
"Hmm... Jadi mereka sedang membahas tentang sosok pangeran mereka?" ucap orang itu sambil tersenyum jahat.
"Tapi siapa si Killer itu?"
"Aku akan menyelidikinya."
Gumam seseorang yang berada di balik pohon bunga.
Flash back off
Keesokan harinya
Hari ini, semuanya berjalan seperti biasa, rutinitas yang seperti biasanya, cuaca yang seperti biasanya. Hanya ada satu yang berbeda, yaitu tekad yang luar biasa dari seorang Gadis yang Cantik dan imut.
Ya, gadis itu bernama Ani.
"Mulai hari ini aku akan mencoba untuk melupakannya."
"Aku akan membuang segala kenangan tentangnya."
"Aku akan memulai hari dengan harapan yang baru."
"Aku tidak ingin terus disakiti oleh orang yang sama lagi."
"Orang yang sudah jelas-jelas tidak pernah menghargaiku."
"Orang yang tidak pernah menganggapku sama sekali."
"Selamat tinggal kak Rendi."
Ucapnya setelah berhasil mengumpulkan segala tekad yang ada di hatinya sambil membuang buku Diary kesayangannya di dalam tong sampah yang terdapat di depan rumahnya.
Setelah kepergiannya, sosok orang yang menguping pembicaraan mereka semalam mengambil buku Diary tersebut.
"Siapa tahu aku dapat petunjuk dari buku ini." gumamnya sambil menyimpan buku Diary tersebut ke dalam.tasnya.
Flashback on.
Pagi itu, Sosok orang yang menguping pembicaraan semalam. Berhenti tepat di perempatan jalan sambil melihat ke arah Ani yang sedang berdiri mematung sambil memeluk buku Diary kesayangannya. Karena rumah Ani hanya berjarak 2 rumah sesudah perempatan.
Sosok itu memperhatikan Ani sedari tadi yang terus mengucapkan kata-kata yang ia tidak ketahui kata-kata yang sedang diucapkan oleh Ani. Tapi ia memiliki insting bahwa saat ini Ani sedang menguatkan hatinya untuk merelakan buku yang sedang dipeluknya itu. Ia yakin bahwa buku itu sangat berharga.
Hal itu tampak jelas di wajah Ani yang terpaksa saat membuang buku tersebut. Akhirnya ia menunggu sebentar agar ia bisa mengambil buku tersebut ketika jarak Ani sudah cukup jauh.
Flashback off
Sementara itu di sisi lainnya. Ada seorang Pria tampan yang sedang mencurigai sosok penguping dari kejauhan.
"Mengapa Dia lewat jalan sini?"
"Bukankah ini berlawanan arah dengan sekolahnya?"
"Itu kan buku Diarynya Ani," gumamnya setelah melihat anak itu segera menyimpan buku tersebut di dalam tasnya.
"Mengapa Ani membuang buku itu?"
"Bukankah buku itu sangat berharga?"
__ADS_1
"Jika Dia sengaja membuangnya, berarti...."
"Ya, Dia tidak menyukaiku lagi dan berusaha untuk melupakanku."
"Seharusnya itu yang terbaik kan...."
"Tapi kenapa hatiku merasa kecewa dengan keputusannya ini?"
"Mungkinkah aku mengharapkan yang sebaliknya?"
"Akh... seharusnya aku bahagia dengan keputusannya, agar aku tidak menyakitinya lagi."
"Ya, lagi. Karena selama ini ia sudah sering terluka karena aku hanya mementingkan perasaanku kepada Nurul saja." ucapnya dengan perasaan bersalah
"Dan terus mengabaikannya bahkan setelah kejadian di Perpustakaan itu." sambil mengingat kejadian beberapa hari lalu di Perpustakaan.
"Ya, kecelakaan yang berujung keromantisan itu lho..." Sambung Author.
"Sebaiknya aku minta maaf secara pribadi dengannya dan menjelaskan maksud dari semuanya."
"Agar Dia tidak salah paham lagi denganku."
