CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kebahagiaan Nadia


__ADS_3

Di tempat lain...


Terlihat sebuah gedung tua yang sudah terbengkalai. Tempat itu terlihat kotor dan banyak hewan kecil yang menjijikkan. Tapi, tempat itu adalah markas pertemuan Nadia dan para penjahat.


Di dalam gedung, terlihat Nadia tengah duduk sambil tumpang kaki. Ia menggunakan pakaian yang tipis dan sedikit terbuka. Hingga terlihat lekukan dua gunung kembarnya. Ia terlihat bahagia, karena yakin akan semua rencananya pasti berhasil.


Tak menunggu lama, 4 penjahat itu datang menghampiri. Dari kejauhan mereka menatap Nadia dengan penuh nafsu. Apalagi baju yang di kenakan Nadia benar-benar menggoda.


Mereka masuk ke dalam dan tersenyum licik. Nadia tanpa tahu apa yang akan terjadi membalas dengan senyuman. "Bagaimana, apakah kalian berhasil?" Tanyanya sambil bangkit.


Bos penjahat mendekati Nadia. "Tentu saja Nona! Kami pasti berhasil menjalankan tugas." Ucapnya sambil menjulurkan lidah.


"Bagus...!" Ucap Nadia mengangguk puas.


Bos penjahat mendekati Nadia dan memeluknya dari belakang. "Sekarang, kita mulai dari mana?" Bisiknya.

__ADS_1


Nadia terkejut dan langsung menamparnya. "Brengsek..! Kamu berani sama saya!" Bentaknya sambil menunjukkan jarinya.


"Kenapa saya harus takut? Lagi pula, kali ini saya mendapatkan pekerjaan yang dobel dan pastinya nikmat!" Ucapnya sambil menatap tajam.


Nadia merasa janggal, Ia langsung meraih tasnya dan pergi. Anak buahnya menghalangi jalan dan mendorong tubuh Nadia hingga terjatuh ke sofa.


"Apa yang ingin kalian lakukan?" Tanya Nadia sambil berteriak.


"Memuaskan mu!" Jawab Ketua penjahat sambil membuka jaketnya.


Nadia terus berontak, tapi semua itu hanya sia-sia. Ketua penjahat langsung merobek pakaian tipis milik Nadia dan terlihat bra putih menghalangi dua gundukan kembarnya. Lelaki itu semakin bernafsu dan melakukan aksinya.


Nadia nampak meneteskan air mata sambil sesekali mend*sah merasakan kenikmatan. Ketua penjahat semakin bernafsu dan memainkan puncak gunung kembarnya dengan lidahnya. Pemberontak akhirnya di hentikan, Nadia nampak menikmati sambil sesekali menggigit bibir bawahnya.


Anak buahnya saling bergilir satu persatu dan tak lupa mereka melakukanya sambil merekam video. Nadia nampak tak melawan, Ia hanya meraung kenikmatan dan terus melayani mereka dengan ganas dan buas.

__ADS_1


Ketua penjahat nampak bahagia dan puas melihat Nadia yang menikmati setiap gerakan yang di lakukan oleh anak buahnya. "Bagaimana, apakah kamu menyukainya?" Tanyanya sambil menatap Nadia yang tengah merasakan.


"Eeem...nikmat! Baru kali ini, aku merasakan kepuasan." Ucapnya dengan nada menggoda.


Ketua penjahat tak tahan lagi, Ia langsung mencium bibir Nadia yang tipis. Nadia melayaninya dan anak buahnya melakukan aksinya dengan gua Nadia yang sudah basah.


2 jam telah berlalu...


Anak buahnya nampak kelelahan dan begitupun juga dengan bosnya. Sedangkan Nadia terlihat sudah tak berdaya tapi Ia benar-benar sangat bergairah. Ia bangkit dan memperkosa para lelaki itu yang sudah nampak tak berdaya.


Ternyata Nadia mempunyai nafsu yang besar, Ia adalah wanita yang kuat di atas ranjang. Dan Iya tidak akan menyia-nyiakan lelaki yang ada di hadapannya.


Perlakuan mereka bukan membuat Nadia ketakutan, Itu justru malah sebaliknya. Para penjahat itu pergi terbirit-birit karena sudah tak sanggup lagi melayani nafsu bejat Nadia. "Hey kalian kenapa lari! Ayo lakukan lagi, sampai aku puas." Teriaknya sambil tertawa bahagia.


Nadia langsung meraih pakaiannya yang sudah compang camping. Iya meraih jaket salah satu penjahat yang di tinggalkan untuk menutupi tubuhnya yang terbuka. Ia menghela nafas panjang. "Akhirnya setelah sekian lama, aku bisa melepaskan beban di tubuhku ini." Ucapnya.

__ADS_1


__ADS_2