CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Hari lamaran


__ADS_3

Beberapa hari kemudian...


Terlihat Pak Candra sekeluarga tengah bersiap untuk acara lamaran untuk berin dan kekasihnya. Mereka mengadakan acara di sebuah restoran bintang lima yang ada di kotanya.


Setelah terlihat siap, mereka langsung masuk ke dalam mobil dan Jerry langsung melajukan mobilnya. Di mobil terlihat Berin menjadi bahan bincangan semua orang, mereka menertawakan sifat berin yang selalu terlihat kekanak-kanakan.


30 menit kemudian...


Akhirnya mereka sampai di depan restoran, mereka langsung masuk ke dalam dengan suasana hati yang bahagia. Terlihat seorang wanita tengah menunggu di meja yang sudah mereka pesan. "Hai Siska sayang!" Ucap Berin sambil mencium pipi Siska.


"Akhirnya kamu datang juga, aku dan mamah sudah menunggu lama!" Ucap Siska sambil tersenyum.


"Maaf aku terlambat, kenalin ini keluarga besarku!" Ucap Berin sambil memperkenalkan satu persatu.


Siska nampak sopan dan sungkem kepada mereka satu persatu, mereka nampak senang dengan kepribadian Siska yang sopan dan terlihat anggun. Ririn mendekati Siska dan duduk disampingnya. "Sayang, apa kamu tidak menyesal memilih berin!" Ucap Ririn sambil memegang dagu Siska.


"Enggak Tante, aku sangat mencintai mas Berin!" Ucap Siska sambil tersipu malu.

__ADS_1


"Kamu tuh cantik, pasti banyak lelaki yang mrngejarmu dan kenapa kamu melabuhkan cintamu kepada berin?" Tanya Ririn sambil mengangkat alisnya.


"Tidak Tante, meskipun mas Berin kurang tampan tapi aku mencintainya dengan tulus!" Ucap Siska sambil tersenyum.


Mereka semua nampak tersenyum mendengar jawaban dari Siska termasuk Jerry. "Tuh, kak kamu dengar sendiri! Kakak ipar bilang kamu kurang tampan!" Ucap Jerry sambil terus tertawa.


"Biarin kurang tampan tapi aku mendapatkan wanita yang cantik dan sangat mencintaiku, dibandingkan lelaki tampan di sebelahku!" Ucap Berin sambil menyikut Jerry.


Semuanya nampak tertawa dan Jerry hanya memonyongkan bibirnya dan mengalihkan pandangannya. "Oh, iya dimana mamahmu?" Tanya Benny sambil melihat ke kanan dan kiri.


"Mamah sedang ketoilet dulu!" Jawab Siska sambil tersenyum.


Mereka nampak tertegun saat melihat wajah wanita itu, Jeremi langsung berdiri dan terkejut. "Sarah!" Ucap Jeremi sambil melihat kearahnya.


Sarah nampak tertegun dan terdiam. "Maaf anda siapa, saya tidak mengenal anda?" Tanya Sarah dengan raut wajah heran.


"Kenapa Sarah tidak mengenaliku!" Gumam Jeremi sambil tertegun.

__ADS_1


Sarah nampak memutar bola matanya saat melihat keberadaan Benny. "Mas Benny, ada hubungan apa kamu sama Berin?" Tanya Sarah nampak tertegun.


Benny dan keluarga nampak terkejut dengan pertanyaan Sarah. "Dia adalah anakku!" Jawab Benny dengan lantang.


"Anakmu!" Ucap Sarah dengan nada terkejut.


"Memangnya kenapa?" Tanya Benny sambil mengerutkan keningnya.


"Jadi Berin adalah anak dari istri pertamamu?" Tanya Sarah dengan raut wajah cemas.


"Iya!" Jawab Benny yang nampak kebingungan.


Sarah langsung menarik tangan Siska dan mengajaknya pergi. "Ayo sayang kita pergi, kamu tidak boleh menikah sama Berin!" Ucap Sarah sambil menarik tangan Siska.


"Tapi kenapa mah, aku sangat mencintai mas Berin!" Ucap Siska sambil berontak.


"Kamu dan Berin adalah adik kakak, meskipun beda ibu tapi satu ayah!" Teriak Sarah dengan nada kesal.

__ADS_1


Semua keluarga nampak terkejut begitupun juga dengan Benny. "Kapan aku berhubungan sama kamu?" Tanya Benny dengan nada heran.


"Kamu lupa mas, aku adalah istrimu dan kamu ninggalin aku disaat aku sedang hamil dan waktu itu kamu masuk penjara dan lebih memilih istri pertamamu." Ucap Sarah sambil menangis.


__ADS_2