CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Ke makam


__ADS_3

Laras hanya diam dan tak menjawab pertanyaan Jerry. Jerry nampak tersenyum dan melihat kearah Laras. "Kamu tenang saja, aku tidak akan menculikmu! Aku hanya kasihan melihat kamu berjalan dengan lutut yang terluka!" Ucap Jerry sambil membuka pintu mobilnya.


Laras pun tersenyum, kamu semua yang ada di pikirannya telah terbaca oleh Jerry. "Sepertinya dia orang baik!" Gumamnya dalam hati sambil masuk ke dalam mobil.


Jerry nampak puas dan dia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya. Laras memberikan alamat rumahnya dan Jerry langsung menuju ke alamat tersebut. Di dalam mobil, terlihat Jerry curi-curi pandang kepada Laras yang tak menyadarinya. "Aku tidak menyangka, wanita sederhana sepertimu bisa membuatku nyaman!" Gumamnya dalam hati sambil tersenyum.


39 menit kemudian...


Akhirnya mobil Jerry terhenti di sebuah tempat kumuh dan kotor, Jerry nampak merinding melihat gang yang sempit dan juga bau. "Dimana rumah kamu?" Tanya Jerry sambil melihat kearah Laras.


"Tempatnya tidak jauh kok, aku turun di sini saja. Aku takut para tetangga menggunjingkan yang tidak-tidak." Ucap Laras sambil tersenyum.

__ADS_1


"Ya sudah rapi kamu hati-hati! Ooh iya, berapa semua bunganya?" Tanya Jerry sambil melihat kearah Laras.


"50 ribu saja!" Jawab Laras.


Jerry memberikan uang sebesar 500 ribu kepada Laras, tapi Laras menolaknya. "Uangnya terlalu besar, aku tidak mungkin bisa menerimanya!" Ucapnya sambil memberikan kembali.


"Ambillah, anggap saja untuk mengobati lukamu!" Ucap Jerry dengan nada memaksa.


Jerry memberikan uang yang di minta Laras, meskipun hatinya merasa kecewa, Laras turun dari mobil dan mengucapkan terima kasih kepada Jerry dan Jerry hanya tersenyum. "Ooh, iya kapan-kapan kita bertemu lagi yah!" Ucap Jerry sambil melihat kearah jendela.


Laras menganggukan kepalanya dan tersenyum, dia langsung pamit pergi dengan pipi yang merah. "Baru kali ini aku bertemu lelaki yang mau menerima keadaanku!" Gumamnya sambil tersenyum.

__ADS_1


Jerry langsung melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut, dia pergi ke makam mamahnya dan membawa bunga yang baru di belinya dari Laras.


Akhirnya Jerry sampai dan meletakkan bunganya di dekat batu nisan. "Assalamualaikum mah, aku kangen sama mamah! Meskipun aku tidak pernah melihat mamah, tapi hatiku merasa tenang jika datang kemari!" Ucap Jerry sambil meneteskan air matanya.


Jerry membersihkan rumput-rumput yang ada di makam tersebut. "Mah! Diperusahaan aku bertemu dengan sekretaris baru, wajahnya mirip dengan papah! Aku tidak tahu, apa dia adikku atau malah anak dari selingkuhan papah. Tapi yang pasti setelah aku mengetahuinya, aku akan memberitahu kepada mamah dan semoga saja dia adikku!" Ucap Jerry sambil tersenyum.


Akhirnya Jerry meninggalkan makam tersebut dan langsung masuk ke dalam mobil. Dia langsung melajukan mobilnya ke arah kantor. Di perjalanan terlihat Jerry tersenyum sendiri, mengingat wajah Laras yang manis saat tersenyum.


40 menit kemudian...


Akhirnya Jerry sampai di kantor dan memarkirkan mobilnya di tempat yang sudah di sediakan. Jerry langsung masuk ke dalam dan menuju ke ruangannya. Terlihat seorang lelaki tengah duduk di ruangannya dan tersenyum menyambut kedatangan Jerry. "Sayang, kamu dari mana saja! Papah sudah menunggu kamu lama sekali, dan tumben kamu datang terlambat?" Tanya Jeremi sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2