Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Harapan Raka


__ADS_3

Di perpustakaan


Tampaklah seorang pria tampan yang sedang duduk sambil tersenyum lebar, karena melihat hasil karya dari ketiga gadis tersebut. Ia merasa sangat puas dengan hasil kerja mereka.


"Ternyata mereka cukup kreatif juga." Ucapnya sambil menyimpan dokumen tersebut dengan menekan tombol ctrl + s


Di keyboard laptop miliknya.


Setelah itu ia melanjutkan tugas makalah miliknya.


*****


Sementara itu di sisi yang lain, tepatnya di dalam kelas. nampaklah siswa-siswi yang sedang belajar dengan serius.


Dari seluruh siswa yang berada di dalam kelas itu, tampaklah seorang gadis yang sedang memperhatikan Lidya sedari tadi. Dia adalah gadis yang mengintip di perpustakaan tadi. Gadis itu menatap Lidya dengan tatapan kebencian dan rasa iri di dalam hatinya karena ia merasa Lidya dan kedua sahabatnya mendapat perlakuan khusus dari Raka.


"Apa yang membuat mereka menjadi akrab dengan si Killer itu?" tanyanya di dalam hati. "Aku harus menyelidikinya" ucapnya kemudian sambil mengepalkan kedua tangannya.


Gadis itu adalah musuh bebuyutan Lidya, sedari dulu ia ingin sekali menjatuhkan Lidya dengan menjelekkan namanya di sekolah tersebut. Dan ia merasa inilah saat yang tepat.


Berbagai rencana jahat pun sudah terlintas di dalam otak jahatnya itu. Ia sudah tak sabar lagi untuk melakukannya.


3 jam kemudian.


Ting


Ting

__ADS_1


Ting


Bel sekolah pun berbunyi menandakan pelajaran telah usai. Gadis itu mengajak kedua temannya untuk berkumpul di rumahnya karena ia membutuhkan bantuan mereka untuk menjebak Lidya.


Hmmm, kita kembali lagi ke Raka ya....


Raka yang sedang serius mengetik makalahnya, tiba-tiba teringat dengan ekspresi Lidya yang sedang kaget dengan kehadiran dari screen saver yang sengaja ia setel semalam. Ia sangat penasarqn dengan apa yang sedang di lihat Lidya saat itu. Selain itu ia yakin bahwa Lidya sedang menyembunyikan sesuatu ketika ia hendak mengalihkan pandangannya ke laptop tadi.


Tanpa ia sadari, layar monitor yang berada di laptopnya kini sudah berganti dengan screen saver I LOVE YOU miliknya.


"Ya, inilah jawabannya." Gumamnya sambil mengangkat alis sebelah kanannya dan memegang dagunya, ketika kedua netranya menangkap kemunculan dari screen saver tersebut.


"Itu artinya Dia sedang gugup karena melihat screen saver ini." sambungnya kemudian sambil mengulas senyum tersweetnya.


Membayangkannya membuat Raka terkekeh kecil sampai menggoyangkan bahunya pelan.


"Lidya... Lidya, apakah kamu mempunyai perasaan yang sama denganku?"


"Karena kamulah yang pertama untukku dan aku berharap kamu juga orang yang terlahir dari tulang rusukku."


"Aku hanya ingin kita bersama selamanya..."


"Sehidup sesyurga di istana-Nya kelak..."


Aamiin.... Ucapnya sambil mengusapkan kedua tangannya di wajah tampannya itu.


Baru kali ini Raka memiliki perasaan yang sangat dalam terhadap seorang Gadis, karena selama ini ia hanya fokus dengan tujuannya untuk menggapai gelar masternya agar kelak ia bisa mandiri tanpa bantuan dari saudara-saudaranya lagi.

__ADS_1


Ya, setidaknya ia tidak membebani saudaranya yang sudah mempunyai kehidupan keluarganya masing-masing. Dan inilah yang menjadi alasan utamanya yang sampai saat ini belum memiliki seorang kekasih.


Entah mengapa, pesona Lidya sulit untuk diabaikannya, ia tidak bisa melupakan hal-hal yang sudah terjadi antara ia dan Lidya. Walau pun hanya sebatas kerja sama dan kejadian-kejadian yang tidak di sengaja, namun hal itu mampu menyiram kegersangan di hatinya sehingga menumbuhkan bibit-bibit cinta yang tumbuh dengan sangat subur di dalam lubuk hatinya.


Sebuah cinta yang dalam, membuatnya sulit untuk menghindar, apalagi mengabaikannya. Ia tahu ini belum saatnya untuk memulai suatu hubungan, tapi ia tahu jika ini adalah saat yang tepat untuk membuka hatinya yang sudah lama tertutup dengan sangat rapat.


Ia sendiri adalah anak bungsu dari tiga bersaudara. Seperti yang Readers ketahui, Raka adalah adik dari bunda Hani (Ibunya Rendi), dan juga ia adalah adik dari Ayahnya Ari.


"Hmmm, ternyata memang benar ya, dunia ini hanya selebar daun kelor." Gumam Author.


Sementara itu di sisi yang lainnya, ada 2 orang gadis yang sedang menggoda sahabatnya yang semakin romantis saja dengan sang pujaaan hati.


Ingin sekali gadis itu menceritakan apa yang ia lihat di dalam laptop tersebut, tapi ia segera mengurungkan niatnya karena ia ingin memastikan terlebih dahulu bahwa sang pujaan hati mempunyai rasa yang sama dengannya.


Ya, hal itu ia lakukan sebelum ia memutuskan untuk menggantungkan harapan atau harus mengubur harapan tersebut kepada Raka.


Ia takut jika suatu saat nanti semua harapannya akan sirna begitu saja dan hanya akan menyisakan puing-puing kehancuran di dalam lubuk hatinya.


Akhirnya ia memutuskan untuk mengikuti arus seperti halnya air yang sedang mengalir. Ia tidak ingin berhenti dan tidak ingin mendesak perasaannya sendiri.


.


.


.


.

__ADS_1


Tinggalkan jejak kalian Readers


Happy reading....


__ADS_2