
Akhirnya mereka pergi bersama dan suasana hati Sindy serasa lega. "Ram, aku tidak menyangka kamu kembali untukku dan bisa menerima ku apa adanya." Ucap Sindy sambil melihat kearah Rama.
Rama menggenggam tangan Sindy dengan erat dan tersenyum. "Meskipun hati ini masih sakit, mendengar semua ini. Tapi aku akan berusaha melupakannya, karena ini semua bukan salah Sindy. Semua ini salah mamahnya dan aku tidak akan melepaskannya." Batin Rama sambil terus menggerutu.
Di tempat lain...
Terlihat tenda biru tengah terbentang di gedung tempat pernikahan. Janur kuning menghiasi di depan gedung tersebut, atas nama Jerry dan Laras. Jam sudah menunjukkan pukul 08:00. Para tamu undangan tengah berdatangan, kolega-kolega bisnis rekan Jerry datang dengan dia dan ucapan.
Pak Candra dan Jeremi menyambut para undangan dengan senyuman. Terlihat mobil pengantin pun telah tiba. Jerry nampak terlihat tampan dan gagah dengan menggunakan setelah baju putih dengan jas yang elegan.
Begitupun juga dengan Laras, dia keluar dari mobil dengan menggunakan baju pengantin yang telah mereka pesan sebelumnya. Seperti yang di inginkan Jerry, Laras menggunakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya. Meskipun begitu, sorot mata yang tajam, dan body yang terlihat gemulai membuat semua tamu nampak terkesima.
Banyak para tamu undangan saling bergunjing. Ada yang mengatakan hal yang positif dan ada juga yang sebaliknya. Jerry dan Laras tak menghiraukan perkataan mereka, yang mereka inginkan adalah bersatunya cinta mereka di pernikahan.
__ADS_1
Akhirnya acara ijab qobul berlangsung, paman Laras menjadi wali nikah untuknya. Meskipun semua itu tidak gratis, pamannya meminta sejumlah uang kepada Jerry sebagai imbalannya.
Jerry membaca ijab qobul dengan lantang dan tanpa ada rasa gugup di hatinya. "Bagaimana para saksi, sah? Tanya Pak Amil sambil melihat kearah saksi.
"Sah!" Teriak saksi dan para tamu yang ada.
Senyuman terpancar dari kedua mempelai, Laras tersenyum dan merasa bahagia, Jerry menyematkan cincin di jari manis Laras. Dan Laras langsung sungkem kepada Jerry dan Jerry pun mengecup kening Laras dengan lembut.
Pak Candra dan jeremi nampak tersenyum melihat Jerry bisa tersenyum dengan lepas dan bahagia.
Rasa tidak suka yang besar, nampak jelas terlihat di wajah Benny. Sampai-sampai seorang wanita menyadarinya dan tersenyum melihatnya. "Aku tahu, kami benci dengan suasana ini!" Ucap wanita itu sambil tersenyum.
Benny nampak terkejut yang tak menyadari ke datangannya. "Siapa kamu?" Ucap Benny sambil melihat wajahnya.
__ADS_1
"Kamu lupa sama aku atau kami tidak mengenaliku!" Tanya wanita itu sambil menggoda Benny.
Benny nampak terdiam, dia mencoba mengingat wajah wanita yang ada di hadapannya. Tapi nihil, dia tidak mengingat dengan wajah wanita itu. "Aku tidak mengenalmu!" Ucap Benny dengan nada ketus.
"Kamu mengenalku tapi kamu hanya tidak mengenaliku!" Ucap wanita itu sambil tersenyum.
Benny nampak mengerutkan keningnya yang tak mengerti dengan maksud ucapannya. "Maksudnya?" Tanya Benny.
Wanita tersebut langsung menarik tangan Benny dan menjauhi keramaian, dia membawa Benny keluar dari gedung. "Aku Sarah!" Ucap wanita itu.
"Tidak mungkin, aku mengenal Sarah!" Ucap Benny sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu masih ingat acara lamaran anakmu, Sarah waktu itu adalah mantan istrimu. Dan aku adalah Sarah yang asli." Ucap wanita itu sambil tersenyum.
__ADS_1
Benny nampak terkejut dan dengan seketika raut wajahnya berubah. Matanya mulai memerah dan tangannya mulai mencekik leher Sarah. "Jadi kami yang merencanakan semua ini, aku telah kehilangan anak dan istriku!" Ucap Benny dengan penuh amarah.
"Uhuuk..uhukk, lepaskan tanganmu! Aku bisa menjelaskan semuanya." Ucap Sarah sambil memukul tangan Benny.