CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Terusir dari kediaman Candra


__ADS_3

Regina tersenyum dengan tatapan meledek. "Tentu saja, kami sudah melakukannya siang dan malam. Dan kau tahu, Jeremi benar-benar lelaki perkasa! Lihatlah tanda di leherku ini, semua ini adalah saksi dari pertempuran kita!"


Nadia mengepalkan tangannya, hatinya sudah tak tahan lagi. Ia langsung memeluk Jeremi dengan tangisan histeris.


"Kenapa, kenapa kau memilih wanita itu? Aku ini Riana Jeremi, aku adalah cintaku?" Teriaknya dengan keras.


Jeremi yang mendengar semua itu seketika merasa jijik dan mendorong tubuh Nadia hingga terjatuh.


"Kau wanita tak tahu diri, di kasih hati minta jantung. Jangan kau pikir karena wajahmu mirip Riana, aku akan jatuh cinta padamu. Seharusnya kau tahu diri dan menjauh dari hidup kami Sarah!" Bentaknya.


Nadia pun menatap Jeremi dan Ia serasa tak percaya.


"Jadi selama ini dia sudah tahu kalau aku ini adalah Sarah!" Batinnya.


Regina menjambak rambut Nadia dan menatapnya dengan mata yang penuh kebencian.


"Cukup, lebih baik kau pergi! Dan kalau bisa, ganti wajahmu ini. Aku tidak Sudi, jika wajahku ini di gunakan untuk menjebak suamiku!" Pekiknya.


Nadia semakin terkejut dengan ucapan dari Regina.


"Jadi, k..kau Riana!"


"Iya, aku adalah Riana dan aku tidak akan pernah melupakan kejahatan mu," jawabnya dengan tatapan dingin.


Sarah tak bisa berkata-kata lagi, regina menyeret tubuhnya dan melemparkan ke luar gerbang.


"Pergilah, seharusnya kau bersyukur karena aku tidak memenjarakan mu! Semua ini ku lakukan, karena kau adalah adik dari suamiku!" Bentaknya kembali.

__ADS_1


Nadia pun pasrah dan Ia hanya bisa menangis di pinggir jalan. Regina pun menutup gerbangnya dan mengunci tanpa menunggu jawaban dari Nadia.


"Kenapa hidup ku jadi seperti ini? Aku benci dengan takdir ini!" Teriak Nadia yang merasa sudah tak berdaya.


*


*


30 menit sudah berlalu, tapi Nadia masih terduduk di tempat yang sama. Dunia terasa hampa di hatinya dan Ia sekarang pasrah akan takdir.


"Aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi! Semuanya sudah berakhir, tidak mungkin aku melakukan operasi wajah lagi hanya untuk mengelabui mereka!" Tuturnya tak berdaya.


Disaat Nadia meratapi ke tidak berdayanya, terlihat mobil Fortuner hitam berhenti tepat di hadapannya. Tiga orang lelaki gagah dan menggunakan setelah hitam keluar dari mobil dan membawa paksa Nadia.


"Kalian siapa...? Lepaskan...!" Teriaknya sambil berontak.


"Aku tidak mengenal kalian, tolong lepaskan aku!" Teriaknya kembali.


Lelaki kekar itu nampak geram mendengar teriakan dari Nadia. Ia langsung mengambil sapu tangan yang sudah di berikan obat bius dan membekapnya.


"Emmm....!" Berontak Nadia dan pandangannya pun mulai kabur.


Nadia pun akhirnya pingsan dan lelaki itu bisa duduk dengan tenang.


*


*

__ADS_1


30 menit telah berlalu, mobil itu pun akhirnya berhenti dan lelaki itu segera membopong tubuh Nadia yang masih tak sadarkan diri.


"Bos, ini wanita yang anda minta!" Tutur salah seorang lelaki itu.


Lelaki itu melemparkan amplop coklat yang berisi uang sambil memberi isyarat menyuruh mereka untuk pergi.


Ketiga lelaki itu pun pergi dan Ia nampak mengamati wajah Nadia.


"Cantik...!" Ucapnya sambil tersenyum.


Tak lama Ririn datang dsn memasang ekspresi tak senang mendengar pujian dari sang suami untuk wanita lain.


"Ternyata kamu bohong, katanya cinta sama aku tapi lihat yang bening saja sudah lupa akan kata-katanya!" Teriaknya dari belakang.


Rendra pun bangkit dan merayu sang isteri yang ngambek.


"Sayang, kok ngomongnya gitu sih! Aku cinta sama kamu, hanya kamu wanita satu-satunya yang ada di hati!" Ucapnya sambil mengelus lembut bibir Ririn yang mengkerut.


"Bohong...!"


"Aku serius, ini adalah bukti cintaku! Sekarang aku sudah membawa wanita yang kau mau," tuturnya dengan lembut.


"Baiklah, aku akan maafin kamu tapi jangan harap kamu jatuh cinta kepada wanita ja***g ini!"


"Oke!" Jawabannya sambil mengecup lembut tangan Ririn.


Ririn pun tersenyum dan memeluknya. Ia menatap tubuh Nadia yang masih tak sadarkan diri. Raut wajahnya terlihat sangat bahagia dan senyuman jahat keluar dari bibirnya.

__ADS_1


"Selamat datang di penjara kesengsaraan! Yang ku terima selama ini, akan kau rasakan juga!"


__ADS_2