CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kebenaran masa lalu


__ADS_3

Benny melepaskan cekikan di leher Sarah. "Apa yang ingin kamu jelaskan?" Tanya Benny dengan nada kesal.


Sarah merenggangkan otot-ototnya dan mengambil nafas dengan panjang. "Sebenarnya aku menolong kamu, bukan membunuh tanpa alasan!" Ucap Sarah sambil tersenyum.


Benny nampak membulatkan matanya melihat kearah Sarah. "Sudahlah, jangan berbelit-belit lagi! Sekarang katakan, apa maksudmu?" Tanya Benny dengan nada ketus.


"Kamu tahu, wanita itu penipu! Kami hanyalah seorang kambing hitam, Siska bukanlah anakmu. Siska adalah anak dari kekasih lama istrimu, sebelum menikah dengan mu dia telah hamil. Dan kebetulan kamu datang, karena kekasihnya tidak mau bertanggung jawab." Ujar Sarah sambil duduk di kursi yang ada di sana.


"Tidak mungkin, aku tidak percaya akan semua ucapan mu." Ucap Benny dengan nada tinggi.


"Terserah! Yang penting aku sudah memberitahu kebenarannya. Coba kamu pikir, istrimu yang terlahir dari keluarga kaya raya, dengan tubuh seksi dan paras yang sangat cantik, bahkan di sukai banyak lelaki. Dan dia malah menjatuhkan pilihannya kepada lelaki jelek dan miskin seperti kamu." Ujarnya sambil menyunggingkan bibirnya.


Benny nampak terdiam mencoba mengingat kembali masa lalunya.


Flash back...


2 tahun yang lalu, nampak seorang lelaki tengah memandangi kecantikan seorang wanita dari sudut ruangan. Lelaki itu yang tak lain ialah Benny. Benny yang dulu belum punya apa-apa, Benny yang dulu masih hidup dalam keterbatasan ekonomi.

__ADS_1


Dia bekerja di rumah Pak Andi, ayah dari istrinya sebagai supir sekaligus tukang kebun. Sering kali Benny di perlakukan semena-mena oleh keluarganya. Tapi Benny tetap sabar, karena ia ingin dekat dengan gadis pujaan hatinya.


Sering kali Benny mendekati wanita itu tapi dia selalu di perlakukan seperti kacung. Di sering di tendang bahkan di siram dengan air bekas.


Tapi di suatu malam, wanita itu datang ke kamarnya dan menggoda Benny. Awalnya dia menolak karena takut ketahuan, tapi wanita itu terus menggoda dan akhirnya terjadi hubungan yang tidak senonoh.


Benny dan wanita itu tertidur pulas karena merasa lelah akan permainan yang mereka lakukan malam itu. Sampai pagi pun tiba, pintu kamar terdengar di Ketut dengan sangat keras.


Benny dan wanita itu nampak terkejut dan membuka matanya. Terlihat seorang lelaki paruh baya sedang berdiri di samping mereka dan melihat mereka yang menggunakan selimut dan tidak menggunakan sehelai pakaian pun. "Papah!" Ucap wanita itu.


Benny hanya bisa pasrah dan tidak bisa keluar dari balik selimut karena tubuhnya tengah telanjang bulat. "Ampuni saya Pak!" Lirih Benny yang sudah tidak berdaya.


Wanita itu langsung mengambil pakaiannya, dan menghampiri Papahnya. "Pah, tolong ikut aku sebentar!" Ucapnya.


Pak Andi langsung pergi mengikuti anaknya, mereka nampak berbicara dengan serius dan Benny hanya melihat mereka dari kejauhan. Setelah pembicaraan itu selesai, Pak Andi datang menghampiri Benny. "Pokoknya saya tidak mau tahu, malam ini kamu harus menikahi anakku!" Teriaknya.


Benny yang saat itu ketakutan, nampak terkejut mendengar ucapan Pak Andi. Perasaan takut bercampur bahagia, yang sedang ada di hatinya.

__ADS_1


Pak Andi tanpa berkata lagi langsung pergi meninggalkan kamar Benny. Benny hanya tersenyum mendengar semua itu, karena akhirnya cintanya selama ini bisa di dapatkan. Khayalan dan impian bisa bersama dengan wanita yang dia cintai menjadi nyata.


Flash on...


"Bagaimana, apakah kamu sudah mengingat semuanya?" Tanya Sarah sambil mengangkat alisnya.


Benny nampak menganggukkan kepalanya. "Jadi malam itu, wanita sialan itu sengaja menjebak ku! Dan orang tua itu, setelah memukulku jadi ingin menikahkan ku. Kenapa aku tidak berpikir sebelum bertindak, aku memang bodoh karena cinta mataku jadi buta." Ucap Benny dengan penuh rasa kecewa.


"Sudahlah, semuanya sudah berlalu! Sekarang apakah kamu mau membantuku?" Tanya Sarah sambil tersenyum.


Benny nampak melirik kearah Sarah dan tersenyum. "Jika bayarannya sesuai, itu bisa saja terjadi!" Ucap Benny sambil mengedipkan matanya.


"Berapapun yang kamu minta, aku akan memberikannya?" Ucap Sarah.


Benny nampak tersenyum dan duduk di samping Sarah. "Uang bukanlah yang ku inginkan! Aku sekarang ini tidak pernah kekurangan uang. Yang ku butuhkan sekarang ini hanyalah belaian dan kecupan manis dari bibirmu." Ucap Benny sambil memainkan jarinya di bibir tipis Sarah.


Sarah langsung menepis tangan Benny dan dia langsung mendekati Benny dan mengecup bibir nya dengan penuh kelembutan. "Bagaimana dengan ini, apakah bisa?" Tanya Sarah sambil tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2