Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Nurul menghilang!


__ADS_3

Sejenak mereka terdiam sambil mengenang sang pujaan hati masing-masing.


"Tapi, perpisahan kalian tidak setragis perpisahanku dengan Raka." Lidya menghembuskan nafasnya untuk menghilangkan rasa sesak didadanya ketika teringat tentang pertengkaran mereka.


Nurul turut bersimpati kepada sahabatnya itu. "Meskipun berpisah dengan cara yang tragis, tapi setidaknya kalian mengetahui bahwa cinta kalian terbalaskan."


Ia pun melanjutkan kalimatnya, "Sementara perasaanku kepadanya yang terus saja tumbuh seiring waktu ini, tidak mempunyai kepastian sama sekali." suaranya terdengar semakin lirih membuat Lidya bisa merasakan kesedihan di hati Nurul.


Lidya mencoba mwnghibur Nurul dan berkata, "Tapi aku yakin kak Ari juga menyukaimu Nurul."


"Ya, awalnya aku juga meyakini hal itu, namun setelah ia menghindar dari kita tadi siang, aku mulai ragu." jawabnya semakin lemas.


"Mungkin dia mempunyai alasan tersendiri." bela Lidya, karena ia yakin bahwa Ari juga masih memiliki 'rasa itu'.


Flashback on


Ketika hari pertama mereka mengikuti lomba, Lidya mencari ruangan Nurul untuk mengajaknya sholat berjamaah bersama di mushola universitas tersebut.


Namun, ketika ia sudah menemukan ruangan Nurul, ia melihat Ari yang sedang duduk di atas batu besar yang berada di bawah pohon sambil tersenyum menatap ke arah ruangan dimana ruangan itu adalah ruangan yang sedang ia tuju.


Lidya ingin menemui Ari untuk sekedar menyapanya, namun ia mengurungkan niat tersebut. "Setidaknya untuk beberapa hari ke depan ada orang yang akan selalu mengawasinya." gumamnya kemudian berbalik arah untuk kembali ke ruangannya.


Keesokan harinya, ia melihat pemandangan yang sama seperti sebelumnya. Itulah sebabnya ia sangat yakin bahwa Ari masih mencintai Nurul sampai saat ini.


Namun ia masih tidak mengetahui apa alasan Ari menjaga jarak dari mereka.


Flashback off.


"Mungkin, semoga sebelum pulang kita masih bisa bertemu Kak, walau hanya sebatas bertemu pandang saja." Gumamnya di dalam hati.


Lidya yang melihat Nurul yabg masih tetap diam, berusaha mengalihkan pembicaraan, "Tak terasa ya, ini adalah malam terakhir kita di tempat ini, ngomongin masalah pulang, aku sebuah rencana."


Usaha Lidya membuahkan hasil, "Rencana apa?" tanyanya walau terlihat sedikit cuek.


"Ada deh.. Rahasia." goda Lidya


"Akh, bikin orang penasaran saja."

__ADS_1


"Namanya juga rahasia."


"Iya, iya."


.....


Keesokan harinya, ada yang terasa berbeda dari sebelum-sebelumnya. Keadaan di sekitar kamar terasa sedikit asing, Nurul pun bersikap biasa-biasa saja.


Setelah ia selesai melaksanakan sholat subuh, terdengar ucapan selamat dari seluruh teman-teman sekamarnya. Mereka bergantian berjabat tangan dengannya.


Ia sudah mencurigai bahwa semua itu adalah rencana Lidya, karena Lidya sengaja bersembunyi darinya.


Lidya sangat hafal bahwa Nurul tidak ingin segala sesuatu tentangnya dijadikan pengetahuan umum. Tapi Lidya sengaja melakukan hal tersebut untuk memancing amarahnya.


Karena masih ada kejutan lainnya yang sudah ia siapkan dari semalam.


Tas!


Terdengar sebuah letusan balon di samping Nurul yang berhasil membuatnya melompat karena kaget.


"Astagfirullah haladzim" ucapnya sambil memegangi dadanya.


Kejar-kejaran di dalam kamarpun tak bisa dihindari. di sisi lain teman-teman sekamar tidak bisa melarang mereka karena hari itu adalah hari yang 'santai'.


Tak lama kemudian seorang pengawas datang untuk menghentikan mereka. Lidya yang tidak bisa mengelak lagi hanya bisa pasrah menerima jeweran dari Nurul.


Merekapun bersiap-siap untuk meninggalkan tempat tersebut. Setelah berkumpul di Aula pertemuan, seluruh peserta bergabung bersama guru pembimbing masing-masing.


Sebagai bonus dari kepala sekolah, beliau menambahkan waktu mereka untuk refresing di kota tersebut menjadi dua hari.


Lidya tidak ingin membuang kesempatan emas tersebut. Ia ingin mempertemukan Nurul dan Ari tepat di hari bahagia itu.


Ia meninggalkan Nurul sebentar untuk meminta izin dari guru pembimbing. Namun saat ia pergi, ada seorang gadis cantik yang mengaku sebagai panitia lomba mengajak Nurul menaiki sebuah Bus yang akan menuju ke stasiun kereta api.


Tanpa ragu Nurul mempercayai gadis tersebut karena ia menggunakan tanda pengenal seperti yang digunakan oleh panitia lainnya.


Ia pun menaiki Bus tersebut, setelah keberangkatan dari Bus itu, Gadis cantik yang mengaku sebagai panitia lomba itu menyeringai penuh kemenangan.

__ADS_1


Di dalam Bus, Nurul berusaha untuk mencari keberadaan Lidya, tapi ia tidak menemukannya. Rasa takut dan khawatir mulai menyelimuti perasaannya. Ia pun bertanya kepada teman sebangkunya, "Maaf, Bus ini tujuannya ke mana?"


"Ke stasiun kereta api, memangnya kenapa?"


"Astaga, apakah aku sudah ditipu?" gumamnya di dalam hati.


"Owh... Tidak apa-apa, saya hanya ingin memastikannya saja." ia pun berusaha setenang mungkin agar tidak menimbulkan kecurigaan dari orang lain.


Sementara itu di tempat yang lainnya, Lidya mondar-mandir mencari keberadaan Nurul untuk mengajaknya menemui Ari di Universitas A.


Ia pun bertanya kepada hampir semua orang yang ia temui di tempat itu, sementara guru pembimbing dan ketiga teman sekolahnya yang lain sudah menaiki Bus dengan tujuan penginapan B, karena mereka ingin istirahat total sebagai persiapan untuk mengelilingi pusat perbelanjaan setelah malam hari.


Kerumunan orang-orang di tempat tersebut semakin berkurang. Lidya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencari sahabatnya.


Ia duduk pasrah di sebuah kursi tunggu yang tersedia di samping gedung penginapan. Tak lama kemudian, datanglah seorang Panitia laki-laki yang berusia sekitar empat puluh tahunan mendekatinya.


Sedari tadi bapak tersebut memperhatikannya yabg sedang kebingungan sendiri.


"Ada apa dek?"


"Sahabat saya menghilang Pak,"


"Menghilang bagaimana?"


"Iya, menghilang. Tadi saya meninggalkannya sebentar, tapi setelah saya kembali lagi ia sudah tidak ada."


"Bagaimana ciri-cirinya."


"Ia cantik, manis, baik dan... oh iya, dia adalah siswa yang mandapat perigkat ketiga. Pasti Bapak mengenalinya kan?"


"Iya, tapi banyak suasana disini sangat ramai, bagaimana kalau kita mencarinya melalui CCTV?"


"Baik Pak." jawabnya pasrah.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2