Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Siapa gadis tomboy itu?


__ADS_3

*Di rumah Rendi


Sore hari menjelang Maghrib ada seorang Pria tampan yang sedang berdiri dibalkon kamar sambil menikmati suasana sore yang damai.


Memandang matahari yang seakan-akan bersembunyi darinya karena merasa malu, sehingga menyisakan garis garis yang berwarna jingga menjadi sebuah lukisan alam yang indah.



Mengamati sekelompok burung-burung yang terbang ke sarangnya setelah seharian mencari rejeki dari Illahi.


Tiba - tiba kedua netranya menangkap 3 sosok yang tidak asing lagi.


"Ya, itu mereka" gumamnya pelan


"Mereka siapa?" tanya Ari yang muncul dari belakang


"Gadis-gadis yang di sana" ucap Raka sambil menunjuk ke arah Nurul, Lidya dan Ani. "Apa kamu mengenal mereka Ren?" sambungnya


"Tentu saja"


"Merekalah yang menjahili Kakak"


"Iya aku tahu sejak Kakak menunjukkan buku Diary itu, ucap Rendi sambil menatap mereka. "Tidak disangka mereka yang melakukannya." gumam Rendi sangat pelan.


"Tapi mereka sudah tertangkap basah olehku."


"Secepat itu?" tanya Rendi "Bahkan dengan sengaja aku tidak memberi petunjuk apapun." gumam Rendi di dalam hatinya.


"Karena mereka bukan lawanku, he he he..." ucap Raka dengan angkuh.


"Iya iya"


"Siapa nama dari Gadis yang berpenampilan tomboy itu?"


"Namanya...." ucapan Rendi menggantung karena merasa ada yang aneh dengan Pamannya. "Sebentar, apa Kakak menyukainya?" tanya Rendi dengan antusias.


"Hah, seleraku bukan seperti itu Ren." ucap Raka dengan ketus. "Kamu jangan berpikiran macam macam!" sambungnya


"Terus kenapa Kakak ingin tahu tentang Lidya?" tanya Rendi penasaran


"Dia sudah melakukan suatu kesalahan yang fatal." ucap Raka dengan geram karena teringat meja kerjanya yang berantakan.


"Apa Kakak ingin memberi pelajaran kepadanya?"


"Tentu saja, pelajaran yang akan membuatnya untuk berpikir dua kali jika ingin berurusan denganku lagi."


"Tapi Dia bukan Gadis biasa Kak" ucap Rendi memperingatkan.

__ADS_1


"Maksud kamu?" tanya Raka sambil mengernyitkan keningnya.


"Dia pernah ikut latihan Taekwondo"


"Pantas saja waktu itu Dia sangat angkuh, tapi dengan begitu aku menjadi semakin penasaran sampai di mana keberaniannya untuk melawanku." ucap Raka dengan geram


"Hati hati lho Kak, benci dan cinta itu bedanya tipiis bangat" goda Rendi


"Ha ha ha..." Raka pun hanya tertawa renyah mendengar celotehan Rendi.


"Memangnya kamu pernah jatuh cinta? tanya Raka setelah tawanya mulai reda.


"Tentu saja" ucap Rendi dengan percaya diri.


Mendengar pengakuan Rendi, Raka pun berhenti tertawa. "Benarkah? dengan siapa? apa kalian sudah berpacaran?" tanya Raka sangat penasaran.


Kini giliran Rendi yang tertawa melihat tingkah Pamannya itu. "He.. he.. he, rahasia Kak" ucap Rendi dan mundur beberapa langkah ke belakang kemudian berlari ke luar kamar.


"Dasar bocah, mau ke mana?" teriak Raka


"Ke mesjid Kak" teriak Rendi dari tangga "Sudah mau Maghrib, assalamu'alaikum" sambungnya


"Ekh... tungguin aku Ren"


Melihat kelakuan Rendi dan Raka, Bunda Hani pun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya.


*****


Mereka membaca Alqur'an di sudut ruangan yang telah disiapkan khusus untuk siapa saja yang ingin mengaji.


"Bukankah itu mereka" gumam Raka ketika melihat Nurul dan kedua sahabatnya di pojok ruangan yang sedang membaca Alqur'an. "Ternyata mereka bisa mengaji dengan lancar juga" gumam Raka dalam hatinya.


Raka yang tidak ingin keberadaanya diketahui oleh Nurul dan kedua sahabatnya itu, akhirnya memilih untuk duduk di teras mesjid sambil menunggu waktu sholat Isya tiba.


Lain halnya dengan Rendi yang lebih memilih membaca buku di sudut ruangan yang berada tidak jauh dari Nurul dan kedua sahabatnya, Rendi sengaja melakukan hal itu karena ia ingin mencuri dengar lantunan ayat - ayat suci Alqur'an yang sedang dilantunkan Nurul.


Sesekali ia mencuri pandang kepada gadis yang sangat dirindukannya itu. Bagaimana tidak, sudah beberapa hari yang lalu Nurul menghindar darinya dan ini adalah kesempatannya untuk memandang wajah yang sangat manis itu.


Tak lama kemudian adzan Isya berkumandang


Nurul, Lidya dan Ani mengakhiri kegiatan mereka dan mengambil air wudhu kembali walau pun sebenarnya wudhu yang sebelumnya belum batal. Hanya saja hal itu sudah menjadi kebiasaan mereka.


****


* Setelah sholat Isya


Dalam perjalanan pulang mereka melihat Rendi bersama seseorang yang terlihat tidak asing lagi.

__ADS_1


"Bukankah itu Kak Rendi?" tanya Ani sambil menunjuk ke arah Rendi.


"Sepertinya iya." jawab Nurul


"Apa kamu ingin menemuinya?" goda Lidya


"Jangan mulai deh." ucap Ani walaupun sebenarnya ia ingin barkata 'Iya aku sangat merindukannya dan ingin segera menemuinya' namun maksudnya kali ini bukan itu.


"Kangen ya?" tambah Nurul


"Iisstt... kalian berdua jahil bangat sih."


"Kalau kangen bilang aja lagi."


"Kita pasti bantuin kirimin salam kangennya." sambung Nurul


"Iya..." refleks Ani, "Ekh maksud aku apa kalian tidak memperhatikan seseorang yang di samping Kak Rendi?" sambungnya.


"Oh... Ani, secepat itukah hatimu berpaling?" goda Lidya


"Tau akh.." rajuk Ani, "Aku capek ngomong sama kalian." sambungnya


Ani pun mempercepat jalannya dan meninggalkan kedua sahabatnya di belakang.


Tanpa ia sadari jaraknya dengan Rendi dan Raka menjadi sangat dekat.


Setelah menyadarinya Ani pun terpaksa menghentikan langkahnya dan menunggu kedua sahabatnya itu.


Nurul dan Lidya yang melihat tingkah laku Ani hanya bisa menahan tawa karena saat ini mereka berada di jalan raya, jika saja tidak ada banyak orang dan tempat yang sedikit tertutup, mungkin saja mereka akan tertawa terbahak-bahak sampai perut mereka sakit.


"Kenapa berhenti di sini?" tanya Nurul berpura-pura.


"Sudah nggak ngambek lagi?" goda Lidya


Ciiit


"Kalian berdua jahaaat bangat" ucap Ani melampiaskan kemarahannya sambil mencubit pipi kedua sahabatnya itu


.


.


.


.


Maaf ya Readers beberapa hari ini belum sempat nge Up, karena ada beberapa hal yang sedang diperbaiki.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan favoritnya ya, agar readers langsung dapat mengetahui kelanjutan ceritanya


Happy reading Readers


__ADS_2