Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Adegan yang sangat luar biasa bag. 2


__ADS_3

Lidya yang masih ketakutan sesekali mencuri lihat untuk memastikan keberadaan tikus tersebut, "Itu Pak, itu..." ucap Lidya sambil menunjuk ke arah tikus.


Melihat pergerakan dari tangan Lidya, tikus itu akhirnya menghampiri mereka.


"Akh.... Dia ke sini." teriak Lidya sambil memanjat punggung Raka, melingkarkan lengannya di leher Raka dan membenamkan wajahnya di bahu kanan Raka


Dapat dibayangkan, posisi mereka saat ini seperti seorang kakak yang sedang menggedong adiknya karena ketakutan.


Raka semakin kaget saja dengan kelakuan Lidya, ia semakin tidak bisa bergerak lagi.


Deg


Deg


Deg


Kini Raka dapat merasakan detakan jantung Lidya yang bergerak sangat cepat.


"Jadi tikus ini yang membuat Lidya ketakutan setengah mati?" gumamnya setelah melihat tikus kecil yang sedang berjalan ke arah mereka.


Sementara itu mata Nurul dan Ani membulat sempurna melihat ke arah mereka.


Raka yang sudah mulai memahami situasi yang sedang terjadi, memilih untuk keluar dari ruangan itu sambil menggendong Lidya agar Lidya tidak ketakutan lagi.


"Baiklah, aku akan membantumu keluar dari ruangan ini" ucap Raka.


Lidya hanya menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia menyetujui usul Raka.


Lagi-lagi Nurul dan Ani hanya diam seribu bahasa dengan ekspresi yang sulit diungkapkan dan terus menatap ke arah Lidya dan Raka.


Setelah Lidya dan Raka sudah tidak terlihat lagi, mereka saling menatap dan berpegangan tangan.


"Nurul, aku tidak salah lihat kan..."


Nurul hanya menggelengkan kepalanya lagi.


"Apa yang harus kita lakukan?"


"Akhh.. Tikus, dimana tikus itu? Pekik Nurul setelah menyadari niatnya untuk menangkap tikus kecil itu sambil mencari di setiap sudut ruangan. "Sepertinya Dia sudah bersembunyi di tempat lain." Gumam Nurul kemudian.


"Oh iya, kita harus menangkapnya." tambah Ani.

__ADS_1


"Sudahlah, semuanya sudah terlambat."


"Lalu kita harus bagaimana?" Tanya Ani


"Sebaiknya kita menyelesaikan pekerjaan ini agar kita bisa pulang."


"Hmmm..."


Akhirnya mereka menyelesaikan pekerjaan yang sudah tertunda karena kemunculan tikus kecil itu.


Sementara itu di sisi yang lain.


Selama dalam perjalanan, Lidya hanya membenamkan wajahnya di bahu kanan Raka.


Sesekali terhirup aroma maskulin dari tubuh Raka sehingga membuatnya semakin tenang, dan merasa hanyut dalam gendongan Raka, hingga membuatnya melupakan sosok kecil yang ditakutinya tadi.


"Sepertinya sudah lebih baik," gumam raka di dalam hatinya karena saat ini ia dapat merasa detak jantung Lidya yang sudah mulai normal kembali.


"Dasar Gadis tomboy yang penakut." gumamnya pelan dan ucapannya itu masih bisa di tangkap oleh indra pendengaran Lidya.


Sehingga membuat Lidya marah dan...


Ciiiit


"Akh....." jerit Raka dan melepas gendongannya. Kemudian meremas bahunya yang sakit itu sambil berputar ke arah Lidya yang berada di belakangnya.


"Pasti Bapak yang sengaja menaruh tikus itu kan?" tuduh Lidya dengan penuh amarah.


Ucapan Lidya itu membuat Raka semakin marah.


"Oh... Jadi seperti ini balasan kamu setelah ditolongin, hah...?"


"Kalau Bapak membiarkanku keluar dari perpus, aku tidak akan bersembunyi di belakang Bapak." bentak Lidya tak mau kalah.


"Kamu...." geram Raka.


"Oh... Ya, satu hal lagi." ucap Lidya


"Terima kasih sudah menggendongku." ucap Lidya kemudian pergi begitu saja meninggalkan Raka di ujung koridor.


"Dasar Gadis aneh." gerutu Raka sambil melihat punggung Lidya yang sudah mulai menjauh.

__ADS_1


Lidya langsung pulang ke rumahnya, ia melupakan kedua sahabatnya yang masih menunggunya di Perpustakaan sambil menyelesaikan tugas mereka.


Raka pun hanya bisa menahan sakit di punggungnya dan kembali ke Perpustakaan.


"Aku harus menyembunyikan hal ini dari Nurul dan Ani untuk sementara." gumamnya sambil melepaskan tangan kirinya yang sedang memegang bahu yang digigit Lidya.


"Bapak, di mana Lidya?" tanya Nurul setelah melihat Raka di depan pintu.


"Iya, kenapa hanya Bapak yang kembali?" sambung Ani


"Dia sudah pulang ke rumahnya."


"Alhamdulillah..."


"Dia baik-baik saja kan? Tanya Nurul


"hmmm" jawab Raka singkat


"Apa kami juga sudah bisa pulang sekarang?"


"Uummm... Nurul, sebenarnya aku ingin minta tolong kepada kalian."


"Minta tolong?"


"Ya."


"Apa yang bisa kami bantu?"


.


.


.


.


Kira-kira apa ya???


Apakah kalian bisa menebaknya Readers???


Silahkan tulis ide kalian di kolom komentar ya...

__ADS_1


Happy reading...


__ADS_2