CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Happy ending


__ADS_3

Rendra melepaskan pelukannya dan menatap Nadia yang penuh dengan air mata.


"Dulu kau mencampakkan ku demi laki-laki lain, sekarang di mataku kau hanyalah sampah. Dan aku tidak akan berbelas kasih kepadamu!" Tuturnya dengan dingin.


Rendra memanggil 5 anak buahnya yang paling garang dan bertubuh besar.


"Kalian, untuk malam ini ada bonus tambahan. Silahkan nikmati tubuh wanita ini dan jangan biarkan ada kulit yang masih putih mulus." Ucapnya kembali.


kelima anak buahnya itu terlihat bahagia, tatapannya penuh dengan nafsu dan mereka segera menyeret tubuh Nadia Dengan kasar.


"Rendra, aku mohon tolong aku! Aku cinta sama kamu, Ririn hanya wanita ular yang memanfaatkan mu." Teriak Nadia sambil berontak.


Rendra tak bergeming, Ia sudah tidak peduli dengannya .Nadia di bawa ke kamar bawah tanah. Meskipun jauh teriaknya masih terdengar. Ririn yang mendengar semua seketika bergidik ngeri.


"Sayang, apa itu tidak terlalu keterlaluan?" Tanyanya ragu.


Rendra menatapnya dengan dingin. "Itu adalah hukuman yang pantas untuk seorang wanita penghianat!"


Ririn meneguk ludah nya dan Ia tidak ingin bernasib sama dengan Nadia. Ia memeluk Rendra dan bergelayut manja.


"Apakah kau akan memperlakukan ku seperti itu, jika ka sudah bosan?" Tanyanya dengan lembut.


Rendra tersenyum. "Tidak akan sayang, aku tidak akan pernah bisa padamu. Dan jika itu terjadi, aku akan tetap menjunjung tinggi rasa cinta." Jawabannya.


Ririn tersenyum bahagia. "Lebih baik aku disini dan hidup bahagia dengan orang yang sangat mencintaiku. Dari pada, mengharapkan cinta Jeremi yang tak kunjung aku dapatkan!" Batinnya pasrah.


.


.


.


Ririn akhirnya bisa menerima takdirnya yang menjadi ratu di hati Rendra. Mungkin ini adalah karma baik untuknya karena membesarkan anak Jeremi dengan sepenuh hati.


Sedangkan Nadia atau Sarah, mendapatkan balasan atas semua perbuatan kejinya. Dia hanya menjadi budak nafsu untuk para anak buahnya Rendra dengan siksaan yang tak terbayangkan.

__ADS_1


.


.


.


1Tahun kemudian...


Waktu berlalu begitu cepat, Rama yang mendapatkan luka bakar hebat di tubuhnya akhirnya bisa kembali berkat operasi dan dukungan dari keluarga.


Meskipun tubuhnya tidak sempurna seperti dulu tapi Jenny mau menerimanya dan mereka mengadakan acara pernikahan yang meriah.


"Rama, apapun keadaan mu aku akan selalu mencintaimu! Kita sekarang sudah menjadi suami istri dan aku akan selalu ada untukmu disaat senang maupun susah!" Tutur Jenny di hadapan tamu undangan.


Jeremi dan Regina nampak bahagia. Mereka meneteskan air mata bahagia dan menghampiri pengantin itu dengan senyuman.


"Selamat untuk kalian berdua, doa kami akan selalu menyertai kalian!" Tutur regina.


Rama dan Jenny memeluk kedua orang tuanya. Dan di balik keramaian, terlihat seorang lelaki tengah menggendong anak kecil dengan rambut di kepang. Dia menghampiri dengan senyuman lebar.


"Selamat untuk kalian berdua!"


"Kak, aku kangen! kenapa kakak baru kembali dan dimana kak Laras?" Tanyanya Jenny sambil melihat ke keramaian.


"Dia ke kamar mandi!"


Jenny dan regina menatap Asyila anak perempuan yang di gendong oleh Jerry.


"Sayang, sini sama Tante!"


Anak kecil itu pun menggelengkan kepalanya. Dan semuanya nampak tertawa bersama.


"Jerry apa kabar sayang?" Tanya regina sambil memeluk dan menciumnya.


"Aku baik, Ma!" Jawabannya sambil tersenyum.

__ADS_1


Regina tersenyum dengan mata berkaca-kaca, Ia akhirnya bisa berkumpul bersama dengan keluarga kecilnya. Bahkan dua sudah punya cucu.


Jenny dan Jerry sudah mengetahui, jika regina adalah Riana ibu mereka yang telah melahirkannya.


Jeremi menatap keluarganya dan tersenyum bahagia.


"Alhamdulillah, setelah banyak cobaan dan perpisahan. Kita akhirnya bisa berkumpul bersama sebagai keluarga yang utuh." Tuturnya dengan air mata bahagia.


Regina memeluk suami dan anak-anaknya. Tapi kebahagiaan mereka terhenti saat melihat wanita yang tengah hamil besar menghampiri dan tersenyum ke arah mereka.


"Siang semuanya!"


Mereka terdiam sesat. "Ya ampun, Laras kami sudah hamil lagi?" Tanya regina terkejut.


"Iya ma!"


Mereka tersenyum bahagia dan begitupun juga dengan Jenny.


"Kak Jerry nakal! Kak Laras sampai hamil lagi." Godanya.


"Ya iyalah, kakak kan perkasa!"


Jenny memukul pelan tangan sang kakak sambil tersenyum.


"Perkasa apanya?"


"Iya, nanti kamu juga tahu! Tahu gak, malam pertama itu sakit loh!" Goda Jerry.


"Ah kakak kok ngomongnya begitu!"


"Hus udah, kenapa sih setiap kalian bertemu pasti akan bertengkar!" Ucap Regina.


Keduanya nampak memalingkan pandangan. Sikap mereka yang masih kekanak-kanakan membuat regina dan Jeremi tersenyum bahagia.


Akhirnya mereka melakukan foto keluarga dan semuanya terlihat bahagia. Keluarga yang tadinya berantakan, sekarang sudah menjadi kesatuan yang abadi.

__ADS_1


Beginilah kisah cinta Riana dan Jeremi yang berawal dari pertemuannya sebagai majikan dan bodyguard. Hingga mereka sempat terpisah dan akhirnya bersatu kembali.


Happy ending, akhir dari cerita dan terima kasih telah bersabar dan setia membaca perjalanan cinta mereka. Salam dari author dan sampai jumpa di novel lainnya.


__ADS_2