CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kemarahan Berin


__ADS_3

Berin dengan hati yang kecewa dan langkah kaki yang sempoyongan keluar dari hotel. "Laras kamu dimana? Maafkan aku!" Ucap Berin sambil meneteskan air matanya.


Berin langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya. Berin tak bisa melupakan Laras begitu saja, dia nampak emosi dan melajukan mobilnya menuju rumah Pak Broto.


30 menit kemudian...


Akhirnya Berin sampai di kediaman Pak Broto, pengawal yang menjaga nampak menyambut dengan senyuman hangat. Berin keluar dari mobil dan dia di periksa oleh pengawal Pak Broto.


Setelah selesai, Berin di izinkan masuk dan nampak Pak Broto sedang duduk di sofa dan tersenyum. "Selamat siang Pak Berin!" Sapanya sambil memeluk Berin.


Berin nampak dingin, dia tak merespon apapun. "Sudahlah! Jangan basa-basi lagi, dimana Laras?" Tanya Berin dengan nada ketus.


"Duduk dulu, masa kita ngobrol sambil berdiri!" Ajaknya.

__ADS_1


Berin menurut, dia duduk di samping Pak Broto. Asisten pribadinya membawakan 2 gelas teh dan menatanya di meja. "Ayo, silahkan minum dulu!" Ucap Pak Broto.


Berin menurut, tapi batinnya terus meraung-raung. Ingin rasanya dia menerkam bibir yang berpura-pura manis itu. "Dimana Laras?" Tanya Berin kembali.


"Begini ceritanya, aku punya rekan bisnis yang sulit untuk di taklukkan. Dan aku juga berterima kasih sama kamu, karena wanita itu bisa membawa hoki untukku!" Ucap Pak Broto sambil tersenyum.


Berin mengepalkan tangannya dan menatap wajah Pak Broto. "Beraninya kamu, mengoper-oper Laras sesuka hatimu. Laras bukanlah bola yang bisa kalian kendalikan." Ucap Berin dengan nada di tekan.


Prokkk...Prokkk...


Bugkh...bugkh...


Pukulan hebat mendarat di pipi Pak Broto, Berin menghujani pukulan kepadanya. "Pengawal...!" Teriak Pak Broto.

__ADS_1


Para pengawal berdatangan dan langsung memisahkan Berin, mereka langsung memukuli Berin dengan penuh amarah. Setelah melihat Berin tak berdaya, Pak Broto menghentikannya dan menghampiri berin yang terkapar di lantai. Darah yang menetes dan wajah yang penuh lebam, menghiasi tubuh Berin. "Kamu di kasih hati malah minta jantung!" Ucapnya sambil mencengkram dagu Berin.


Ciihh...


Wajah Pak Broto penuh dengan ludah yang keluar dari mulut Berin. "Tua Bangka menjijikkan, dimana Laras?" Teriak Berin.


"Baiklah, aku akan memberitahumu dimana Laras. Sekarang mungkin dia sedang kelelahan meladeni nafsu birahi klienku. Karena kamu tahu, baru pertama kalinya dia menyentuh yang namanya perempuan." Ucap Pak Broto sambil tersenyum.


Berin semakin meluap-luap emosinya, dia langsung bangkit dan memukuli Pak Broto kembali. Dengan sigap, para pengawal langsung menarik Berin dan memegangi kedua tangannya. Pak Broto langsung memukul Berin untuk melampiaskan kekesalannya.


"Bocah ingusan, kamu dengar dengan baik. Wanita itu bersama Pak Jerry, pengusaha muda terkenal di Indonesia. Dan kamu tahu, mungkin saja dia sekarang bahagia, dari pada hidup sama kamu yang menjadi pelampiasan nafsu bejatmu." Ucap Pak Broto.


"Jerry!" Ucap Berin dengan nada terkejut.

__ADS_1


Berin nampak mulai melemas, penglihatannya serasa kabur dan akhirnya gelap. Berin tidak sadarkan diri, dan Pak Broto menyuruh pengawal untuk mengantarnya ke rumah sakit. "Katakan kepada pihak rumah sakit kalian menemukannya tengah di begal." Ujar Pak Broto.


Para pengawal langsung pergi meninggalkan pak Broto dan membawa Berin. Bibirnya nampak tersenyum dan mengambil handphonenya. "Sayang, aku menemukan anakmu sudah tak berdaya." Ucapnya Pak Broto di balik telpon.


__ADS_2