CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Nafsu Berin


__ADS_3

Laras nampak terbelalak, dia bingung memikirkan jawaban untuk pertanyaan Berin. Ia menatapnya dengan tatapan bingung dan serba salah. "Mas, kalau untuk masalah menikah sepertinya aku tidak bisa!" Ucap Laras dengan nada pelan.


Berin nampak terkejut dan melepaskan genggaman tangannya. Ia tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya. "Ternyata benar yang di bilang mamah, kamu tidak pernah mencintaiku. Setelah semua pengorbananku, dan hidup yang ku habiskan untuk mencintai wanita seperti dirimu." Ucap Berin dengan penuh air mata.


Laras nampak terkejut, melihat ekspresi wajah Berin yang tak menentu. Mas, aku bisa jelasin!" Ucap Laras sambil menghampiri berin.


Berin mendekati wajah Laras, tatapan mata tajam dan gigi yang saling bergeretan melengkapi wajah Berin yang penuh amarah. "Aku sudah sabar menunggumu, aku tidak pernah berani menyentuhmu, kamu tahu itu semua karena aku sangat mencintaimu. Karena aku ingin kamu menyerahkan tubuhmu seutuhnya, dengan cinta dan kasih sayang." Bisik Berin dengan penuh amarah.


Laras nampak ketakutan dengan Berin yang begitu marah, dia mencoba untuk pergi tapi cengkeraman tangan Berin menggenggam tangannya dengan kasar. Berin langsung menarik tangan Laras dan keluar dari tempat makan tersebut.


"Ah, sakit mas!" Rintih Laras.


Berin tak mendengarkan rintihan Laras, dia terus menarik tangan Laras dan memaksanya masuk ke dalam mobil. Berin langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

__ADS_1


Laras hanya bisa menangis, dan menatap dengan penuh rasa takut. Berin menghentikan mobilnya di tempat yang sepi, dia menatap Laras dengan tatapan tajam dan mendekati wajahnya.


"Aku sudah tidak tahan lagi, cukup sudah aku bersabar!" Ucap Berin dengan bibir yang bergetar.


Laras mencoba untuk keluar dari mobil berin, tapi Berin terus menghalanginya dan menarik Laras ke pelukannya. Berin mencumbui leher Laras dengan penuh nafsu, Laras terus mencoba menolak dan berteriak. "Tolong...!" Teriak Laras.


Berin yang mendengar semua itu hanya tersenyum dan semakin berambisi untuk menyetubuhi tubuh Laras. Berin mencium bibir Laras dengan kasar dan membuka kancing baju Laras.


Laras terus menangis dan meronta, sampai akhirnya dia teringat kepada Jerry dan itu semua memberinya kekuatan. Laras mendorong tubuh Berin dan membuatnya tersungkur ke stir mobil.


Berin keluar dari mobil dan mengejar Laras, Berin bagaikan harimau yang mengejar kijang dengan penuh nafsu. Berin berlari dengan kencang, dan langsung melompat ke punggung Laras.


Laras terjatuh ke semak-semak dan berin langsung menindihnya dari atas. Dia langsung melakukan aksinya kembali dan mendaratkan bibirnya di leher dan bibir Laras. Dia langsung melanjutkan aksinya menuju p******* yang nampak sedikit terbuka.

__ADS_1


Laras mencoba terus menolak, dia mencoba mendorong tubuh Berin tapi hasilnya nihil. Kecupan demi kecupan membuat Laras bergairah dan membuat tubuhnya lemas. "Mas, aku mohon tolong aku!" Batin Laras sambil menangis mengingat Jerry.


Berin langsung membuka kancing celananya, dan di saat itu juga ada sosok lelaki yang menarik tubuh Berin ke belakang. Lelaki itu langsung menghujani pukulan di wajahnya. "Dasar lelaki bejat, gue gak akan pernah maafin loe!" Teriak lelaki itu.


Berin yang terjatuh langsung mencoba bangkit dan melihat wajah lelaki itu. "Jerry!" Ucap Berin keluar dari mulutnya.


"Iya, ini aku. Loe sudah mnculik Laras dan sekarang loe mau merenggut keperawanannya." Teriak Jerry sambil terus memukul Berin.


Terlihat Laras bangkit dan langsung berlari menjauhi mereka. Laras merapikan pakaiannya, dan terus berlari dengan penuh ketakutan tanpa melihat kebelakang. Setelah merasa cukup aman, Laras menghentikan langkahnya dan duduk di balik pohon yang rindang. "Hiks... Hiks..." Terdengar tangisan Laras yang tak bisa melupakan perlakuan Berin.


Sementara di tempat lain, Jerry langsung berlari ke semak-semak dan mencari keberadaan Laras. "Laras, Laras!" Teriaknya dengan wajah yang penuh air mata.


Berin yang terlihat lemas karena pukulan dari Jerry langsung mengambil handphonenya di saku celana. Dia langsung menelpon mamahnya dan menyuruhnya untuk mencari keberadaan Laras dan membawanya ke rumah.

__ADS_1


Setelah selesai menelpon, Berin berhati-hati berjalan dan menjauh dari Jerry.


__ADS_2