"Ya, itulah yang seharusnya kulakukan." ucapnya dengan sebuah tekad yang sudah bulat.
"Bagaimana pun Dia tidak melakukan kesalahan."
"Tapi akulah yang terlalu egois." sambungnya setelah menyadari kesalahannya selama ini.
"Tapi..."
"Sebelum itu, aku harus mengambil buku Diarynya dari anak itu."
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini Adit?" tanyanya ketika jarak mereka sudah dekat.
"Ekh... Kak Rendi, itu Kak aku_" ucapnya setengah kaget dan bingung harus manjawab apa agar Rendi tidak mencurigainya.
"Apakah sekarang sekolah kamu sudah pindah Adit?"
"Akh... Iya, aku bisa menjadikan ini sebagai alasan." gumamnya di dalam hati
"Iya Kak."
"Benarkah?" tanya Rendi sambil memegang bahu Adit dan mendekatkan wajahnya untuk menatap secara langsung netra Adit.
Adit hanya menganggukkan kepalanya ragu.
"Dasar bocah, jika kamu bukan adiknya Lidya. Sudah kujewer telingamu Dit." Gemesnya di dalam hati.
Rendi tidak ingin berlama-lama lagi. "Kembalikan buku Diary itu." ucapnya dengan penuh penekanan tanpa melepaskan tangan dan tatapannya semakin tajam.
Sehingga membuat Adit sedikit ngeri melihatnya. Tapi ia segera mengontrol rasa takutnya.
"Maksud Kakak?" ucapnya pura-pura tidak mengerti.
"Anak ini pandai berakting juga." gumam Rendi di dalam hatinya.
"Jangan pura-pura lagi Adit, atau...." ucapnya sambil menggerqkkan tangannya hendak menjewer telinga Adit.
__ADS_1
Akhirnya Adit menyerah setelah mendapat ancaman dari Rendi. "Ok. Dengan satu syarat."
"Katakan saja." ucap Rendi setelah melepaskan Adit dan berdiri dengan santai sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.
"Apa Kakak tahu siapa si Killer?"
"Si Killer?" tanya Rendi sedikit terkejut dengan pertanyaan yang terlontar dari mulut Adit.
"Ya," jawabnya dengan mantap
"Memangnya ada urusan apa antara kak Raka dan bocah ini?" tanyanya di dalam hati
"Buat apa kamu mencari tahu tentangnya?"
"Itu rahasia." jawab Adit santai dan hendak meninggalkan Rendi begitu saja.
"Ekh tunggu," sambil menahan bahu Adit. "Kakak akan memberitahukannya." ucapnya dengan terpaksa karena ini satu-satunya kesempatan yang tidak boleh dilewatkan begitu saja.
"Tapi, berikan dulu buku Diary itu." sambungnya sambil menyodorkan tangan yang satu lagi.
"Ok, deal." ucap Adit kemudian menyerahkan buku Diary tersebut kepada Rendi.
"Hmmm."
Beberapa saat kemudian.
"Oh... Jadi rumor yang beredar selama ini benar?"
"Aku akan memberitahu informasi penting ini sama Papa."
Gumam Adit di dalam hatinya setelah mengetahui informasi tentang si Killer.
"Makasih kak Rendi." ucapnya kemudian berlari meninggalkan Rendi agar ia tidak telat ke sekolah.
"Dasar bocah, tapi apa hubungannya dengan kak Raka?" gumamnya setelah menyimpan buku tersebut di dalam tasnya.
"Akh... Yang terpenting sekarang buku ini sudah berada di tanganku." sambungnya dan segera melanjutkan perjalanannya ke sekolah.
Setelah sampai di sekolahnya, ia di sambut oleh beberapa teman sekelasnya untuk memberitahukan kepadanya kepadanya tentang suatu kabar yang menggembirakan.
.
.
.
.
Kira-kira kabar apa ya???
Jangan lupa
Vote
Like
Koment
__ADS_1
Dan favorit/subcribenya Readers...