CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Berpura-pura


__ADS_3

Hari pun sudah menjelang sore, Berin pulang dari pekerjaannya dan Laras langsung menyambutnya dengan senyuman. "Mas, kamu sudah pulang!" Sapa Laras.


Berin hanya memberikan tatapan benci kepada Laras. "Jangan sok baik, jika kamu ingin aku seperti dulu maka kamu harus memberikan apa yang aku mau!" Bisik Berin ke telinga Laras sambil berjalan.


Laras tak menghiraukan perkataan Berin, dia mencoba tenang dan mengikuti Berin menuju kamar. "Mas, aku minta maaf atas kejadian semalam. Aku janji akan mencoba perlahan untuk bisa bersama kamu," ucap Laras sambil menghampiri berin.


Berin yang tadinya terlihat letih, langsung terpancar energi dan membuat raut wajahnya berseri. Berin langsung berbalik dan memegang kedua tangan Laras. "Apakah kamu serius dengan perkataanmu?" Tanya Berin.


Laras menganggukan kepalanya sebagai jawaban. Berin langsung tersenyum dan mendekati bibir Laras, Laras menghalangi dengan jarinya. "Eits tunggu dulu, kita mulai dari kecup kening saja. Aku minta waktu 3 bulan untuk semua itu," ucap Laras dengan raut wajah yang melas.


Berin menganggukan kepalanya dan langsung mencium kening Laras. Meskipun hatinya kecewa, tapi dia akan mencoba bersabar untuk mendapatkan hati Laras seutuhnya. Berin langsung pergi ke kamar mandi dan menyimpan handphonenya di atas meja.


Mata Laras langsung tertuju ke arah handphone Berin. Dia langsung mengambilnya dan membuka handphone tersebut. "Sial, ternyata handphonenya di password!" Gumam Laras.


Setelah 15 menit, Berin keluar dari kamar mandi menggunakan sehelai handuk. Terlihat pakaian telah di siapkan Laras di atas tempat tidur. "Mas, ini baju kamu! Semoga sesuai dengan selera kamu." Ucap Laras sambil tersenyum.


Berin mendekati Laras dan tersenyum. "Apakah kamu tidak tertarik melihat tubuhku yang tidak menggunakan baju?" Tanya Berin dengan tatapan ingin menangkap mangsanya.


"Mas, tolong jangan seperti ini. Semoga kamu bisa mengikuti kemauanku!" Ucap Laras.


"Cup, oke sayang aku akan bersabar untuk mendapatkan tubuhmu!" Ucap Berin sambil mencium kening Laras.

__ADS_1


Berin langsung pergi ke kamar ganti dan membawa pakaian yang telah Laras siapkan. Setelah selesai berin langsung naik ke atas ranjang dan memainkan handphonenya.


Laras langsung mendekati Berin dan menidurkan kepalanya di bahu Berin. "Ini semua ku lakukan untuk mendapatkan password handphonenya," Batin Laras.


Berin yang melihat Laras manja kepadanya langsung tersenyum dan merasa bahagia. "Kenapa kamu seperti ini?" Tanyanya.


"Aku hanya ingin bersamamu, akhir-akhir ini kita selalu bertengkar," ucap Laras sambil melihat wajah Berin.


Berin terus memandangi wajah Laras, ingin rasanya dia mencium bibir Laras yang tipis dan terlihat lezat. Tapi dia mencoba menahan, demi mendapatkan cintanya.


Berin menyalakan handphonenya kembali, terlihat password yang dia masukkan dan Laras terus memperhatikannya. "Akhirnya aku mendapatkan password handphonenya," batin Laras merasa bahagia.


Bruukk...


Ririn yang merasa bahagia karena anaknya terlihat sangat senang. "Tidak apa-apalah, meskipun aku membenci wanita itu. Yang terpenting anakku bisa bahagia bersamanya," batin Ririn.


Berin menyimpan handphonenya di atas kasur dan pergi menghampiri Ririn. Mereka langsung keluar dari kamar karena ada pembicaraan penting yang tidak ingin Laras mendengarnya.


Mata Laras langsung tertuju ke arah handphone yang tergeletak di atas kasur, dia langsung mengambilnya dan memasukkan password-nya. Akhirnya handphone pun terbuka, dia langsung melihat kearah kontak dan mencari salah satu nama. "Jerry!" Ucap Laras.


"Apakah ini nomernya sendiri atau nomer orang lain?" Tanya Laras dalam benaknya.

__ADS_1


Dia langsung menelpon kontak yang bernama Jerry dan langsung tersambung.


"Hallo, siapa ini"


Laras terdiam saat mendengar suara yang ada di balik telpon. "Mas Jerry!" Ucap Laras.


"Laras, beneran ini kamu sayang."


"Mas, iya ini aku! Aku bahagia bisa mendengar suaramu!" Ucap Laras sambil meneteskan air mata.


"Alhamdulillah, sekarang kamu dimana? Aku akan menjemputmu!" Ucap Jerry dengan antusias.


"Aku tidak tahu mas," jawab Laras.


"Kamu sekarang sama siapa disana?"


"Aku juga tidak tahu, tapi dua membawaku pergi dan mengaku sebagai dirimu. Meskipun aku tidak bisa melihat, aku juga bisa mengenali suaranya dan perlakuan sangat jauh berbeda dengan dirimu." Ucap Laras Sambil menangis.


"Ya sudah, kami tenang dulu yah sayang. Laki-laki itu adalah Berin dan sebaiknya kamu tidak membuatnya marah, aku akan melacak keberadaanmu lewat nomer ini." Ucap Jerry.


"Iya, mas aku tunggu secepatnya. Ingat mas, kamu jangan telpon nomer ini karena ini milik lelaki itu. Aku akan menelponmu kembali, tapi mungkin bukan dengan nomer ini."

__ADS_1


"Iya sayang, kamu baik-baik disana. Aku akan secepatnya mencari keberadaan. Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu!" Ucap Jerry dengan nada sendu.


"Aku jug..!" Laras langsung mematikan teleponnya dan menghapus panggilan saat knok pintu terdengar.


__ADS_2