CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Pertemuan


__ADS_3

Dreett...


Terdengar suara handphone bergetar, Jerry langsung mengambilnya dan terlihat pesan teks dari Pak Broto. "Bukalah dulu videonya, jangan sampai kamu menyesal. Kamu tahu aku sudah tidak tahan melihat kecantikan, tapi demi kami aku rela menahannya. Biarlah kamu merasakan bagaimana merenggut keperawanan seorang gadis." Isi dalam pesan tersebut.


Jerry tersenyum membaca pesan tersebut. Asisten pribadinya menghampiri dan merasa heran dengan sikap Jerry. "Ada apa bos? Sepertinya anda terlihat bahagia?" Tanyanya dengan raut wajah penasaran.


"Ini, si bandot tua memberikan kado wanita dan katanya masih perawan. Dan dia terkesan memaksa, malah dia memberikan Vidio tentang wanita itu." Ujar Jerry.


"Coba saja di lihat dulu videonya, kali aja bos tertarik," ucap asistennya.


"Ini kamu saja yang lihat, aku tidak Sudi melihatnya!" Ujar Jerry sambil memberikan handphonenya.


Asistennya langsung mengambil handphone dan melihat Vidio tersebut. Dia nampak mengerutkan keningnya saat melihat wajah wanita itu. "Bos sepertinya aku pernah melihat wanita ini!" Ucapnya sambil melihat kearah Jerry.


"Pantas saja kamu sering lihat, bukannya kamu sering jajan di luar sana!" Ujar Jerry sambil tersenyum.

__ADS_1


"Aku serius bos, wanita ini seperti gadis yang tidak bisa melihat yang ada di rumah bos dulu." Ucap asistennya mencoba meyakinkan.


Jerry yang mendengar semua itu langsung mengambil handphonenya, dan melihat video tersebut. "Iya, ini Laras!" Ucap Jerry dengan nada bahagia.


Jerry langsung menelpon Pak Broto tanpa pikir panjang lagi. Telponan langsung di angkat tanpa menunggu lama.


"Bagaimana Pak Jerry, apakah anda tertarik?" Tanya Pak Broto sambil tersenyum.


"Iya, aku setuju. Tapi aku tidak ingin kamu menyentuh wanita itu!" Ucap Jerry dengan nada tinggi.


"Tenang saja, aku akan mengalah asalkan dengan satu syarat!" Ucap Pak Broto dengan senyum liciknya.


"Itu mudah, kamu tinggal mundur dari tender ini." Ujar Pak Broto.


Jerry nampak terdiam, dia melihat kearah asistennya. Asisten tersebut nampak menggelengkan kepalanya untuk tidak menyetujui persyaratan yang di berikan Pak Broto. "Baiklah aku setuju, dimana wanita itu?" Tanya Jerry.

__ADS_1


"Akhirnya seorang CEO tampan yang angkuh dan di katakan tidak menyukai wanita, ternyata bisa luluh dengan kecantikan seorang wanita." Ucap Pak Broto dengan nada meledek.


"Sudahlah, aku tidak suka berbelit-belit. Dimana lokasinya, aku akan kesana segera?" Tanya Jerry dengan nada kesal.


"Kita ada di hotel mawar di ruangan 206. Aku akan menitipkan kuncinya pada resepsionis." Jawab Pak Broto.


Jerry langsung mematikan teleponnya dan bergegas pergi menuju alamat yang diberikan. Asistennya langsung menyetir mobil dengan kecepatan sedang dan Jerry benar-benar tidak tahan lagi. Kerinduannya benar- benar besar. "Cepetan bawa mobilnya, jangan lelet begini!" Ucap Jerry dengan nada ketus.


"Siap bos!" Jawabnya sambil menambah kecepatan.


30 menit berlalu, akhirnya mereka sampai dan memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan. Jerry langsung keluar dari mobil dan masuk ke dalam hotel tersebut. Dia menuju resepsionis untuk mengambil kunci kamar tersebut.


Setelah mendapatkan kuncinya, dia langsung masuk ke dalam lift dan menuju lantai tiga. Selang beberapa menit akhirnya lift terbuka dan Jerry langsung mencari nomer kamarnya. "201, 202, 203 dan ini dia!" Ucap Jerry sambil berjalan.


Jerry memasukkan kuncinya kedalam knop pintu. Dan akhirnya pintu terbuka, Jerry berjalan masuk ke dalam dengan langkah kaki yang pelan. "Laras!" Ucap Jerry sambil melihat wanita yang tengah berbaring di atas ranjang.

__ADS_1


Jerry melihat wajah wanita itu dan tersenyum. Iya benar, dia memang Laras wanita yang dia cari selama ini. Dia langsung memeluk tubuh Laras yang terlihat masih belum sadarkan diri. "Sayang akhirnya aku menemukanmu!" Ucap Jerry sambil meneteskan air matanya.


Laras nampak membuka matanya, dia melihat samar sosok lelaki yang ada di hadapannya. Dia begitu terkejut dan langsung mendorong tubuh Jerry. "Pergi, pergi, tolong... tolong..." Teriak Laras dengan histeris.


__ADS_2