
Setelah merasa cukup lama di dalam kamar mandi, Laras menghela nafas panjang dan memberanikan diri untuk keluar. Laras nampak ragu, dia membuka pintu dengan perlahan dan mengintip keadaan di luar. "Sepi!" Ucap Laras sambil tersenyum.
Akhirnya dia bisa bernafas lega, karena dia tidak mendapati Jerry di kamar. Laras keluar dari kamar mandi dengan menggunakan sehelai handuk yang menutupi bagian tubuhnya.
Dia bergegas mengambil pakaian yang telah bertengger di atas ranjang. Pakaian yang nampak indah, dan pas di tubuh Laras. Membuat penampilannya semakin mempesona dan menambah keelokan parasnya.
Laras nampak tersenyum, saat melihat pantulan wajahnya di cermin. "Mas Jerry, memang mengerti diriku!" Ucapnya sambil melenggak-lenggokkan tubuhnya.
"Cantik! Kamu benar-benar sangat cantik, dari manapun kamu memandang, yang terlihat hanya kecantikanmu!" Ucap seorang lelaki sambil menghampiri.
Pipi Laras nampak memerah, melihat Jerry datang menghampiri dan dia sama sekali tidak menyadari kedatangannya. Jerry langsung memeluk Laras dari belakang. "Aku bahagia bisa bertemu denganmu! Kamu tahu setiap hari pikiranku tidak tenang, memikirkan keadaanmu." Ucap Jerry dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Laras melihat wajah Jerry dari pantulan cermin. Dia menggenggam tangan Jerry. "Alhamdulillah mas, akhirnya kita bisa bertemu lagi. Setelah perjalanan dan penderitaan yang kita lalui." Ucap Laras sambil tersenyum.
Jerry membalikkan tubuh Laras dan sekarang mereka saling bertatapan muka. "Kamu tahu, dulu aku melihat papah yang terlihat menderita karena kepergian mamah. Tapi sekarang aku tahu, cinta tidak membuat papah menderita. Hanya kesetiaan yang membuat dia tegar dan terima kasih telah menjadi wanita yang bisa membuat aku tersadar." Ucap Jerry sambil membelai pipi Laras.
Laras tersenyum dan menghapus air mata yang lolos dari kelopak mata Jerry. "Mas, seharusnya aku yang berterima kasih sama kamu, karena kamulah yang membuat aku jadi wanita yang seperti ini. Kamu yang selalu setia dan sabar mengurus wanita buta seperti aku." Ucap Laras.
"Ssssst, sudahlah jangan bahas lagi masa lalu. Sekarang kamu sudah bisa melihat, kamu bisa menikmati keindahan alam ciptaan Tuhan dengan mata ini." Ucap Jerry sambil terus memandangi wajah Laras.
Jerry membalas pelukannya dan mencium kening Laras. "Iya sayang! Mulai sekarang aku janji, tidak akan ada air mata yang keluar selain air mata kebahagiaan." Ucap Jerry.
Laras menganggukan kepalanya dan tersenyum, dia benar-benar bahagia. Begitupun juga dengan Jerry. Setelah selesai mereka langsung pergi meninggalkan hotel tersebut.
__ADS_1
Selang beberapa menit kemudian, mobil Berin mendarat di parkiran. Dia bergegas keluar dari mobil dan masuk ke dalam hotel. Dengan langkah kaki yang tergesa-gesa, Berin menuju kamar yang di tempati Laras. Pintunya terbuka dan Berin langsung masuk ke dalam. "Laras!" Teriak Berin sambil mencari keberadaan Laras.
Hening, tidak ada jawaban dari dalam. Dia mencari ke kamar mandi dan terlihat seorang wanita tengah membersihkan kamar mandi. "Maaf, anda siapa?" Tanya wanita tersebut.
"Saya teman dari wanita yang tinggal di kamar ini. Kemana wanita itu sekarang?" Tanya Berin dengan raut wajah penasaran.
"Dia baru saja pergi, bersama seorang lelaki!" Ucap wanita tersebut.
"Lelaki!" Ucap Berin dengan nada terkejut.
"Iya, lelaki yang sangat tampan dan mereka terlihat saling mencintai!" Ujarnya.
__ADS_1
Berin nampak melamun mendengar jawaban dari wanita itu. "Tidak mungkin itu Jerry. Tapi kalau bukan Jerry, lalu sama siapa?" Batin Berin yang terus bertanya-tanya.