
Hari-hari telah berlalu, Laras dan Jerry lalui dengan senyuman dan kebahagiaan. Persiapan pernikahan sudah sampai 90%, sekarang hanya tinggal memesan catering.
Terlihat Laras dan Jerry sedang berada di dalam butik dan mencoba beberapa baju pengantin model terbaru. Laras terus keluar masuk untuk mencoba baju pengantin, tapi Jerry hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Laras nampak kesal dan menghampirinya. "Sebenarnya kamu ingin baju yang seperti apa?" Tanya Laras dengan nada ketus.
"Aku ingin baju terlihat jelek di tubuhmu!" Jawab Jerry dengan santainya.
Laras nampak mengerutkan keningnya mendengar jawaban Jerry. "Aneh! Semua lelaki ingin melihat pengantin wanitanya terlihat cantik karena ini momen yang spesial. Tapi kamu malah sebaliknya." Ujar Laras sambil membulatkan matanya.
Jerry hanya tersenyum melihat Laras yang sedang mengoceh. "Apa kamu sudah puas?" Tanya Jerry.
Laras memonyongkan bibirnya dan beranjak pergi. "Aku sudah muak sama kamu, lebih baik aku tidak menggunakan baju apapun." Ucap Laras sambil beranjak pergi.
__ADS_1
Jerry bangkit dari tempat duduknya dan langsung memegang tangan Laras. "Sayang aku bukan bermaksud seperti itu, aku sangat mencintaimu. Jadi itu sebabnya, aku tidak ingin kamu di berikan pandangan jahat oleh lelaki yang akan datang di pesta pernikahan kita." Ucap Jerry sambil memainkan wajah Laras.
"Iya aku mengerti, tapi bukan seperti ini caranya. Kamu tahu, aku sudah hampir empat jam terus mengganti baju pengantin dan kamu lihat para pegawainya sudah nampak lelah membantuku." Jawab Laras sambil menunjukkan jarinya ke arah pegawai butik.
Jerry nampak terdiam, dia melihat wajah Laras yang terlihat pucat dan lelah. Dan para pegawai nampak memandang tidak suka kepada mereka. "Baiklah, aku minta maaf! Dan untuk para pegawai mereka tidak akan sia-sia." Ucap Jerry sambil tersenyum.
"Lalu baju pengantin mana yang ingin kamu pilih untukku?" Tanya Laras sambil melihat kearah Jerry.
Laras nampak tertegun dan tidak mengerti mendengar keinginan Jerry. Tapi pegawai butik nampak tersenyum dan mengerti maksud yang di ucapkan Jerry. "Saya sudah mengerti sekarang. Nona silahkan ikut dengan kami, kami punya baju pengantin terbaik dengan penutup wajah." Ucap pegawai butik dengan sopan dan tersenyum.
"Ayo ikutlah dengan dia, aku janji ini yang terakhir!" Ucap Jerry sambil melihat kearah Laras
Laras menganggukan kepalanya dan ikut bersama pegawai butik ke ruang ganti. Mereka membantu Laras menggunakan baju pengantinnya dan menambahkan sedikit riasan di wajahnya. "Nona terlihat cantik sekali, dan baju ini benar-benar cocok dengan bentuk tubuh nona." Ujar pegawai butik sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya, aku menyukai baju ini. Tapi aku tidak tahu Jerry akan menyukainya atau tidak!" Ucap Laras dengan raut wajah yang putus asa.
"Percayalah nona, aku jamin ini yang terakhir!" Jawab pegawai tersebut mencoba meyakinkan Laras.
Laras tersenyum dan pegawai butik langsung memakai masker untuk menutupi wajah Laras. Laras nampak terlihat cantik meskipun hanya terlihat matanya saja.
Setelah selesai, mereka langsung membantu Laras untuk keluar dan memberikan hasil terbaiknya. Jerry nampak tercengang, dia hanya bisa menganga. "Kamu cantik sekali!" Ucap Jerry sambil mengelilingi tubuh Laras.
Laras nampak tersenyum dan pipinya memerah. "Apa kamu yakin, menyukai baju ini?" Tanya Laras.
"Iya, aku menyukainya! Kamu tahu dari matamu saja bisa membuat lelaki jatuh cinta. Apalagi jika mereka melihat wajahmu!" Ucap Jerry sambil memuji kecantikan Laras.
__ADS_1