
Asisten setianya telah menyiapkan persiapan untuk kepergian Jerry dan file-file yang di perlukan untuk meeting bersama klien di sana.
Akhirnya Jerry berangkat ke bandara ditemani sindy dan asisten setianya. Sindy nampak menggunakan pakaian yang terbuka dan merasa bahagia bisa pergi bersama.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya penerbangan ke daerah Yogyakarta berangkat. Jerry, sindy dan asistennya langsung masuk ke dalam pesawat dan mencari tempat duduk. Jerry langsung duduk dan terlihat Sindy mendekati tempat duduknya. "Berhenti, aku ingin duduk sendiri!" Ucapnya dengan nada dingin.
"Tapi pak, kita harus membicarakan beberapa proyek yang akan ki..." Ucap Sindy terhenti saat melihat mata Jerry yang melotot dan menggelengkan kepalanya.
"Baik, pak sama akan duduk di tempat lain." Ucap Sindy dengan nada terpaksa.
Sindy langsung duduk di samping asisten pribadi Jerry, dia nampak memonyongkan bibirnya karena kesal. "Dasar lelaki aneh," gumam Sindy.
Lelaki disampingnya tersenyum dan melihat kearah sindy. "Percuma kamu mendekatinya, dia tidak akan tertarik kepada wanita seperti dirimu." Ucap asisten pribadinya sambil tersenyum mengejek.
__ADS_1
Sindy menoleh kearah lelaki tersebut dengan tatapan tajam. "Heh, memangnya kamu siapa! Aku bisa mendapatkan bosmu dengan mudahnya." Ucap Sindy sambil menyunggingkan bibirnya.
"Apapun yang kamu lakukan itu semua percuma, wanita seperti kamu banyak dan dia hanya bisa menatapnya dari kejauhan." Ucap asisten tersebut dengan nada sinis.
"Bagaimana kalau kita bertaruh, jika aku bisa mendapatkan hatinya di Yogyakarta kamu harus mau melakukan apapun yang aku inginkan!" Ucap Sindy sambil tersenyum.
"Oke, dan jika kamu gagal aku ingin mencicipi sedikit dari tubuhmu yang seksi ini." Ucapnya sambil memegang tangan sindy.
Sindy mengepiskan tangannya dan mendelikan matanya. "Cih, aku merasa jijik sama kamu. Tapi is oke, aku setuju!" Ucap Sindy sambil menyodorkan tangannya.
Lain dengan Sindy, dia merasa besar hati dan yakin akan bisa mendapatkan Jerry di pelukannya. Dengan tubuhnya yang seksi dan menggoda Jerry pasti tidak akan bisa menolaknya. Batinnya yang terus tersenyum, dia sedang memikirkan cara untuk menjalankan misi yang di berikan mamahnya melalui asisten itu.
"Dasar lelaki jalang, tidak semudah itu kamu mendapatkan tubuhku. Jika aku kalah pun, aku tidak akan pernah Sudi memberikannya." Batin Sindy dengan mata yang menyeringai.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian...
Akhirnya pesawat mendarat di bandara internasional Yogyakarta. Mereka langsung turun dan mengambil koper di tempat pemeriksaan. Setelah merasa cukup mereka langsung pergi meninggalkan bandara dan terlihat telah bertengger mobil berwarna putih yang tengah menunggu.
"Ini mobil yang kami sediakan, silahkan CEO masuk." Ucap asistennya sambil membuka pintu belakang.
Jerry masuk ke dalam dan terlihat Sindy dengan bangganya masuk ke dalam mobil. Jerry mengangkat tangannya dan sindy berhenti. "Kamu kenapa lancang sekali, aku tidak suka duduk bersama wanita meskipun kamu sekertarisku." Ucap Jerry dengan nada kesal.
"Tapi pak, mobilnya cuma satu!" Ucap Sindy sambil tersenyum.
"Aku tidak perduli, kamu bisa mencari taksi atau bahkan berjalan kaki." Ucap Jerry dengan nada kesal.
Asisten itu nampak tersenyum, dia mendekati sindy dan memberikan bisikan ketelinganya. "Kamu persiapkan tubuhmu, dan ingat kamu harus wangi dan buat aku tergoda." Bisiknya.
__ADS_1
Sindy mendorong tubuh lelaki itu dan memberikan tatapan sinis. Asisten itu langsung masuk ke dalam mobil dan dia duduk di depan. Supir langsung melajukan mobilnya dan meninggalkan sindy sendiri.
Sindy nampak geram dan hanya bisa menatap mobil yang semakin menjauh. "Aaggggghh, awas saja aku akan membalas sua penghinaan ini!" Ucapnya sambil mengepalkan tangannya.