
...Sebelum lanjut membaca bab ini, Author menyarankan untuk tidak membacanya di siang hari bagi yang sedang menjalankan puasa Ramadhan, takutnya akan mengurangi keberkahan dari puasa kalian Readers....
...Happy Reading ......
Lidya menyambut pesanannya dengan tatapan yang berbinar dan berucap, "Kelihatannya enak," kemudian ia menghirup aroma sate tersebut dengan sangat dalam. "Hmmm, wanginya ...."
Membuat Raka kesusahan menahan ilernya yang ingin keluar. Tanpa izin dan persetujuan dari Lidya, Raka hendak mengambil sate tersebut.
Plak
Sayangnya Lidya langsung menepuk punggung tangannya, "Eit, nggak boleh!" ucapnya sambil menggerakkan telunjuknya ke kiri dan ke kanan. "Pesan sendiri sana!" celetuknya dengan ekspresi yang jutek.
Membuat Raka geram dengan tingkahnya, "Dasar pelit," umpat Raka kemudian berdiri dan mencari makanan di stand yang lain.
Setelah menemukan yang ia cari, ia kembali ke tempat semula. Kebetulan waktu itu sate Lidya baru saja habis.
"Waah, kayaknya enak. Beli di mana?" sapa Lidya yang melihat kuah cotto yang sedang di makan oleh Raka tersebut sangat menggiurkan, dan sinar matanya yang menampakkan cahaya bintang berkilauan.
Raka menggunakan kesempatan tersebut untuk membalasnya, "Cari sendiri sana!" balasnya dengan senyum mengejek.
Seketika rona wajah Lidya berubah 180 derajat, "Dasar pelit!" cetusnya tidak senang, sedari tadi Raka terus-terusan mengerjai dirinya.
Ia pun terpaksa duduk diam berpura-pura menengok ke arah yang lainnya sambil mencuri lihat ke arah Raka. Jujur ia kesusahan menahan ilernya apalagi Raka sengaja memperlambat cara makannya dan dengan sengaja memuji-muji rasa makanan tersebut.
Dan sepuluh menit yang terasa menyiksa bagi Lidya akhirnya berlalu, dengan ditandai dengan suara sendawa dari Raka.
Acara makan malam mereka pun berakhir dengan hasil yang seri, dimana mereka sama-sama saling membalas kejahilan masing-masing lawan.
__ADS_1
Hmmm, makan malam yang cukup unik dan berkesan.
Setelah itu mereka memutuskan untuk kembali ke tempat Ari dan Nurul, namun sayangnya mereka tidak menemukan keduanya.
"Mungkin mereka mencari makanan di sekitar sini," ucap Raka untuk menjawab kebingungan Lidya. Dan itu artinya mereka masih mempunyai kesempatan untuk berbicara. "Sebaiknya kita tunggu di sini saja." usulnya kemudian.
Lidya yang hanya mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Nurul dan Ari tanpa memperdulikan ucapan dari Raka itu, membuat Raka merasa diabaikan oleh Lidya, kemudian ia berniat untuk mengerjainya. Ia pun bersembunyi di balik pohon yang berada sedikit jauh dari tempat Lidya. Dengan sesekali mencuri lihat ke arah Lidya untuk melihat ekspresi kebingungan darinya.
"Itu mereka!" seru Lidya kemudian berlalu menuju ke tempat dimana ia melihat keberadaan Nurul dan Ari yang akan menaiki mobil Ari.
Ia tidak menyadari bahwa saat itu Raka tidak berada di sampingnya, ia terus saja melangkah mendekati mereka.
Sementara Raka yang merasa ditinggalkan begitu saja oleh Lidya merasa geram sendiri, usahanya untuk mengerjai Lidya kali ini harus gagal total. Dengan terpaksa ia menyusul Lidya.
Puk
"Hey Nurul!" sapa Lidya dengan menepuk pundaknya pelan.
