CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Rumah sakit


__ADS_3

"Kenapa kamu bisa jadi seperti ini?" Tanyanya dalam hati.


Dari kejauhan terlihat seorang lelaki datang menghampiri dan tersenyum. "Kamu ngapain di sini?" Tanya lelaki itu.


Sindy langsung menoleh dan mengerutkan keningnya. "Siapa kamu, kenapa kamu ada di sini?" Tanyanya.


"Kamu lupa, aku temannya Jerry dan Siska adalah kekasihku!" Ucap Berin.


"Pacar! Oh iya aku ingat, kamu berinkan?" Tanya sindy sambil menunjukkan jarinya.


Berin menganggukan kepalanya sebagai jawaban, sindy langsung menanyakan kejadian yang menimpa Siska. Berin pun duduk dan langsung menceritakan semua kejadiannya, Sindy nampak menggelengkan kepalanya dan meneteskan air mata. "Siapa yang melakukannya?" Tanyanya sambil melihat kearah berin.


"Aku juga tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi yang pasti sepertinya mereka suruhan orang dan mamahnya Siska ingin memberitahu rahasia tentang wanita yang telah merubah wajahnya!" Ucap Berin menjelaskan.


"Wanita yang telah merubah wajahnya itu kan mamah, apa mungkin memang mamah yang melakukannya?" Batin Sindy yang terus bertanya-tanya.

__ADS_1


Berin menjentikkan jarinya di depan wajah Sindy. "Hey, kenapa kamu bengong?" Tanyanya sambil tersenyum.


Sindy terkejut dan terbangun dari lamunannya. "Oh maaf, aku sedang tidak konsen!" Ucapnya.


Berin pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Sindy pun mulai mengobrol dan langsung akrab dengan Berin. Terlihat mata sindy tertuju pada wajah Berin yang lebam dan memar. "Kenapa dengan wajah kamu?" Tanyanya.


"Ini semua gara-gara wanita buta itu, Jerry memukulku sampai babak belur," ucap Berin dengan nada geram.


Sindy pun tersenyum dan menggelengkan kepalanya. "Jerry memukul kakaknya gara-gara gadis buta, ucap sindy sambil mengangkat alisnya.


Sindy nampak kesal dan mengepalkan tangannya. "Sepertinya aku tidak akan mudah untuk mendapatkan hatinya kalau ada wanita itu," gumamnya.


Berin nampak terkejut saat mendengar samar ucapan sindy. "Jadi kamu menyukainya?" Tanya Berin.


"Iya, wanita mana yang bisa menahan gejolak cinta saat melihat wajah dan tubuh atletis Jerry termasuk aku," ucap sindy sambil melihat kearah Berin.

__ADS_1


Berin nampak memikirkan ucapan sindy, dia nampak tersenyum. "Bagaimana kalau kita kerja sama?" Tanya Berin sambil melihat kearah sindy.


"Maksud kamu?" Tanya sindy sambil mengerutkan keningnya.


"Aku benci sama wanita buta itu, dan aku ingin membalas Jerry dengan menghancurkan wanita itu. Setelah Jerry tahu kalau wanita itu tidak suci lagi, dia pasti akan kesal dan meninggalkannya," ucap Berin dengan senyum jahatnya.


"Dasar lelaki gila, dia tahu kalau aku sahabatnya Siska tapi dia bicara seperti itu dihadapan ku. Tapi masa bodolah, yang terpenting tugasku selesai," Batin Sindy.


Sindy pun mengangguk kepalanya sebagai jawaban. Berin tersenyum puas dan mereka saling berjabat tangan untuk tanda kerjasama mereka. Setelah mereka selesai bicara, Berin dan sindy langsung masuk ke dalam ruangan Siska.


Berin memegang tangannya dan mencium tangan Siska. "Sayang, kenapa ini bisa terjadi. Disaat kita mau menyatukan cinta kita kenapa kita harus menerima kenyataan pahit kalau kita adalah kakak adik." Ucapnya sambil meneteskan air mata.


Sindy yang mendengar semua itu nampak terkejut. "Apa kalian bersaudara?" Tanya sindy sambil membulatkan matanya.


"Iya sindy, aku adalah kakaknya Siska meskipun kita berbeda ibu tapi kita satu Ayah," jawab berin dengan raut wajah sendu.

__ADS_1


Sindy nampak tertegun dan merasa tak percaya dengan apa yang dia dengar. "Siska kenapa hidupmu jadi seperti ini, Berin adalah lelaki yang sangat kamu sukai tapi kalian tidak bisa bersatu," ucap sindy sambil meneteskan air matanya.


__ADS_2