Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Kebersamaan Lidya dan Raka


__ADS_3

Keesokan harinya


Ting


Ting


Ting


Bel istirahat pun berbunyi, ada sekelompok gadis yang sedang mengawasi mereka dari kejauhan, dengan tatapan yang penuh kebencian.


Sementara mereka bertiga tidak menyadarinya. Mereka hanya asyik dengan makanan mereka karena semakin cepat selesai, akan semakin cepat pula mereka akan bertemu dengan pelayan virtual mereka.


Kruuk


Kruuk


Kruuk


Tiba-tiba terdengar signal dari kelompok pengintip. Ketiga gadis itu akhirnya memilih untuk melanjutkan misi mereka setelah menyelesaikan urusan untuk mengisi kampung tengah mereka yang sudah berteriak.


Tak lama kemudian mereka menuju ke perpustakaan, namun sayangnya baru beberapa menit saja mereka berhadapan dengan laptop ada seorang gadis yang menghampiri mereka.


"Maaf ketos, ada undangan dari pembina." ucap gadis itu yang menjabat sebagai bendahara dalam struktur organisasi OSIS.


Mau tak mau, Nurul harus merelakan kesempatan kali ini karena panggilan tugas yang tidak bisa ditolaknya. "Oh, iya. Aku akan segera ke sana" jawab Nurul dengan berat hati.


Ani tak ingin tinggal di dalam perpustakaan karena ia hanya akan menjadi obat nyamuk untuk sepasang calon kekasih itu. Akhirnya ia memilih untuk ikut bersama Nurul. "Aku ikut Nurul." ucapnya kemudian.


Nurul hanya tersenyum geli mendengarkan permintaan Ani karena ia sudah mengetahui maksud Ani, kemudian ia mengangguk samar untuk menjawab permintaan Ani tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana denganku?" bisik Lidya kepada kedua sahabatnya yang hendak berdiri dari tempat duduk mereka.


"Tunggu saja di sini, dan gunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya. He he he..." jawab Nurul sambil berbisik.


"Jangan takut Ani, Dia tidak akan memakanmu, wk wk wk" goda Ani sambil menutup mulutnya agar suara tawanya tidak terdengar oleh seseorang yang berada di seberang sana.


Lidya tak punya pilihan lain selain mengikuti saran dari kedua sahabatnya itu.


Dengan berat hati ia melepaskan kepergian mereka dan hanya bisa berharap semoga mereka berdua cepat kembali lagi, karena ia tidak yakin jika ia dapat bertahan di tempat ini untuk terus menunggu kedatangan dari keduanya.


Ia sangat gugup ketika melihat sebuah senyuman samar yang terukir di wajah tampan Raka setelah kepergian dari kedua sahabatnya itu.


Kini tinggallah Lidya dan Raka yang masih berada di ruangan tersebut. Suasana canggung pun mulai merayap di dalam ruangan itu.


Tanpa mengabaikan kesempatan yang ada, Raka segera mendekati Lidya yang sedang berpura-pura sibuk dengan laptop di hadapannya.


Dan benar saja, hal itulah yang terjadi, kini kedua netranya sudah membulat sempurna. Setiap langkah yang diayunkan Raka menggambarkan detak jantungnya saat ini.


Semakin dekat jarak di antara mereka, maka semakin cepat pula detakan jantungnya.


Ia masih terdiam membisu menantikan kehadiran dari sang pujaan hati di sampingnya.


Setiap detik terasa sangat lama seakan-akan dunia ini berhenti sejenak.


Beberapa saat kemudian


"Apakah ada yang ingin kamu tanyakan Lidya?" tanya Raka ketika sudah berada di samping Lidya.


Akh... Kegugupan Lidya sudah mencapai puncaknya, ia sudah tidak bisa menahannya lagi. Tanpa ia sadari, saat ini ia sedang mer*m**-re*as kedua tangannya. Dan hal itu tidak terlepas dari pandangan Raka.

__ADS_1


Melihat hal itu, menjadikan Raka ingin terus melancarkan aksinya, kemudian Dia membungkukkan punggungnya sehingga jarak di antara keduanya sangat dekat. Ya, sangat dekat sampai-sampai Lidya bisa merasakan hembusan nafas dari Raka.


Seketika aliran darah Lidya terasa sangat panas, membuatnya merasa sedikit gerah dan merasa sesak berada di posisi tersebut. Ia hanya mampu untuk tetap diam membisu dan menundukkan kepalanya.


Ia tak mampu menjawab sepatah kata pun karena ia merasa bibirnya sangat kaku, nafasnya terasa sangat memburu menjadikannya sulit untuk bergerak sedikit pun. Walau sebenarnya ingin sekali ia beranjak dari tempat duduk tersebut.


Raka tak hanya diam saja sampai di situ, ia mengambil mouse yang sudah menganggur dan masih setia menunggu seseorang yang akan menyentuhnya.


Klik


Kini tangan Raka mengklik sebuah ikon word art yang berada layar laptop. Dan muncullah gambar seperti ini 👇👇👇



.


.


.


.


.


hmmm, kira-kira apakah yang akan terjadi selanjutnya ya...


Jangan lupa dukungan kalian readers


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2