CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Sebuah pertanyaan


__ADS_3

Nadia dan Regina begitu antusias menyakiti satu sama lain. Untuk melepaskan kekesalannya, Regina terus menampar wajah Nadia dengan keras. Entah sudah berapa kali Ia menampar Nadia, tapi yang jelas wajah Nadia terlihat bengkak dan terlihat darah keluar dari bibirnya.


"Hentikan ******!" Teriak Nadia sembari berontak.


Regina tersenyum. "Ternyata kamu masih belum jera, aku tidak akan menghentikan kalau bibir kamu yang busuk ini masih bisa bicara." Jawabnya sambil menjambak bibir Nadia.


Dari kejauhan, terlihat Jeremi masuk ke dalam rumah dan mendengar teriakkan Nadia. Jeremi bergegas berlari dan melerai mereka. "Regina apa yang kamu lakukan? Sudah cukup, kasihan dia!" Ucapnya sambil menarik Regina untuk menjauh.


Regina berontak. "Tidak...! Aku masih belum puas!" Teriaknya dengan mata yang merah.


Jeremi tersenyum dan mendekatkan bibirnya ke telinga Regina. "Aku tahu kamu cemburu, tapi aku bahagia. Setidaknya kamu sudah mulai menunjukkan jati dirimu. Sudahlah, lebih baik kamu ikut denganku." Bisiknya.


Regina menoleh dan tersenyum. Ia mulai berbalik ke arah Nadia. "Ingat...! Ini adalah awal dari kehancuran mu." Ancamannya sambil mencengkram dagunya.


Nadia tak menjawab, meskipun hatinya benar-benar kesal. Regina menyunggingkan bibirnya dan pergi. Jeremi mengekor dari belakang dan mereka pergi naik ke dalam mobil.


"Sebenarnya, kita mau kemana?" Tanya Regina yang masih kesal karena telah diganggu.


Jeremi yang sedang menyetir, hanya tersenyum kecil melihat istri tercintanya begitu emosi. Regina menoleh dan mendelikan matanya. "Apa jangan-jangan, kamu sengaja membawa aku pergi, untuk menyelamatkan wanita brengsek itu?" Tanyanya dengan kesal.

__ADS_1


"Kamu lihat saja nanti!" Jawabnya dengan tersenyum.


30 menit telah berlalu, akhirnya Jeremy menghentikan mobilnya di sebuah Villa yang indah dan jauh dari keramaian. "Villa siapa ini? Tempatnya sejuk dan indah. Aku baru ingat kalau kamu punya villa ini..." Ucap Regina yang tak bisa berhenti bicara.


Jeremi hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. "Ayo kita masuk!" Ajaknya sambil menggenggam tangan Regina.


"Tunggu..!" Regina menghentikan langkahnya dan melepaskan genggaman tangan Jeremi.


"Kenapa...?"


"Apa mungkin, kamu ingin..." Ucap Regina terhenti.


"Eenm, ingin itu!" Ucap Regina yang nampak malu untuk mengucapkan.


"Itu apa?" Tanya Jeremi yang mulai menggoda Regina.


"Itu...itu..! Ah sudahlah, ayo kita masuk!" Ajak Regina dengan langkah yang cepat.


Jeremi tersenyum memandang Regina yang sedang berpikir yang tidak-tidak. Ia mengikuti dari belakang. Mereka masuk kedalam dan dekorasinya benar-benar menakjubkan. Di ruang utama, terlihat foto pernikahan Jeremi dan Riana yang sengaja di buat dengan ukuran besar.

__ADS_1


Regina menatap foto tersebut. Tak terasa air matanya mulai mengalir. Disaat ia teringat kembali, masa-masa yang dulu Ia mengejar cinta Jeremi. Dan masa-masa indah, yang kebahagiaannya telah terenggut.


Jeremi mengerti dan langsung memeluk tubuh Regina dari belakang. "Aku sudah tidak bisa bertahan lagi, semuanya harus tuntas." Bisiknya.


"Apa maksudnya?"


"Kamu akan tahu sendiri, Ayo kita masuk!" Ajaknya sambil menggenggam tangan Regina.


Mereka berjalan masuk menuju ruang keluarga. Terlihat sudah ada Jerry dan Laras. Dan begitupun dengan Jenny dan Rama yang masih duduk di kursi roda. Regina menepiskan tangannya karena tidak ingin mereka salah paham.


Regina berjalan dan memeluk Rama. "Sayang, maaf mama tak bisa nemenin kamu berobat ke luar negeri!" Ucapnya.


Rama tersenyum. "Tidak apa-apa ma! Aku seneng, mama bisa datang kemari." Sahut Rama.


Tak lupa, regina juga memeluk Laras yang terlihat kandungannya sudah cukup besar. "Sayang, bagaimana kabar kamu?" Tanyanya.


"Baik ma!" Jawab Laras.


Regina nampak terdiam, seperti yang ia dengar. "kenapa Laras memanggilku mama?" Tanyanya dalam hati.

__ADS_1


Regina nampak heran, melihat wajah Jenny dan Jerry yang berkaca-kaca dan hanya diam mematung. "Sebenarnya apa yang terjadi?" Batinnya lagi yang terus bertanya-tanya.


__ADS_2