Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)

Cinta 3 Serangkai (3 Sahabat)
Kemeriahan acara


__ADS_3

Keesokan harinya, tepatnya hari Sabtu dimana hari tersebut adalah hari yang sangat dinantikan oleh setiap orang yang sudah berjejer rapi sambil duduk manis menantikan sebuah acara pisah sambut yang katanya, akan menghadirkan sebuah kejutan.


Sementara di sisi yang lainnya tampaklah tiga gadis yang sedang tersenyum sinis karena mereka sedang menantikan saat dimana akan ada seseorang yang akan mengalami kegagalan sebelum bertanding. Karena mereka yakin dengan seyakin-yakinnya bahwa rencana yang sudah disusun dan dipersiapkan sedemikian rupa itu akan hancur berantakan.


Seluruh seksi acara pun sudah siap di tempat masing-masing. Tak lama kemudian terdengar suara ketukan mikrofone, "Tes, tes, tes."


"Dengan mengucapkan Basmallah, marilah kita buka acara pisah sambut ketua OSIS yang lama dengan yang baru" seperti itulah kalimat pembuka acara yang dibawakan oleh pak Raka dan di sambut dengan hangat oleh semua orang. "Bismillahiraamnannirrahim." ucap mereka serentak.


Rangkaian demi rangkaian acara pun berlanjut. Sampai tibalah saat yang di tunggu-tunggu, dimana saat itu seluruh seksi acara mulai menutup pintu dan jendela ruang Aula tersebut.


Tak hanya itu, kain gorden pun mereka turunkan, sehingga membuat suasana Aula menjadi seperti sebuah bioskop dadakan.


Zreng, zreng, zreng....


Sebuah proyektor pun dihidupkan, tepat di belakang Raka yang terdapat sebuah kain berwarna putih dengan ukuran yang cukup besar yang sudah terbentang itu menampilkan sebuah gambar pembuka dengan tulisan seperti di bawah ini 👇👇👇



Seluruh perhatian dari seluruh orang berpusat pada sehelai kain yang terkena cahaya proyektor tersebut, suasana pun menjadi tenang dalam sekejap.


Perlahan, gambar di atas memudar dengan sendirinya kemudian tergantikan dengan dengan sebuah foto kegiatan. Bersamaan dengan hal itu, Lidya memberikan kode kepada Nurul dan Rahmat untuk membacakan puisi yang telah di hafal semalam.


Lidya pun menambahkan sentuhan back sound yang sengaja ia pilih untuk mengiringi pembacaan puisi tersebut.


Adapun judul back sound yang dipilihnya itu adalah sebuah lagu yang berjudul 'My heart will go on' (Lagu ini adalah lagu yang biasa di putar dalam film Titanic, hanya soundnya aja ya Readers.)


Sebuah kolaborasi yang sangat pas, Nurul dan Rahmat bergiliran membacakan puisi dengan penuh penghayatan seiring dengan iringan sound dari Lidya. tak hanya itu, foto-foto yang ditampilkan pun silih berganti dan saling mengiringi satu sama lain. Termasuk foto kegiatan Isra Mi'raj yang diadakan dua bulan lalu, dimana dalam tampilan tersebut ada sosok Pria tampan yang sedang berceramah/pidato. Selain itu, ada juga sosok Rendi yang sedang membawakan acara tersebut.


Seluruh penonton pun terpana dan kagum dengan hasil kreatifitas mereka. Tidak terkecuali Raka karena hal tersebut sungguh di luar dari perkiraannya.


Karena sebelumnya tidak terfikirkan olehnya untuk menambahkan sentuhan back sound seperti yang di lakukan Lidya saat ini.


Sebenarnya hal tersebut murni adalah ide dari Lidya sendiri. Ia sangat menyukai lagu tersebut, terlebih lagi lagu tersebut dinyanyikan dalam bahasa Inggris.


Berbicara tentang bahasa Inggris, Lidya adalah gadis yang sangat menyukai pelajaran tersebut. Ia sangat dominan di dalam kelas jika menyangkut pelajaran bahasa Inggris, karena bahasa Inggris adalah satu-satunya pelajaran yang paling ia sukai.


