
"Sssttt, sayang ini aku!" Ucap Jerry sambil mendekati Laras.
"Pergi, pergi!" Teriak Laras sambil menangis.
Jerry mulai menjauh dari Laras. "Sayang kamu tenang dulu, ini aku Jerry!" Ucap Jerry dengan penuh kelembutan.
"Bohong aku tidak percaya!" Jawab Laras dengan nada tinggi. Maklum, Laras belum pernah melihat wajah Jerry.
"Makannya kamu tenang dulu. Coba kamu ambil nafas dan buang perlahan! Aku tahu kamu belum pernah melihat wajahku, tapi aku yakin kamu masih ingat dengan suaraku." Ucap Jerry dengan penuh kelembutan.
Laras mulai menenangkan dirinya, dia mengambil nafas dan membuang nafas dengan perlahan. Dia mulai menatap wajah Jerry, dan mencoba mengingat kembali suara kekasihnya itu. "Aku butuh bukti, kalau kamu benar-benar Jerry." Ucap Laras dengan penuh kewaspadaan.
Jerry tersenyum, dia mendekati Laras dan Laras mundur secara perlahan. "Aku tahu kamu belum pernah melihat wajahku, tapi aku yakin kamu bisa merasakannya!" Ucap Jerry sambil mengambil tangan Laras dan meletakkannya di wajahnya.
Laras nampak masih ketakutan, dia menarik tangannya kembali. "Memangnya, kamu yakin aku bisa mengenali wajahmu dengan cara itu?" Tanya Laras sambil mencari tahu.
"Aku yakin, cara ini juga yang kami minta sebelum operasi mata kamu. Kamu yang meminta untuk menyentuh wajahku, agar setelah bisa melihat nanti, kamu bisa mengenalinya." Ucap Jerry sambil tersenyum.
Laras nampak tertegun mendengar ucapan Jerry. Dia mencoba memantapkan hatinya untuk meraba wajah Jerry sambil memejamkan matanya. "Wajah ini, suara ini!" Ucap Laras sambil meneteskan air matanya.
__ADS_1
"Bagaimana?" Tanya Jerry sambil mengangkat alisnya.
Tanpa pikir panjang, Laras langsung memeluk Jerry dengan erat. "Mas, ini beneran kamu kan?" Tanya Laras sambil menangis.
"Iya sayang ini aku, aku bahagia akhirnya kita bisa bertemu. Aku sudah mencari kamu sejak lama dan Alhamdulillah Allah mempertemukan kita disini." Ucap Jerry sambil membalas pelukannya dan mencium kening Laras.
Mereka saling berpelukan melepaskan kerinduan, keduanya menangis karena merasa bahagia. Setelah banyak hal yang mereka lalui, akhirnya mereka dipertemukan kembali.
Jerry melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Laras. "Sayang kenapa kamu masih menangis? Kamu sekarang aman, aku janji tidak akan ada lagi hal buruk yang akan menimpamu lagi!" Ucap Jerry sambil terus menatap wajah Laras.
"Mas!" Ucap Laras sambil menangis kembali.
"Hey, sayang kamu lihat aku. Aku bahagia bisa bertemu denganmu dan kamu bisa selamat dari bandit tua itu." Ucap Jerry sambil terus menatap wajahnya.
Laras menganggukan kepalanya dan tersenyum. Dia menghapus air mata Jerry. "Kamu juga, kenapa menangis?" Tanya Laras sambil terus menatap wajah Jerry.
"Ini adalah tangisan bahagia, aku sangat merindukanmu." Ucap Jerry sambil tersenyum.
Laras mendekati wajah Jerry dan mendaratkan ciuman di bibirnya. Jerry nampak terkejut dan bahagia. Dia membalas ciumannya dan mereka saling menikmati.
__ADS_1
Laras melepaskan kecupan di bibir Jerry dan langsung memeluk tubuhnya. "Mas, apakah kamu sayang sama aku?" Tanya Laras.
"Tentu saja sayang, aku sangat menyayangimu dan mencintaimu!" Jawab Jerry.
"Kamu mau kan nolongin aku?" Tanya Laras.
Jerry nampak heran dan mengerutkan keningnya. "Apa?" Tanya Jerry.
Pipi Laras langsung memerah, dia tersenyum dan merebahkan tubuhnya. "Aku mohon, aku sudah tidak tahan. Tubuhku serasa panas, aku tidak tahu apa yang Pak Broto itu suntikan!" Ujar Laras dengan wajah yang lemas.
Jerry nampak terdiam, dan langsung mengambil handphonenya. "Tolong kamu cari obat penawar untuk obat perangsang!" Ucap Jerry sambil menutup telponnya.
"Kenapa mas?" Tanya Laras sambil melihat wajah Jerry.
Jerry berbaring di samping Laras dan menatap wajahnya. "Bukannya aku tidak mau, tapi aku ingin kita melakukannya setelah menikah. Aku juga lelaki yang normal, tapi aku akan menjaga kehormatanmu sampai kura menikah!" Ujar Jerry dengan penuh kelembutan.
Laras nampak tersenyum dan menggenggam tangan Jerry. "Mas, aku rela! Anggap saja, sebagai obat untuk kerinduanmu!" Ucap Laras dengan nada menggoda.
Jerry menggelengkan kepalanya dan tersenyum. "Lelaki mana yang sanggup menahan godaan dari wanita cantik sepertimu! Tapi aku sanggup menahannya sampai di hari pernikahan kita. Sebentar lagi, asistenku akan membawa obat penawar untukmu!" Ucap Jerry sambil mencium kening Laras.
__ADS_1