
Jerry nampak geram, mendengar ucapan bibinya yang membuat Laras menangis. "Meskipun Laras tidak bisa melihat, tapi dia masih punya hati tidak seperti kalian berdua." Ucap Jerry dengan nada ditekan.
Bibi dan pamannya hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Jerry. "Untuk apa hati, apa itu bisa menghasilkan uang. Di dunia ini kita hidup dengan uang, tak perlu kasih sayang." Ucap bibinya sambil tersenyum.
"Ingatlah, kalian tidak selamanya muda! Kalian bisa menginjak Laras tapi kalau kalian sudah tua bagaimana?" Ucap Jerry sambil memberikan tatapan tajam.
"Kalau urusan tua, itu di pikirkan nanti saja. Yang harus kita pikirkan sekarang adalah, bagaimana kita bisa hidup tanpa kelaparan." Ucap pamannya sambil menyunggingkan bibirnya.
Bibinya langsung menarik tangan Laras dengan erat. "Ayo, sekarang cepat ikut aku!" Ucap bibinya.
Laras terus meronta sambil menangis. "Aku tidak mau bibi, aku tidak mau!" Lirihnya.
Jerry langsung menarik tangan Laras. "Hentikan semua ini, aku akan membelinya!" Teriak Jerry dengan nada tinggi.
Paman dan bibinya tertegun dan saling menatap. Terlihat mereka langsung tertawa dengan sangat keras. "Suamiku, kamu dengar itu! Dia akan membelinya!" Ucap bibinya sambil terus tertawa.
__ADS_1
"Aku serius, berapa uang yang harus ku keluarkan untuk membeli Laras seumur hidup!" Ucap Jerry dengan tatapan tajam.
Paman dan bibinya menghentikan tawa, tatapan Jerry seketika membuat mereka merinding. "Baiklah, aku akan menjualnya! Bagaimana kalau 1 miliar?" Tanya pamannya.
"Deal, tapi aku punya persyaratan untuk kalian berdua! Ucap Jerry dengan tatapan tajam.
"Apa itu?" Tanya bibinya.
"Aku tidak ingin kalian menemui Laras lagi dan hubungan kalian dengannya berakhir." Ucap Jerry.
Jerry mengeluarkan cek dari dalam sakunya dan menuliskan nominal yang mereka minta. Dia langsung menandatanganinya dan memberikan kepada mereka. "Kalian bisa mencairkan cek ini, saya jamin ini asli!" Ucap Jerry sambil menyerahkannya.
Paman dan bibinya langsung mengambil menganggukan kepalanya sebagai tersenyum. "Wah, satu miliar mas!" Ucap bibinya sambil menoleh ke arah pamannya.
Pamannya nampak mengangukan kepalanya, dan mereka langsung bergegas pergi tanpa permisi. Sedangkan Laras nampak terjatuh di tanah mendengar semua itu. Dia terus menangis dan merasa kecewa.
__ADS_1
Jerry langsung menghampirinya dan berjongkok di sampingnya. "Berhentilah menangis, sekarang kamu bebas!" Ucap Jerry sambil menghapus air matanya.
Laras nampak terkejut merasakan sentuhan tangan Jerry. "Mas, maafkan saya! Anda baru mengenal saya, tapi anda bersedia mengeluarkan uang sebanyak itu!" Ucap Laras sambil meneteskan air matanya.
"Tidak apa-apa, uang bisa dicari!" Ucap Jerry sambil tersenyum.
Laras nampak tersenyum dan menghapus air matanya. "Terima kasih mas, aku akan berusaha untuk menggantinya!" Ucap Laras.
"Tidak usah, aku hanya ingin kamu ikut denganku ke rumah!" Ucap Jerry sambil terus memandangi wajah Laras.
Laras nampak terkejut dan tertegun mendengar ucapan Jerry. "Apakah dia juga seperti lelaki lainnya!" Batinnya.
Jerry tersenyum melihat ekspresi wajah Laras. "Kamu tenang saja, aku bukan lelaki seperti yang kamu bayangkan!" Ucap Jerry sambil tersenyum.
Laras nampak tersipu mendengar ucapan Jerry yang sama persis dengan yang dia bayangkan. "Maaf mas!" Ucap Laras.
__ADS_1
Jerry terus menatap wajah Laras yang terlihat cantik, dia terus menatap wajahnya tanpa bisa berpaling darinya. "Entah apa yang istimewa di dirimu, aku merasa bahagia melihatmu tersenyum dan hatiku terasa di sayat, melihatmu disakiti orang lain!" Batin Jerry.