan dengan baik disini!"
Ririn menganggukkan kepalanya. "Iya, seperti yang kau lihat! Aku mendapatkan semua yang ku mau disini dan aku sangat berterima kasih karena telah membawaku kemari!" Jawabannya menyombongkan diri.
Nadia mencoba untuk bangkit. "Lalu kenapa kau membawaku kemari? Lepaskan aku, aku tidak mau disini!" Teriaknya.
__ADS_1
Ririn seketika merubah raut wajahnya. Ia menghampiri Nadia dan mencengkram dagunya dengan sangat keras.
"Aku sengaja membawamu kemari untuk berbagi kebahagiaan!" Ucapnya dengan mata yang merah.
Nadia nampak kesakitan dan melihat ekspresi wajah Ririn ada rasa takut di hatinya.
"Sepertinya, aku tidak akan baik-baik saja!" Batinnya.
Ririn memanggil penjaga dan menyuruhnya untuk memanggil sang suami. Tak lama, Rendra pun datang dan menghampiri dengan penuh kehangatan.
"Sayang, aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku! Dulu dia adalah wanita yang paling jahat padaku dan selama ini telah membuatku menderita!" Tuturnya sambil bergelayut manja.
"Apa yang kau mau, sayang?"
Nadia yang mendengar permintaan Ririn seketika memohon kepada Rendra.
"Rendra tolong jangan seperti ini! Kita bersahabat dan aku yang telah membawa Ririn kemari." Pintanya sambil memegang kaki Ririn.
"Aku tidak mengenalmu! Wajahmu memang cantik, tapi untuk kali ini aku tidak tertarik!" Jawabannya dengan dingin.
Nadia pun menangis. "Rendra, aku Sarah! Wanita yang pernah berlabuh di hatimu, bukan inginku untuk meninggalkan mu. Tapi ada aku lupa ingatan dan ada orang yang telah mengganti wajahku!"
__ADS_1
Seketika tubuh Rendra bergetar saat mendengar nama Sarah. Ya, karena dia adalah cinta pertamanya sekaligus menjadi awal hidupnya yang berantakan.
"Sarah...! Ucapnya menunduk sambil menatap wajahnya.
"Iya, sayang ini aku! Aku sangat mencintaimu!" Jawabannya dengan lembut.
Rendra nampak luluh tapi turun tak terima. "Gak bisa, jika Rendra luluh aku yang pasti akan menderita." Batinnya.
hiks...hiks...
Seketika Ririn pun menangis dengan histeris dan memecah cermin. Ia langsung mengambil pecahan cermin yang runcing dan mengarahkannya ke Nafi tangannya.
"Kamu bohong, katanya cinta sama aku! Selama ini Ku menerima penyiksaan mu karena aku sangat mencintaimu, jika sudah begini lebih baik aku mati. Aku sudah tidak sanggup hidup dengan laki-laki seperti dirimu!" Teriaknya.
Rendra langsung menahan Ririn dan pecahan kaca itu melukai tangannya. Ririn pun terkejut dan langsung membuangnya.
"Maaf, aku tidak bermaksud menyakitimu!" Tuturnya panik karena takut Rendra marah.
Rendra tak menggubris ucapan Ririn dan ia langsung memeluk tubuhnya.
"Aku sayang sama kamu dan aku tidak ingin kehilanganmu. Hanya kamu yang bertahan dan menerima kekuranganku." Jawabannya dengan sedih.
__ADS_1
Ririn pun tersenyum dan merasa lega. "Iya, aku juga sayang sama kamu. Aku tidak ingin, kau kembali dengan Nadia. Aku cemburu dan merasa tidak pantas bersanding dengan mu." Tuturnya dengan raut wajah sedih.