Hmmm, kita kembali ke acara yang sedang berlangsung ya Readers.

__ADS_1


Ketika Rahmat selesai membacakan puisi, terdengar suara tepuk tangan yang memecahkan kekaguman dari semua orang yang hadir di ruangan tersebut.


Prook... prook... prook...


Kepala sekolah berdiri dari tempat duduknya sambil bertepuk tangan, "Luar biasa dan sangat berkesan." itulah kalimat yang diucapkan oleh bapak Ali Imran.


Setelah tepukan tangan dari bapak Ali, muncullah sebuah screen saver.



Melihat hal tersebut, Raka langsung menepuk jidatnya pelan. Ia lupa menonaktifkan screen di laptopnya.


Siapa sangka gambar itu justru mewakili perasaan semua orang yang merasa seperti terpana oleh penampilan yang barusan.


"Keren"


"Luar biasa"


"Good job"


Suit... suit..


"Kalian memang yang terbaik."


"Hebat"


"Sangat menakjubkan"


"Penampilan yang mengagumkan"


"Wooww"


Raka yang melihat respon dari semua orang tersebut ikut berdiri dan bertepuk tangan, kemudian mengacungkan kedua jari jempolnya kepada Lidya, Nurul dan teman yang lainnya.


Seluruh guru-guru dan Kepala sekolah pun saling berpandangan dan mengacungkan jari jempol mereka kepada panitia kegiatan.


Lidya merasa sangat puas dengan reaksi yang diberikan oleh semua orang, ia merasa bahwa usahanya semalam untuk mengedit foto-foto sampai larut malam membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Tapi, masih ada satu hal lagi yang harus diselesaikannya hari ini juga.

__ADS_1


...*****...


Tanpa sadar, salah satu dari teman Friska yang bernama Siti juga larut dalam keriuhan tersebut. Sambil bertepuk tangan ia berteriak, "Nurul is the best." ia melupakan keberadaan Friska yang sedang cemberut melihat kesuksesan Lidya dan teman-temannya.


Dengan merajuk bercampur kesal ia meninggalkan kedua sahabatnya dan keluar dari ruangan tersebut.


Acara pun di lanjutkan dengan istirahat. Makanan camilan mulai dibagikan oleh teman-teman yang bertugas di bagian konsumsi.


Dalam sesi ini, Lidya telah mempersiapkan sebuah film layar lebar yang berjudul 'Harry Potter' itu adalah salah satu film yang terdapat di dalam laptop Raka yang berhasil di otak-atik oleh Lidya kemarin.


Raka sangat terkejut melihat film itu di putar, dengan tatapan yang tajam ia melirik Lidya.


Seketika, bulu kuduk Lidya berdiri karena ia merasakan sebuah Aura yang berwarna gelap mulai menyebar di sekitar Raka.


"Peace, Pak... peace" ucap Lidya sambil menunjukkan jarinya seperti ini ✌.


Raka tak bisa berbuat banyak hal untuk menghentikan Lidya, ia hanya bisa menahan amarah dan menyimpan naskah pidatonya di dalam hati. Dan berharap acara ini segera selesai agar ia dapat menceramahi segala kecerobohan yang dilakukan Lidya tanpa seizinnya.


Apa pun alasannya, Lidya tidak bisa seenak semaunya sendiri menggunakan laptop milik Raka, apalagi sampai mengotak-atik folder-folder yang terdapat di dalamnya.


Hal ini terdapat dalam pasal 1 ayat 5 undang-undang Privasi yang telah disusun oleh Raka dan telah dijalankan dan disetujui oleh si pembuat itu sendiri, dengan harapan agar siapa pun yang mempunyai hubungan kerja sama dengan si pembuat dapat menghargai nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.


Dan ternyata...


Dari sekian banyak orang yang hadir, ada salah satu orang yang tidak diundang sedang duduk manis di pojok ruangan sambil memperhatikan Nurul dari kejauhan.


.


.


.


Adakah dari kalian yang bisa menebaknya?


Tulis saja jawaban kalian di kolom komentar ya...


Happy reading...

__ADS_1


__ADS_2