CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Kedatangan Sarah


__ADS_3

"Mas, tenanglah! Ini semua adalah kenyataan dan takdir. Lupakanlah semua dendam mu terhadap Sindy." Ujar Laras sambil menggenggam tangannya.


Jerry tak bisa berkata, dia benar-benar syok mendengar semua kenyataan ini. Rama menghampiri Jerry dan duduk di sampingnya. "Mas, aku tahu Sindy telah banyak melakukan kesalahan kepada keluarga kalian, tapi itu semua bukan keinginannya. Dia hanya di jadikan alat untuk balas dendam oleh mamah Sarah. Dan kamu tahu seberapa mendefinisikannya sindy bersama dengan nya." Ujar Rama dengan penuh kelembutan.


Sindy melepaskan pelukannya dan menghampiri Jerry dan Rama. Dia benar-benar merasa bersalah dan terduduk di lantai sembari menghadap Jerry. "Kak, aku minta maaf! Aku benar-benar menyesal, andai saja ku tahu dari awal kalian adalah keluarga ku! Mungkin hubungan kita tidak akan seperti ini." Ujar Sindy menangis sambil memeluk kaki Jerry.


"Mas, coba kamu bayangkan jika kamu yang berada di posisi Sindy. Kamu di besarkan oleh musuh besar keluarga ini, dan kamu tidak pernah merasakan kasih sayang dari seorang ibu. Sindy melakukan ini semua, hanya karena dia menginginkan kasih sayang. Dua melakukan kejahatan hanya untuk menyenangkan musuh dari keluarga kalian." Ujar Rama menjelaskan.


Jerry terdiam dan air mata mulai mengalir. Rama melanjutkan cerita tentang perjalanan hidup Sindy yang begitu menyedihkan, semua orang yang ada di sana tak bisa menahan air matanya. Jeremi langsung memeluk Sindy kembali dan menangis di pelukannya. "Maafkan papah nak, ini semua salah papah yang tak bisa menjaga kamu. Kamu menjadi menderita karena dendam Sarah terhadap papah." Ucap Jeremi dengan penuh penyesalan.

__ADS_1


"Tidak apa-apa pah, jangan salahkan diri sendiri. Aku bahagia, akhirnya aku bisa merasakan pelukan tulus dari keluarga ku sendiri." Ucap sindy sambil membalas pelukannya.


Jerry melihat kearah Sindy dan Jeremi. Dia berjalan dengan perlahan. Air mata terus melengkapi wajahnya. Jerry langsung memeluk Sarah dan Jeremi yang tengah berpelukan. Air matanya tak bisa di bendungan lagi. "Maafkan kakak! Kakak sudah berusaha untuk mencari kamu." Ucap Jerry sambil menangis tersedu-sedu.


Jeremi memeluk kedua anaknya dan menangis bahagia, Pak Candra juga ikut bergabung dan memeluk mereka semua. Semua orang yang ada di sana nampak memperhatikan mereka termasuk dengan Sarah. Dia benar-benar tak mengerti dengan hasilnya, padahal dua telah menukar hasil tes DNA tersebut.


Mereka semua terkejut dan menoleh ke arah suara. "Kamu siapa?" Tanya Jeremi yang tak mengenali wajah Sarah yang sudah operasi plastik.


"Mamah!" Ucap Sindy dengan nada terkejut.

__ADS_1


"Aku Sarah, apakah kamu tidak mengenalinya. Kamu lihat wajahku ini, aku sengaja melakukan operasi plastik hanya untuk mu, hanya untuk mendapatkan cintamu." Ujar Sarah sambil menangis dan menatap Jeremi.


"Sarah, tenanglah! Aku tidak mungkin mencintaimu karena kamu adalah adikku. Aku selalu menyangi mu tapi sebagai seorang adik." Ucap Jeremi sambil berjalan menghampiri.


"Aku tidak mau, kenapa kamu tidak melihat semua pengorbananku. Aku mencintaimu, kamu tahu hidupku terasa hampa tanpa dirimu, aku mengalami dunia yang kelam karena kamu dan Riana." Ucap Sarah sambil terus menodongkan pistol tersebut.


"Sarah, cintamu itu salah aku kakakmu. Jadi kamu yang telah menculik anakku, kamu telah membuat dua menderita dengan memisahkan nya dariku." Ucap Jeremi sambil meneteskan air mata.


Sarah tersenyum dan menyunggingkan bibirnya. "Itu belum seberapa di bandingkan dengan hidupku dulu. Aku sengaja menculik Jenny anakmu kare aku ingin kalian menangisinya dan kami terus menyalahkan dirimu sendiri. Tapi sayang rencana sebenarnya tidak bisa terjadi, aku ingin kamu menangisi anakmu yang saling mencintai dan mempunyai anak haram dari hubungan. Tapi ternyata aku salah mendidiknya, sindy hanyalah pecundang yang tak menaklukkan hati Jerry." Ujar Sarah sambil melihat kearah sindy.

__ADS_1


__ADS_2