CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Operasi


__ADS_3

1 tahun kemudian...


Semenjak saat itu, sifat Ririn pun berubah. Hati dan perasaannya sudah hilang karena rasa kecewa yang dia alami. Dibenaknya hanya ada dendam dan harta, dia melakukan berbagai cara untuk mendapat hak yang lebih besar untuk berin anaknya.


Sedangkan Berin juga sama seperti ibunya, dia tidak bisa menerima perlakuan Jerry yang membuatnya kecewa karena membela seorang wanita buta. Kepergian Siska menjadi alasan terbesar untuk kehancuran hidupnya. Dia semakin berambisi untuk mendapatkan Laras sebagai tameng untuk balas dendamnya kepada Jerry.


Lain dengan Jerry dan Laras, kedekatannya semakin erat dan Jerry pun menyatakan perasaannya. Laras pun membalasnya dan mereka ingin melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan tapi Laras merasa malu karena dia tidak mau Jerry yang melayaninya. Laras mengajukan persyaratan untuk pernikahannya yaitu sepasang bola mata.


Jerry terus mencari ke setiap rumah sakit untuk mencari mata yang cocok untuk Laras. Akhirnya setelah sekian lama mencari, Jerry menemukannya dan langsung membawa Laras ke rumah sakit tersebut.


Laras dengan sangat bahagia dan wajah yang berseri-seri pergi menuju rumah sakit ditemani Jerry. Setelah pemeriksaan yang cukup lama, akhirnya hasilnya cocok dan Laras bisa melakukan operasi malam ini.


"Mas, terima kasih untuk semuanya. Aku tidak akan pernah melupakan semua jasa-jasamu." Ucap Laras sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


Jerry menghapus air mata Laras dengan jarinya. "Sayang, aku bahagia bisa membuat kamu bahagia. Kamu harus janji, akan menjadi istriku untuk selamanya." Ucap Jerry mengingatkan.


Laras menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan tersenyum. Dia langsung memeluk Jerry dengan sangat erat. "Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajahmu!" Ucap Laras.


Jerry membalas pelukannya dan mencium kening Laras. "Aku sangat mencintaimu!" Ucap Jerry.


"Aku juga!" Ucap Laras sambil tersenyum.


Jerry mendekati bibir Laras dan menciumnya dengan penuh kelembutan. Laras nampak terkejut saat merasakan bibir Jerry yang telah menempel di bibirnya. Laras tak memberontak, dia malah merasa bahagia dan menikmati bibir Jerry.


"Tidak apa-apa mas, aku bahagia!" Ucap Laras.


Jerry pun berpamitan karena dokter akan melakukan operasi untuk mata Laras. Hati Jerry serasa berat untuk melepaskan tangannya dari tangan Laras. "Aku pergi dulu yah, semoga operasinya lancar." Ucap Jerry sambil melangkah pergi.

__ADS_1


"Tunggu mas," Ucap Laras sambil menarik tangannya.


"Ada apa?" Tanya Jerry.


"Bolehkah aku merasa wajahmu, agar aku bisa mengenalinya nanti setelah aku bisa melihat!" Ucap Laras.


Jerry menganggukan kepalanya sebagai jawaban dan meletakkan tangan Laras di wajah Jerry. Laras meraba dari keningnya sampai bibirnya. "Aku merasa kamu lelaki yang sangat tampan, dan berwibawa!" Ucap Laras.


"Iya, semoga saja harapan kamu menjadi nyata." Ucap Jerry sambil tersenyum.


Jerry mengecup kening Laras untuk yang terakhir kalinya, dua langsung pamit untuk pergi. Tak lupa dia berbicara kepada dokter untuk melakukan yang terbaik untuk kekasihnya. Dokter pun mengangguk kepalanya dan tersenyum lebar. "Saya akan melakukan yang terbaik!" Ucap dokter tersebut.


Jerry pun keluar dari ruangan tersebut dan lampu operasinya menyala. Jerry menunggu di luar dengan raut wajah cemas, dan khawatir. "Ya Allah semoga operasinya berjalan lancar!" Ucap Jerry.

__ADS_1


Setelah beberapa jam menunggu, dokter pun keluar dengan wajah yang berseri. "Alhamdulillah mas, operasinya berjalan lancar. Dan kekasih anda akan membaik setelah 1 Minggu." Ujar dokter tersebut.


Jerry pun akhirnya bisa bernafas dengan lega. "Alhamdulillah Ya Allah, terima kasih dokter!" Ucap Jerry sambil bersujud syukur.


__ADS_2