
Jerry pun tersadar dan langsung meminta maaf kepada berin. "Kak, aku minta maaf!" Ucap Jerry sambil menghampirinya.
Ririn yang nampak masih kesal, langsung mendorong tubuh Jerry. "Maaf! Kamu lihat berin terluka parah seperti ini!" Ucap Ririn dengan nada ketus.
"Bunda, aku terbawa emosi karena perlakuan kak Berin kepada Laras." Lirih Jerry sambil melihat kearah Ririn.
"Laras, maksud kamu wanita buta itu!" Teriak Ririn sambil menunjukkan jarinya ke arah Laras.
"Bunda, jangan bicara seperti itu!" Ucap Jerry.
Ririn tersenyum dan menyunggingkan bibirnya. "Memangnya aku harus menyebutnya apa, memang kenyataannya dia wanita buta." Ucap Ririn.
Jerry nampak geram dan mengepalkan tangannya. "Cukup bunda, aku tidak bisa terima perkataan bunda." Teriak Jerry sambil membulatkan matanya.
Ririn nampak terkejut dan jantungnya serasa sesak, dengan seketika air matanya pun jatuh. "Jerry kamu membentak bunda!" Ucap Ririn dengan penuh rasa kecewa.
Jerry hanya terdiam dan tak menjawab, dia langsung membangkitkan Laras yang terjatuh. "Kamu tidak peduli lagi sama bunda, bunda lebih menyayangi kamu dari pada Berin. Tapi kenapa kamu membuat bunda kecewa." Lirih Ririn sambil menangis.
__ADS_1
Jerry membalikkan badannya dan menatap kearah Ririn. "Bunda aku juga menyayangi bunda, seperti mamahku sendiri. Tapi tolong bunda jangan menghina wanita ini, entah kenapa hatiku sakit melihat dia yang terus diinjak-injak!" Ucap Jerry sambil meneteskan air mata.
"Kamu hanya iba melihatnya, bukan karena apa-apa!" Ucap Ririn dengan nada tinggi.
Benny dan Pak Candra langsung mengobati luka lebam di wajah Berin. Sedangkan Jeremi menghampiri mereka. "Sudahlah jangan bertengkar lagi, Jerry bawa masuk Laras ke kamar!" Ucap Jeremi dengan nada lembut.
Ririn yang nampak kesal langsung menghampiri langkah mereka. "Hentikan, aku tidak akan mengizinkan wanita hina ini masuk ke dalam." Ucap Ririn sambil menghalangi mereka.
"Ririn, hentikan kamu jangan seperti ini!" Ucap Jeremi sambil menurunkan tangan Ririn yang menghalangi.
"Kalau bunda tidak mengizinkan dia masuk, maka aku akan pergi dari sini." Ucap Jerry sambil melihat kearah Ririn.
Ririn pun tersenyum mendengar ucapan Jerry. "Bagus, bagus!" Ucap Ririn sambil menepuk tangan.
"Cukup bunda, aku akan melakukan apapun agar dua bisa tinggal di sini!" Ucap Jerry.
"Tidak ada yang bisa membujukku, jika kamu masih memaksa lebih baik kamu juga pergi dari sini." Ucap Ririn dengan tatapan tajam.
__ADS_1
"Ririn!" Teriak Jeremi sambil melihat kearahnya.
"Kenapa, kamu tidak setuju! Kalau ku juga tidak setuju, kalian pergi dari sini!" Teriak Ririn.
Pak Candra dan Benny yang mendengar ucapan Ririn langsung datang menghampiri. "Ada apa ini? Kenapa kalian harus bertengkar!" Teriak pak Candra.
"Pah, Ririn mengusir Jerry dan begitupun juga dengan aku!" Ucap Jeremi.
"Kamu kenapa Rin, mereka adalah keluargaku! Dan Jerry adalah cucuku!" Ucap Pak Candra dengan nada tinggi.
"Memangnya aku ini siapa pah, aku telah membesarkan Jerry dari bayi begitukah balasan kalian untukku!" Ucap Ririn sambil meneteskan air mata.
"Bukan begitu maksud papah, tapi kamu tidak perlu melakukan itu. Papah tidak suka ada pertengkaran di keluarga ini." Ucap Pak Candra.
"Bukan aku pah yang memulainya tapi Jerry. Papah lihat keadaan Berin, dia terluka karena ulahnya." Ucap Ririn sambil menunjukkan jarinya.
"Papah tahu karakter Jerry, dia tidak mungkin memukulnya tanpa alasan. Dan papah juga tahu sikap Berin yang tercela." Ucap Pak Candra dengan tatapan tajam.
__ADS_1