CEO TAMPAN SANG PUJAAN

CEO TAMPAN SANG PUJAAN
Pak Broto


__ADS_3

Laras menuruti ucapan Ririn, dia membawa nampan yang di berikan Ririn dan langsung pergi menuju ruang tamu. Terlihat berin tengah berbincang dengan seorang lelaki paruh baya, tapi tampilan dan wajahnya masih terlihat fress.


"Permisi mas, ini minumannya!" Ucap Laras sambil menata cangkir di meja.


Berin nampak terkejut, melihat penampilan Laras yang benar-benar cantik dan menggoda. Begitu juga dengan Pak Broto, ia tak bisa memalingkan pandangannya melihat kecantikan Laras. Mata tak bisa berkedip, sampai-sampai ia mengeluarkan lendir dari mulutnya tanpa terasa.


"Ssssstttt, cantik sekali!" Ucapnya sambil menyeka mulutnya.


Berin langsung bergegas menarik tangan Laras dan membawanya menjauh. "Kenapa kamu malah datang kemari, dengan menggunakan pakaian seperti ini?" Tanya Berin dengan nada kesal.


"Aku disuruh mamah!" Jawab Laras.


"Mamah!" Ucap Berin sambil melepaskan cengkeramannya di tangan Laras.


"Iya, mamah yang suruh! Memangnya kenapa, kamu keberatan?" Tanya Ririn sambil berjalan menghampiri mereka.


"Mah, kenapa mamah melakukan semua ini. Mamah tahu kan, Pak Broto orangnya seperti apa?" Tanyanya dengan nada kesal.


"Iya, mamah sudah memperhitungkan semuanya." Ucap Ririn dengan nada tinggi.

__ADS_1


Ririn langsung menarik tangan Laras, dan membawanya ke ruang tamu. Ririn langsung menyapa Pak Broto dengan kecupan di pipinya. "Malam mas!" Sapa Ririn.


"Malam sayang, kamu cantik sekali. Ingin rasanya aku menggigit bibir kamu yang nampak manis." Ucap Pak Broto sambil memainkan bibir Ririn dengan jarinya.


"Ah, mas bisa saja!" Ucapnya sambil melepaskan tangan Pak Broto.


Ririn langsung mendekati telinga Pak Broto dan membisikkan sesuatu yang membuat dia tersenyum dan melihat kearah Laras. "Ternyata namamu Laras, nama yang indah." Ucap Pak Broto sambil mencium tangan Laras.


Laras nampak merinding melihat tampang lelaki tua itu seperti serigala yang sedang mengintip mangsanya. "Kenalin, nama Om Broto. Kamu bisa meminta apapun, jika kamu mau!" Ucapnya sambil memainkan wajah Laras.


Laras langsung menepis tangannya, dan merasa kesal. "Maaf Om, saya tidak butuh itu semua!" Ucap Laras sambil melenggang pergi.


Ririn langsung menahan Laras, dan cengkraman tangannya membuat Laras kesakitan. Ririn memaksa Laras duduk di samping Pak Broto. "Bagaimana mas, apakah kamu bisa membantu Berin?" Tanya Ririn dengan nada menggoda.


Berin yang mendengar semua itu, langsung datang menghampiri sambil mengepalkan tangannya. "Mah" Ucap Berin dengan nada tinggi.


Ririn membulatkan matanya, dan memberikan tatapan tajam. Berin langsung duduk dan tak berani berbuat apa-apa. Pak Broto terus memandangi Laras dari ujung kaki sampai ujung rambut. "Kamu benar-benar gadis yang sempurna, tapi aku ragu kalau di.." Ucap Pak Broto terhenti saat mendengar ucapan Ririn.


"Mas, tenang saja! Saya jamin dia masih ting-ting." Ucap Ririn sambil memberikan tatapan manja.

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku membawanya sekarang, dan aku jamin perusahaan Berin tidak akan tejadi apa-apa?" Tanya Pak Broto sambil tersenyum.


"Silahkan mas, dan ingat jangan terlalu kasar dia masih perawan!" Bisik Ririn.


"Oke!" Ucap Pak Broto sambil beranjak dan menarik tangan Laras.


Laras terus meronta, tapi dia di hampir oleh bodyguard yang bertubuh besar dan kekar. Laras di bawa ke dalam mobil dan di tak bisa berbuat apa-apa.


Berin merasa kesal. "Ingin rasanya aku membunuh si tua Bangka itu!" Ucapnya dengan raut wajah tak tenang.


"Sayang, biarkan Laras menjadi umpan untuk kesuksesan kamu. Setelah lelaki itu puas, kamu bisa melakukan apapun kepadanya." Ucap Ririn menenangkan hati Berin.


Di hotel...


Akhirnya mobilnya telah sampai di parkiran, Laras terlihat tidak sadarkan diri karena di berikan obat bius oleh pak Broto. Bodyguardnya langsung membopong tubuh Laras dan membawanya masuk ke dalam kamar hotel yang sudah dia pesan sebelumnya.


Setelah sampainya di kamar, bodyguard tersebut langsung membaringkan tubuh Laras di atas ranjang. "Cantik, memang benar dia sangat cantik!" Ucap bodyguard tersebut menelan ludah.


"Hey, apa-apaan kamu!" Bentaknya dari belakang.

__ADS_1


Bodyguard tersebut nampak terkejut dan bergegas menjauh. "Maaf bos!" Ucapnya sambil beranjak pergi.


Pak Broto langsung mendekati Laras, dia memainkan tangannya di wajah Laras. "Sayang, aku ingin sekali merasakan tubuhmu yang wangi dan menggoda ini. Tapi sayang, aku tidak bisa. Kamu akan menjadi kado untuk rekan bisnisku yang dikata tidak pernah bisa di taklukkan oleh wanita. Tapi aku yakin kecantikanmu akan menjadi kado yang terindah untuk CEO itu." Bisiknya sambil terus mencium aroma tubuh Laras.


__ADS_2