CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Penghianatan Sindy


__ADS_3

Plaakkk...


"Menjijikkan!" Ucap Laras sambil menepis tangan Berin dan langsung berlari ke kamar mandi.


Berin hanya tersenyum melihat Laras panik dan pergi. "Kamu tunggu saja sebentar lagi! Kamu pasti akan menyerahkan tubuhmu dengan suka rela." Ucap Berin sambil menyunggingkan bibirnya.


Di kamar mandi...


Terlihat Laras tengah berdiri di bawah shower yang menyala. Tubuh dan pikiran ternetralisir Karena dinginnya air yang merasuki sekujur tubuhnya. "Alhamdulillah, perasaan aneh akhirnya menghilang. Kenapa aku bisa terjebak dengan lelaki gila seperti Berin? Mas kamu dimana, tolong aku!" Ucap Laras sambil meneteskan air matanya.


Di tempat lain...


Jerry nampak sibuk dengan pekerjaan, dia mencari bukti untuk menjatuhkan perusahaan Berin. Beberapa orang kepercayaannya, selalu mengintai perusahaan dari dekat dan melaporkan semuanya. Sampai pada satu bukti yang bisa membuat perusahaan Berin jatuh dan tak bisa bangkit lagi.


"Ternyata dokumen izin perusahaan Berin palsu, jadi perusahaan itu ilegal." Ucap Jerry sambil melihat berkas-berkas dan tersenyum.


Tok...tok...


Terdengar suara ketukan pintu membuyarkan kebahagiaan Jerry. "Masuk!" Ucap Jerry dengan nada kesal.


Ternyata kebahagiaan Jerry bertambah, saat melihat wajah asisten tersenyum sambil memberikan beberapa helai kertas. "Bos, ternyata Berin adalah penyalur tenaga kerja plus-plus. Sekaligus dia juga di juluki sebagai master narkoba." Ucap lelaki itu.

__ADS_1


Raut wajah Jerry bertambah berseri, kabar yang diberikan asistennya sudah cukup untuk menjatuhkan berin. Jerry menyuruh asisten untuk memberikan bukti-bukti tersebut kepada polisi.


Asisten tersebut pergi dan tanpa di sadari sepasang bola mata tengah memperhatikannya. Orang itu langsung pergi mengejar asistennya. "Mas, tunggu sebentar!" Teriaknya.


Asisten tersebut langsung menghentikan langkahnya dan melihat kearah belakang. "Mbak sindy, ada apa?" Tanyanya dengan nada heran.


"Coba saya lihat, berkas yang ada di tangan kamu!" Perintah sindy dengan nada tegas.


"Maaf mbak, ini privasi dan saya tidak bisa memperlihatkannya." Ucap asisten tersebut.


Sindy tersebut dan menyunggingkan bibirnya, dia langsung mengambil handphonenya dan berpura-pura menelpon.


Sindy memberikan handphonenya kepada asisten tersebut. "Ini, kamu ngomong sendiri!" Ucap sindy.


Asisten tersebut langsung mengambil handphone sindy dan mendengarkan ucapan di balik telpon. Setelah merasa cukup bukti, asisten tersebut langsung memberikannya kepada sindy dan sindy langsung melihat apa yang ada di dalam berkas tersebut.


Matanya membulat, saat melihat semua yang tertulis di dalamnya. Sindy mengambil satu helai berkas tersebut dan memberikan yang lainnya kepada asisten tersebut.


Setelah merasa puas, sindy meninggalkan asisten tersebut dan pergi ke dalam mobil. Dia menelpon nomer itu kembali dan telpon pun tersambung.


"Ternyata kamu suara kamu tidak jauh berbeda dengan Jerry." Ucap sindy sambil tersenyum.

__ADS_1


"Tentu saja, walau bagaimanapun kita bersaudara." Ucapnya di balik telpon.


"Kamu tahu, Jerry akan menjatuhkan perusahaan kamu dengan mudah. Dia sudah membawa bukti-bukti ke kantor polisi." Ucap Sindy.


"Jangan bohong kamu, aku tidak percaya akan ucapan wanita licik sepertimu."Jawabnya.


Sindy melakukan Video call, dan terlihat berin nampak tercengang saat melihat sehelai kertas. "Bagaimana Jerry tahu tentang semua ini?" Tanya Berin kepada sindy.


"Kamu tahu, Jerry dan kamu jelas-jelas jauh berbeda. Perbedaan kalian bagaikan bumi dan langit. Jerry terlahir sebagai seorang CEO tampan dan berkarisma sedangkan kamu hanyalah seorang pencinta wanita yang mempunyai nafsu besar tapi otak dangkal." Cibir Sindy sambil tersenyum.


Berin begitu geram, mendengar ucapan sindy. "Kalau kamu ada di hadapanku, aku akan membuatmu tidak bisa menjauh dariku!" Ucap Berin nada tinggi.


"Kenapa sih, di otak kamu hanya ada cara bagaimana menggauli perempuan. Kamu siap-siap saja perusahaanmu tidak bisa di selamatkan tapi kamu harus berterima kasih sama aku, karena setidaknya kamu tidak akan masuk penjara dan membusuk di dalamnya." Ucap sindy sambil tersenyum bangga.


"Aku tahu, kamu tidak mungkin menolongku jika tidak ada untungnya!" Ucap Berin sambil menyunggingkan bibirnya.


"Iya, kita memang sama aku membutuhkanmu dan kamu membutuhkanku. Kamu harus melakukan sesuatu untukku, jika kamu tidak ingin kertas ini berada di kantor polisi!" Ucap Sindy sambil tersenyum.


"Baiklah, apa yang harus kulakukan?" Tanya Berin.


"Hancur Laras, kalau bisa bunuh dia. Jangan biarkan Jerry bertemu dengannya lagi." Ucap sindy dengan tatapan mata tajam.

__ADS_1


__ADS_2