
Kedua wanita itu tersenyum-senyum dan menatap Berin dengan tatapan yang menggoda. Lain lagi dengan tatapannya kepada Laras, mereka hanya memandangnya sebelah mata. Mereka berpikir Laras wanita yang b***h, dia menolak keinginannya lelaki seperti Berin.
Berin melepaskan tangannya dari kedua wanita tersebut, dia berjalan mendekati Laras dan menariknya ke tempat duduk. Berin mengambil tali dan mengikat kedua tangan Laras ke belakang dan dia meletakkan Laras tepat di depan ranjang.
Laras tak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa pasrah dan berdoa. Rasa sakit di sekujur tubuhnya masih terasa menyayat kulit. Berin tersenyum dan melihat wajah Laras yang nampak lesu menahan rasa sakitnya. "Kamu tenang saja, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu. Aku hanya ingin kamu menonton sedikit aksiku, agar kamu menjadi bergairah." Ucap Berin sambil tersenyum sambil mengedipkan matanya.
Setelah selesai dengan Laras, Berin langsung melakukan aksinya, dia menciumi tubuh kedua wanita itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Kedua wanita itu nampak menikmati setiap sentuhan dari Berin, semakin lama sentuhannya pun semakin liar. Dan kedua wanita itu tersenyum penuh rasa bahagia.
Berin tersenyum dan sesekali melirik kearah Laras yang tak bisa memalingkan pandangannya karena sudah Berin letak papan di samping wajah Laras agar dia tidak bisa melewati film yang dia buat.
__ADS_1
Laras nampak merasa panas melihat c*****n, demi c*****n yang di lakukan Berin kepada mereka. "Apa yang terjadi dengan tubuhku, aku tidak boleh melihat semua ini!" Batin Laras yang terus memberontak sambil memejamkan matanya.
Berin langsung m*******i pakaiannya kedua wanita itu, kini kedua wanita itu sudah t*******g bulat. Berin pun sudah siap dengan aksinya.
Dengan bringas salah satu dari wanita itu mendorong tubuh Berin ke atas ranjang, dengan senang hati Berin hanya bisa tersenyum sambil menikmati apa yang di lakukan oleh kedua wanita cantik di depannya itu.
Pipi Laras nampak memerah melihat adegan m***m yang tepat di hadapannya. Dia tak bisa berkata apapun, dia hanya bisa menelan ludah melihat semua itu. Walau bagaimanapun Laras tetaplah wanita biasa, dia mempunyai nafsu dan birahi.
Berin tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya sayang, sekarang giliran kamu!" Ucap Berin sambil melirik wanita yang ada di sampingnya.
Setelah selesai dengan aksi panasnya Berin pun bangkit dari ranjang.
__ADS_1
"Mas mau kamana?" Tanya seorang wanita yang sudah melayani Berin sambil menahan tangannya.
Berin tersenyum dan meludahi wajah wanita tersebut. "Cih, aku sudah tidak Sudi bersama kalian. Bagiku kalian hanyalah a*****g jalanan yang menjijikkan." Ucap Berin dengan tatapan jijik.
Kedua wanita tersebut nampak marah dan merasa kecewa dengan ucapan berin. "Kita memang wanita panggilan, tapi kita juga masih punya harga diri. Dan satu hal yang harus kamu ingat, kamu juga tidak berbeda dengan kami." Ucap salah satu wanita tersebut.
Plakkk...
Terdengar tamparan kesat mendarat di pipi wanita tersebut. "Ini cek untuk kalian dan ingat jangan pernah memperlihatkan wajah kalian yang hina itu." Bentak Berin dengan sangat keras.
Kedua wanita tersebut nampak ketakutan melihat kemarahan Berin. Mereka langsung mengambil cek, dan pergi meninggalkan Berin.
__ADS_1
Berin tersenyum melihat mereka pergi, dia langsung duduk di ranjang menghadap Laras. Dia melepaskan ikatannya dan terlihat wajah Laras pucat menahan birahinya. "Aku tahu, saat ini kamu sedang dilanda syahwat yang besar. Sudahlah jangan di tahan lagi, biarkan aku melepaskan penderitaanmu!" Ucap Berin sambil memainkan jarinya di wajah Laras.