Seketika, kado pemberian Ari yang berada di tangan Nurul terlepas seketika, untung saja Ari sempat menangkapnya.
"Astagfirullah, Lidya ...," geram Nurul karena kecerobohannya.
"Ups ... Maaf," ucapnya sambil menyatukan kedua tangannya dengan sedikit menunduk menyentuhkan dahinya pada kedua tangannya itu.
"Kalian mau ke mana?"
"Makan di restoran Xxxx," jawab Ari jujur, awalnya Nurul merasa lapar dan mengajak Ari makan di sekitar taman saja agar mereka tidak terlambat untuk pulang ke hotel B. Namun saat itu Ari justru mengajak Nurul untuk makan di restoran Xxxx, karena ia sudah berjanji kepada maminya untuk menjemput sang ami ketika akan pulang. Selain itu Ari ingin mengenalkan sosok Nurul kepada maminya.
__ADS_1
Mereka sengaja meninggalkan Raka dan Lidya agar keduanya memiliki waktu yang lebih banyak untuk bersama, bagaimanapun ini adalah malam perpisahan mereka.
"Kenapa kamu hanya sendirian saja Lidya?" tanya Nurul ketika menyadari ketidakhadiran dari Raka.
"Ekh," Lidya pun menengok ke belakang dan mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok yang dimaksud. "Itu pak Raka!" jawabnya sambil menunjuk seseorang yang sedang mengayunkan langkahnya untuk mendekati mereka.
Sementara Nurul dan Ari hanya saling bersitatap dan mengernyitkan kening mereka bersamaaan, seakan-akan tatapan mereka tersebut memiliki arti yang sama. "Ada apa dengan mereka? Mungkin mereka sedang bertengkar lagi?" itulah pertanyaan yang ada dalam tatapan keduanya.
"Ayo kita berangkat!" ucap Lidya mengabaikan kebingungan dari keduanya, lagi pula ia dan Raka tidak bertengkar dan memiliki masalah apa pun kan? sesimpel itulah pikiran Lidya.
Lain halnya dengan Raka, sangat tampak jelas wajah geramnya. Iya, di sangat geram ketika Lidya memilih untuk meninggalkannya daripada mencari keberadaannya.
Mau tak mau, ia mendekati mereka dan berpura-pura tersenyum seakan-akan tidak terjadi apa-apa di antara mereka. Ia berusaha untuk tersenyum meski terasa kikuk, "Kalian mau ke mana?" tanyanya sekedar basa-basi karena sebenarnya ia sudah mengetahui janji yang diucapkan Ari kepada maminya kebetulan saat itu ia sempat mendengar pembicaraan keduanya setelah Ari mengantar maminya untuk menemui kedua orangtua Chika.
"Ke restoran Xxxx," jawab Ari meski ia tahu itu hanya sekedar basa basi saja. "Mau ikut apa mau di sini saja?" tanyanya dengan nada yang menggoda, sekaligus ingin mencari tahu jika di antara mereka ada percekcokan.
Tanpa menjawab pertanyaan Ari, Raka langsung masuk ke dalam mobil dimana didalamnya Lidya sudah duduk manis menunggu mobil tersebut dijalankan.
"Geser sedikit!" pinta Raka kepada Lidya ia masih sedikit marah dengan Lidya.
Lidya menjadi geram dibuatnya, "Iiihh, siapa juga yang mau dekat-dekat sama Bapak." celoteh Lidya dengan tatapan mencemooh kemudian berpindah ke sudut sebelahnya.
Membuat amarah Raka semakin memuncak, hal itu sangat terlihat jelas dari urat wajahnya yang muncul. Dan dari perdebatan keduanya, Nurul dan Ari bisa menyimpulkan bahwa hubungan mereka sedang tidak baik-baik saja.
Ari pun menyalakan mobilnya dan menuju ke restoran Xxxx.
.
__ADS_1
.
.