
Dari dua pasangan yang berada di dalam perpustakaan itu, tak ada satu pun yang menyadari kehadiran seorang Gadis yang sedang mengamati mereka dari kejauhan sambil tersenyum hangat.
Ya, Dia adalah Nurul.
Nurul yang sedari tadi hanya bersembunyi di balik tembok dan tidak kemana-mana lagi selain mengawasi setiap kejadian yang terjadi di dalam perpustakaan, hanya bisa menyunggingkan senyum manisnya yang khas dengan lesung pipinya itu.
"Bahagianya melihat keromantisan mereka."
"Walau pun berawal dari kecelakaan, tapi berakhir dengan sangat indah."
"Akh.... Membuatku teringat dengan kejadian malam itu...."
Gumam Nurul sambil memutar ingatannya kembali ketika ia terjatuh dari tangga rumahnya.
Setelah puas melihat kejadian di dalam ruangan itu, akhirnya ia berpindah tempat dan duduk di bangku panjang yang terletak di depan ruang Perpustakaan.
"Mengapa aku semakin merindukan Kak Ari?"
"Akh... Rindu ini semakin lama semakin berat saja."
"Mungkinkah kita akan bertemu lagi?"
"Kapan ya Allah?"
"Aku sangat menantikannya."
Gumamnya kemudian, sambil menutup matanya mengenang setiap kejadian bersama Ari.
"Sebaiknya aku langsung pulang saja, jika aku masuk lagi, yang ada aku akan menjadi perusak suasana." ucapnya setelah puas dengan segala kenangannya tentang Ari.
******
Sementara itu di dalam Perpustakaan
Lidya yang sudah tak tahan lagi untuk berdiam diri di bangkunya, memutuskan untuk mendekati Ani dan Rendi.
Lalu menatap Rendi dengan sorot mata yang tajam.
Rendi hanya bisa mengatupkan kedua tangannya di depan dada sambil bergumam. "Maaf... Aku tidak sengaja."
__ADS_1
Lidya mendengar permintaan maaf dari Rendi tanpa menjawabnya kembali.
Ingin rasanya Lidya memberikan sebuah hadiah berupa pidato singkat yang bertema Cara Menghargai Wanita, namun hal itu diurungkannya karena ia tidak ingin memperpanjang permasalahan ini.
Setelah menghembuskan nafasnya dengan kasar untuk meredakan amarahnya kepada Rendi, Lidya segera memegang kedua bahu Ani.
"Apa masih sakit An?" tanya Lidya dengan lembut.
"Sudah mendingan kok." jawab Ani dengan enggan walau pun sebenarnya ia masih menahan sakit.
Namun ia lebih memilih untuk membohongi Lidya dari pada harus memperpanjang masalahnya.
"Toh Rendi sudah minta maaf kan.."
"Lagi pula ini adalah kecelakaan yang berkesan."
Gumam Ani sambil menahan debaran jantungnya yang masih tetap menari-nari.
"Syukurlah...." Ucap Rendi dan Lidya bersamaan.
Raka yang sedari tadi hanya berdiam diri di tempatnya sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada itu, hanya menyunggingkan senyumnya sambil bergumam "Ternyata si Tomboy ini perhatian juga." Gumamnya dari kejauhan.
Ani hanya mengangguk pelan agar rasa sakit di pucuk kepalanya tidak bertambah.
Tanpa melepaskan kedua tangannya yang berada di bahu Ani, mereka menuju ke tempat duduk.
Setelah beberapa langkah, Lidya menoleh ke belakang di mana Rendi masih setia mengikuti mereka dengan tatapannya, kemudian Lidya memperlihatkan tinjunya kepada Rendi.
Melihat hal itu membuat Raka hampir kelepasan.
"Pffft" tawanya tertahan. Untung saja mereka tidak nendengarnya karena posisi Raka yang berada sedikit jauh dari mereka.
Sementara itu, Rendi hanya bisa menelan salivanya dengan kasar dan meminta maaf sekali lagi.
Ia benar-benar merasa bersalah.
Setelah memastikan sudah tidak ada apa-apa lagi, Rendi memilih untuk mengambil dan mengembalikan buku yang terjatuh tadi.
Dan perpustakaan pun kembali menjadi hening.
__ADS_1
Setelah 5 menit kemudian
"Hmmm, kenapa Nurul lama sekali ya..." tanya Lidya karena ia ingin sekali segera pulang ke rumah.
"Aku juga nggak tahu, seharusnya sih sudah balik."
"Iya, sebaiknya kita susul aja."
Mendengar usul Lidya, menjadikan Ani mempunyai kesempatan untuk menata kembali debaran jantungnya. "Ya, sekarang saja."
Lidya hanya mengernyitkan keningnya sambil bergumam, "Mengapa Dia seantusias ini?"
"Ayo Lid." ucap Ani sambil menarik tangan Lidya.
"Hmmm." jawab Lidya singkat
Masih dengan rasa penasarannya, akhirnya mereka berdua keluar dari ruangan itu untuk menyusul Nurul.
"Kalian mau kemana?" Tanya Raka yang kini telah berada di hadapan mereka untuk menghalangi mereka keluar dari Perpustakaan.
.
.
.
.
Dukung aku dengan memberikan
Vote
Like
Koment dan
Hadiahnya ya...
Happy reading Readers
__ADS_1
Dukunganmu adalah semangatku.