CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Telponan


__ADS_3

Cindy langsung masuk ke dalam mobil taksi yang telah dia pesan sebelumnya, wajahnya nampak masih tak karuan. Perlakuan Jerry yang meninggalkannya masih tak bisa dia maafkan. Di hatinya sekarang hanya ada kebencian dan ingin segera membuat Jerry bertekuk lutut di hadapannya.


sedangkan di tempat lain terlihat Jerry baru saja sampai ke penginapan yang telah disediakan oleh asisten pribadinya. Dia langsung masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Wajahnya yang terlihat letih melengkapi dirinya, beban pikiran yang terus bertambah dan tak bisa dilupakan begitu saja, kerinduannya terhadap Laras tak bisa dibendung lagi. Hidupnya serasa hampa dengan tidak ada Laras di sampingnya.


Jerry bangkit dari ranjangnya dan pergi keluar dari kamar. Dia langsung memanggil beberapa orang kepercayaannya untuk mencari informasi tentang Berin, setelah mendengarkan perintah dari Jerry mereka langsung pamit dan pergi meninggalkan penginapan.


Di tempat lain...


Terlihat Laras tengah berjalan menuju tempat telepon umum, dia berjalan sambil melihat kanan kiri karena ada perasaan takut di lihat oleh berin. Setelah merasa aman, Laras langsung masuk ke dalam dan mengambil sehelai kertas dari dalam dari dalam tasnya.


Dia langsung memasukkan nomor yang tertera di dalamnya dan langsung menelponnya. Setelah beberapa saat menunggu, telponnya tersambung dan diangkat.


"Halo dengan siapa saya bicara," ucapnya di balik telpon.


Laras nampak terdiam, tak terasa air matanya jatuh saat mendengar suara lelaki yang dia cintai. "Mas!" Ucap Laras sambil tersenyum.


"Sayang benarkah ini kamu?" Tanyanya dari balik telepon.

__ADS_1


"Iya mas ini aku."


"Kamu di mana sekarang? Aku sudah di Jogjakarta bisakah kita bertemu!" Ucap Jerry dengan nada bahagia.


"Kamu serius mas, ada di Jogja!" Ucap Laras dengan nada tak percaya.


"Iya aku ada di Jogja, aku baru saja sampai. Sekarang kamu di mana aku akan kesana menemuimu!" Ucap Jerry dengan penuh harapan.


"Aku sekarang lagi ada di..." Ucap Laras terhenti saat mendengar ketukan di balik kaca.


Laras menjatuhkan telponnya. "Mas, Berin!" Ucap Laras terkejut.


"Sayang, aku cari kamu kemana-mana ternyata kamu disini!" Ucap Berin sambil masuk ke dalam.


Laras nampak terbelalak dan sulit untuk bicara. "M..mas, Ng.. ngapain kamu cari aku!" Ucap Laras dengan terbata-bata.


"Aku ingin ngajak kamu makan siang di luar!" Ucap Berin sambil mendekati Laras.


"Bukannya kamu sendiri yang bilang, kita gak boleh kontak langsung di kantor." Ucap Laras sambil tersenyum semu.

__ADS_1


Berin memegang tangan Laras. "Aku tahu kamu pasti marah, melihat aku bersama wanita lain. Tapi kamu harus ingat, hatiku hanya untukmu dan kamu harus percaya." Ucap Berin mencoba meyakinkan Laras.


"Iya mas aku tahu, dan aku juga tidak cemburu." Ucap Laras sambil menggenggam tangan Berin.


"Oh iya, aku lihat kamu sedang menelpon. Kamu nelpon siapa?" Tanya Berin sambil mengerutkan keningnya.


"Oh, iya ak..aku nelpon paman. Sudah lama aku tidak bertemu dengannya." Ucap Laras mencari alasan.


"Oh paman kamu, tapi kamu tahu nomernya dari mana?" Tanya Berin kembali.


"Aku selalu menyimpannya, di dalam tas!" Ucap Laras sambil tersenyum.


"Coba aku lihat nomernya, sekaligus aku simpan di handphoneku." Ucap Berin.


Laras semakin bingung mencari alasan, dia memutar otaknya untuk mencari alasan. "Oh iya, katanya kamu mau ngajak aku makan siang! Ayo kita pergi sekarang, sebentar lagi jam istirahat akan selesai dan aku tidak mau di hari pertamaku kerja menjadi kesan yang buruk." Ucap Laras mengalihkan pembicaraan.


"Ya sudah, ayo kita pergi." Ajak Berin.


"Iya," ucap Laras sambil berjalan dan mengembalikan telponnya ke tempat semula.

__ADS_1


Berin memegang tangan Laras dengan sangat erat, meskipun Laras tidak memberitahunya tapi Berin yakin ada yang di sembunyikan oleh Laras. Gerak-gerik dan gelagat Laras jelas terbaca dan Berin terus bertanya-tanya. "Aku memang ingin membalas dendam kepada Jerry, tapi aku tidak akan pernah melepaskanmu untuk lelaki lain." Batin Jerry sambil terus menarik tangan Laras.


__ADS_2