CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kabar buruk


__ADS_3

Jeremi nampak tertegun dan melihat kearah Jerry, dia meletakkan tangannya di bahu Jerry. "Terima kasih nak, kamulah yang selalu ada untukku sebagai penyemangat hidupku!" Ucap Jeremi sambil tersenyum.


Jerry langsung memeluk Jeremi dengan erat. "Pah, kamulah yang selalu mengajarkanku untuk menjadi tiang untuk keluarga kita." Ucap Jerry sambil meneteskan air matanya.


"Maafkan papah nak, papah telah memberikan beban berat seperti ini!" Ucap Jeremi sambil memeluk anaknya.


Jerry melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. "Papah tidak perlu khawatir, aku anak yang kuat dan papah bisa mengandalkan aku!" Ucap Jeremi dengan sombongnya.


Jeremi nampak bahagia dan menggosok rambut Jerry. "Dasar kamu tuh, meskipun kamu sudah dewasa tapi bagi papah kamu masih anak-anak!" Ucap Jeremi dengan nada bahagia.


Akhirnya mereka sampai di kediaman Pak Candra, mereka langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam. Terlihat berin dan Ririn tengsh bercengkrama dengan bahagia. "Ada apa ini, kalian seperti sedang bahagia?" Tanya Jeremi sambil menghampiri.


"Iya nih, kamu lihat anakku bermaksud untuk melamar wanita yang ada di kantornya!" Ucap Ririn dengan bahagia.


"Bagus dong, jadi kak Berin tidak perlu memainkan hati perempuan lagi." Ucap Jerry sambil duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Kapan aku memainkan hati perempuan, aku tuh orangnya setia!" Jawab berin sambil tersenyum.


"Iya, kak Berin memang setia tapi setiap tikungan ada!" Ucap Jerry sambil menyenggol tubuh Berin.


"Ngomong-ngomong kapan kamu akan memperkenalkan wanita kepada keluarga kita?" Tanya berin sambil tersenyum.


"Jangan pedulikan aku, aku masih kecil. Kak Berin aja yang sudah tua untuk menikah!" Ucap Berin sambil meledek berin.


"Enak saja kamu bilang aku sudah tua, perbedaan kita cuma 2 tahun!" Ucap Berin sambil memonyongkan bibirnya.


Mereka semua nampak bahagia termasuk Jeremi dan juga Ririn, pak Candra mengawasi dari jauh dan hatinya merasa lega karena keluarganya bisa akur. Terlihat Benny datang dengan raut wajah cemas dan langsung menghampiri mereka. "Ada kabat buruk?" Ucapnya dengan tergesa-gesa.


"Kabar buruk apa?" Tanya Jeremi dengan raut wajah penasaran.


Pak Candra datang menghampiri dan merasa terkejut dengan raut wajah anaknya. "Ada kabar buruk apa nak?" Tanya Pak Candra sambil duduk.

__ADS_1


"Tadi aku bertemu dengan Sarah, dan dia menghampiriku!" Ucap Benny sambil mengambil nafas.


"Lalu apa yang dia katakan?" Tanya Ririn penasaran.


"Dia bilang, kalau dia akan kembali ke samping Jeremi dengan anaknya yang dia ambil." Ucap Benny sambil melihat kearah mereka.


"Jadi benar yang telah menculik anakku adalah dia!" Ucap Jeremi dengan nada kesal.


Pak Candra terlihat tenang dan menggelengkan kepalanya. "Kalian tenang dulu, jika benar dia memang yang menculik cucuku tapi kenapa dia mengakuinya dengan mudah. Kalian harus pikirkan itu semua, hangan sampai kita masuk ke dalam perangkapnya. Wanita itu, wanita yang licik dan kita harus selalu waspada!" Ucap Pak Candra dengan nada tenang.


Semua orang yang ada di sana nampak tertegun dan merenungi ucapan Pak Candra. "Kalau begitu kita harus mengirimkan mata-mata untuk menyelidiki Sarah secara langsung, kita harus mempunyai bukti untuk mencebloskan dia ke penjara!" Ucap Pak Candra.


"Aku kenal seseorang, dia adalah detektif yang handal dan bisa di andalkan!" Ucap Benny menawarkan diri.


"Baguslah, kalau begitu kamu suruh dia datang kemari dan ingat kamu harus mencari orang yang benar-benar bisa di percaya!" Ucap Pak Candra dengan tatapan tajam.

__ADS_1


__ADS_2